Comscore Tracker

Hujan Meteor Draconid 8 Oktober 2020, Ini Fakta dan Cara Melihatnya!

Hanya setahun sekali, lho~

Setelah "kedatangan" Mars pada Selasa (6/10/2020), langit malam kembali dihiasi oleh peristiwa yang menarik untuk dinantikan. Pada Kamis (8/10/2020), kita bisa menyaksikan hujan meteor Draconid yang terjadi sekali dalam satu tahun. 

Dilaporkan oleh Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN, hujan meteor ini sebenarnya berlangsung mulai 6 hingga 10 Oktober 2020, namun puncaknya terjadi pada 8 Oktober 2020. Ingin mengenal hujan meteor ini lebih lanjut? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Mengenal hujan meteor Draconid

Hujan Meteor Draconid 8 Oktober 2020, Ini Fakta dan Cara Melihatnya!nasa.gov

Seperti yang lainnya, hujan meteor ini dihasilkan dari puing-puing komet, tepatnya 21P/Giacobini-Zinner. Komet tersebut bergerak dengan cepat sehingga menghasilkan puing berupa debu angkasa dan batuan di jalur orbitnya. 

Nah, setiap awal Oktober, Bumi selalu melewati jalur lintasan komet 21P/Giacobini-Zinner. Di saat ini tiba, puing-puing yang ada di sana tertarik gravitasi dan memasuki atmosfer sebagai hujan meteor. 

2. Bukan hujan meteor yang besar, namun layak untuk dinantikan

Hujan Meteor Draconid 8 Oktober 2020, Ini Fakta dan Cara Melihatnya!forbes.com

Perlu diketahui bahwa hujan meteor Draconid bukanlah peristiwa yang besar. Pussainsa LAPAN mengatakan bahwa akan ada sekitar empat hingga enam meteor yang melintas per jamnya. Dengan catatan, kamu harus memastikan langit di sekitarmu benar-benar gelap dan tidak ada bangunan, pohon, dan cahaya lain yang berpotensi menghalangi pandangan. 

Walaupun begitu, ada kalanya Draconid bisa menghasilkan ratusan meteor per jam. Dilansir EarthSky, ini terjadi ketika komet 21P/Giacobini-Zinner berada di posisi perihelion (titik terdekatnya dengan Matahari). Terakhir kali fenomena ini terjadi di tahun 2018. Setidaknya Draconid dalam skala besar baru terjadi lagi pada 2025. 

Baca Juga: 10 Peristiwa Langit Terbaik Oktober 2020, Ada Dua Purnama Sekaligus!

3. Berasal dari konstelasi Draco yang tampak seperti naga

Hujan Meteor Draconid 8 Oktober 2020, Ini Fakta dan Cara Melihatnya!space.com

Ketika mendengar nama Draconid, kamu tentu teringat akan "dragon" atau naga, kan? Benar, ini karena titik radian atau titik muncul hujan meteor tersebut berasal dari rasi bintang Draco. 

Hal ini akan memudahkanmu mencari di mana letak terjadinya Draconid. Kamu hanya perlu mencari rasi bintang Draco yang berada di langit bagian utara, tepat di atas kepala kita. 

4. Kapan waktu terbaik dan cara melihat hujan meteor Draconid?

Hujan Meteor Draconid 8 Oktober 2020, Ini Fakta dan Cara Melihatnya!earthsky.org

Biasanya, waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor adalah di tengah malam hingga menjelang dini hari. Namun tampaknya kamu tidak perlu begadang untuk menyaksikan fenomena langit yang satu ini.

Waktu terbaik untuk mengamati fenomena ini adalah setelah Matahari terbenam atau sekitar pukul 18.15 hingga 21.30. Ini karena rasi bintang Draco berada di titik tertingginya tepat setelah langit berubah menjadi gelap. 

5. Sayangnya, sebagian wilayah Indonesia tak bisa menyaksikannya

Hujan Meteor Draconid 8 Oktober 2020, Ini Fakta dan Cara Melihatnya!amazonaws.com

Karena bukan termasuk peristiwa yang besar, hujan meteor Draconid akan sulit diamati di sebagian wilayah. Pussainsa LAPAN mengatakan bahwa di area perkotaan yang padat dan rawan polusi cahaya, Draconid tampak samar-samar dengan satu hingga dua meteor per jamnya. 

Maka dari itu, jika ingin mengamati dengan lebih jelas, luangkan waktu untuk pergi ke area yang lapang dan gelap. Contohnya di pantai, lapangan, dan lain sebagainya. Kamu juga bisa gunakan "senjata" berupa teropong bintang atau teleskop. 

Tunggu apa lagi? Segera pasang pengingat di smartphone kamu agar tidak ketinggalan fenomena ini, ya!

Baca Juga: Mars Mendekati Bumi pada 6 Oktober 2020, Saksikan Malam Ini!

Topic:

  • Izza Namira
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya