Para ilmuwan berhasil menyimulasikan apa yang mungkin terjadi ketika dua wormhole atau lubang cacing saling bertabrakan di alam semesta. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa interaksi antara dua struktur ruang-waktu hipotetis ini dapat menghasilkan berbagai fenomena tidak biasa, mulai dari saling menjauh hingga membentuk lubang hitam. Menariknya, salah satu simulasi bahkan memperlihatkan terbentuknya horizon yang luas permukaannya justru menyusut, berbeda dari perilaku lubang hitam dalam kondisi fisika biasa.
Penelitian ini dilakukan oleh fisikawan Nikita M. Shirokov dari Moscow Institute of Physics and Technology bersama Ilya Nachevsky, seorang insinyur machine learning dari Higher School of Economics, Rusia. Keduanya menggunakan simulasi tiga dimensi untuk mempelajari interaksi dua wormhole jenis Ellis-Bronnikov, yaitu model lubang cacing yang secara teori memungkinkan sesuatu melewatinya. Penelitian tersebut menjadi menarik karena keberadaan wormhole hingga kini belum pernah dibuktikan melalui pengamatan langsung.
Selain memperlihatkan kemungkinan terbentuknya lubang hitam, simulasi ini juga menghasilkan prediksi mengenai gelombang gravitasi yang muncul ketika dua wormhole berinteraksi. Sinyalnya diperkirakan berbeda dari pola gelombang gravitasi yang biasanya dihasilkan oleh dua lubang hitam yang saling mendekat. Meski masih berupa penelitian awal yang belum melalui proses peer review, temuan tersebut dapat membantu ilmuwan memahami karakteristik sinyal yang mungkin dihasilkan oleh objek-objek eksotis di alam semesta.
