- Gunakan teropong binokular atau teleskop kecil
Binokular merupakan alat optik dengan dua lensa pengamatan yang membantu memperbesar objek langit, sedangkan teleskop kecil dapat membantu melihat objek redup dengan lebih jelas. - Pilih lokasi yang minim polusi cahaya
Menurut NASA, cahaya dari perkotaan dapat membuat objek langit yang redup lebih sulit terlihat sehingga pengamatan sebaiknya dilakukan di tempat yang gelap dan memiliki pandangan langit terbuka. - Beri waktu mata untuk beradaptasi dengan gelap
Hindari menatap layar ponsel atau cahaya terang sebelum mengamati agar mata dapat menyesuaikan diri dengan kondisi gelap. Selain itu, gunakan aplikasi peta langit untuk membantu menemukan posisi Galaksi Triangulum.
Fenomena Galaksi Triangulum 15 Oktober 2026, Ini Cara Mengamatinya!

Di antara luasnya alam semesta, terdapat miliaran galaksi yang menyimpan berbagai objek langit menarik untuk diamati, salah satunya Galaksi Triangulum. Galaksi spiral ini menjadi bagian dari lingkungan galaksi terdekat dengan Bimasakti. Galaksi ini dikenal dengan nama Messier 33 (M33) dan berada di rasi bintang Triangulum.
Pada 15 Oktober 2026, Galaksi Triangulum dapat menjadi salah satu objek yang menarik untuk diamati oleh pengamat langit. Namun, mengamatinya tidak semudah melihat Bulan atau planet terang karena galaksi ini memiliki kecerlangan permukaan yang rendah. Lalu, apa yang membuat Galaksi Triangulum menarik dan kapan waktu terbaik untuk mengamatinya? Yuk, cari tahu di bawah ini!
1. Mengenal Galaksi Triangulum dan asal-usulnya

ilustrasi Galaksi Triangulum (pexels.com/ArWeltAtty Attila) Galaksi Triangulum adalah galaksi spiral yang berjarak sekitar 3 juta tahun cahaya dari Bumi. Mengutip dari NASA, galaksi yang dikenal sebagai Messier 33 (M33) ini berada di rasi bintang Triangulum, yang namanya berasal dari bentuknya yang menyerupai segitiga. Triangulum merupakan anggota terbesar ketiga dalam Kelompok Lokal (Local Group), kumpulan galaksi yang juga mencakup Bimasakti dan Andromeda.
Ukurannya lebih kecil daripada Bimasakti, tetapi galaksi ini memiliki lengan spiral yang menjadi tempat bintang-bintang terbentuk. Salah satu wilayah pembentukan bintang yang populer di dalamnya adalah NGC 604, kawasan besar yang menampung banyak bintang muda dan gas antarbintang. Keberadaan wilayah tersebut menjadikan Galaksi Triangulum sebagai objek menarik untuk mempelajari proses pembentukan bintang dan perkembangan galaksi.
2. Waktu terbaik mengamati Galaksi Triangulum pada 15 Oktober 2026

ilustrasi Galaksi Triangulum (pexels.com/Adam Krypel) Pada 15 Oktober 2026, Galaksi Triangulum berada pada posisi yang ideal untuk diamati dari Bumi. Dilansir laman In-The-Sky.org, galaksi ini diperkirakan mulai terlihat sekitar pukul 19.48 WIB ketika berada 21 derajat di atas cakrawala timur laut. Triangulum kemudian mencapai titik tertingginya di langit sekitar pukul 23.49 WIB, dengan ketinggian 53 derajat di atas cakrawala utara.
Setelah itu, posisinya akan semakin rendah hingga berada di bawah cakrawala pengamatan sekitar pukul 03.50 WIB pada 16 Oktober. Sayangnya, galaksi ini tergolong redup untuk diamati dari Bumi sehingga sulit diamati dengan mata telanjang. Jadi, kamu membutuhkan teropong binokular atau teleskop bukaan sedang untuk menyaksikan galaksi tetangga Bimasakti tersebut.
3. Tips mengamati Galaksi Triangulum agar lebih jelas

ilustrasi mengamati langit (pexels.com/Yuting Gao) Beberapa tips untuk mengamati Galaksi Triangulum pada 15 Oktober 2026:
Galaksi Triangulum menjadi salah satu objek langit menarik untuk diamati pada 15 Oktober 2026, terutama bagi pencinta astronomi yang ingin menjelajahi galaksi di luar Bimasakti. Dengan memilih lokasi minim polusi cahaya, menggunakan alat bantu optik, dan mengetahui posisi galaksi, peluang untuk menemukannya bisa lebih besar. Jadi, apakah kamu tertarik mengamati Galaksi Triangulum?





















