Meski belum diuji langsung di laut, penelitian ini telah menggunakan simulasi komputer untuk memverifikasi kinerja sistem gyroscopic wave energy converter (GWEC). Simulasi tersebut mencakup berbagai frekuensi dan panjang gelombang, serta bagaimana giroskop merespons kondisi ombak yang berbeda-beda. Hasilnya selaras dengan perhitungan teoritis, memperkuat potensi teknologi ini.
Namun, para peneliti juga mengakui adanya keterbatasan. Ombak di lautan nyata sangat kompleks dan sulit sepenuhnya direpresentasikan dalam model matematis. Saat Takahito Iida memodelkan kondisi ombak yang tidak beraturan, efisiensi perangkat memang menurun, terutama pada gelombang besar. Meski begitu, sistem ini tetap mampu mengekstrak energi dalam jumlah yang cukup signifikan di kondisi tertentu, menunjukkan bahwa teknologi ini masih sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut.
Meski masih dalam tahap pengembangan, teknologi ini menunjukkan potensi besar untuk membuka sumber energi baru yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Jika berhasil diimplementasikan di dunia nyata, pemanfaatan ombak dengan sistem giroskop bisa menjadi salah satu solusi penting dalam transisi menuju energi bersih yang lebih berkelanjutan.
Referensi
"Power in motion: transforming energy harvesting with gyroscopes". Diakses pada April 2026. The University of Osaka.
Iida T. "Linear analysis of a gyroscopic wave energy converter: absorbing half of the wave energy over broadband frequencies." Journal of Fluid Mechanics. 2026;1029:A20.