Mumi selalu tampak misterius. Tubuh manusia yang bisa bertahan ribuan tahun tanpa hancur seolah menentang hukum alam. Namun, di balik balutan kain linen dan kisah tentang kehidupan setelah mati, ada ilmu pengetahuan yang bekerja dengan sangat teliti. Pengawetan mumi bukan sekadar ritual spiritual, ini adalah perpaduan antara observasi, eksperimen, dan kimia sederhana yang luar biasa cerdas untuk zamannya.
Secara ilmiah, mumi adalah hasil dari proses penghentian pembusukan. Tujuannya satu, yaitu mencegah tubuh terurai. Caranya dengan menghilangkan kelembapan dan menstabilkan jaringan tubuh secara kimia. Peradaban Mesir Kuno menyempurnakan teknik ini sekitar 70 hari, terutama sejak masa Kerajaan Lama sekitar 2600 SM. Mereka mungkin belum mengenal istilah “biokimia”, tetapi praktiknya menunjukkan pemahaman yang mengagumkan tentang bagaimana tubuh membusuk dan bagaimana menghentikannya. Yuk, kita bahas lebih dalam ilmu di balik pengawetan mumi.
