Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Jorge Martin
potret Jorge Martin (commons.wikimedia.org/Oliveraron)

Intinya sih...

  • Performa menjanjikan Aprilia pada 2025 menambah motivasi Jorge Martin menghadapi musim baru

  • Jorge Martin ingin manfaatkan momen saat tes pramusim agar tampil maksimal saat mengendarai RS-GP

  • Rentetan cedera mengganggu performa Jorge Martin di MotoGP 2025

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

MotoGP 2025 menjadi momen pahit untuk Jorge Martin. Ia tak bisa tampil maksimal lantaran dibekap cedera. Akibatnya, Martin gagal mempertahankan titel juara yang sempat diraihnya pada 2024.

Setelah melewati masa pemulihan, Martin kini bersiap menyambut musim baru. Ia ingin melupakan memori buruk yang terjadi tahun lalu. Ambisinya merengkuh gelar juara bersama Aprilia tak pernah surut.

1. Performa menjanjikan Aprilia pada 2025 menambah motivasi Jorge Martin menghadapi musim baru

Jorge Martin antusias menyambut MotoGP 2026. Performa Aprilia yang meningkat pada musim sebelumnya menambah semangat Martin menghadapi ketatnya persaingan di kejuaraan. Ia ingin melihat perkembangan RS-GP sembari menggali potensi yang dimiliki motor tersebut tahun ini. Ia tak mengesampingkan peluang meraih gelar juara bersama Aprilia Racing.

"Motor RS-GP menutup musim lalu dengan performa sangat tinggi. Kami harus memulai dari sana dengan semangat dan motivasi. Kami perlu memahami banyak hal dalam uji coba untuk terbiasa. Aku yakin ini akan menjadi musim yang hebat. Tujuan kami adalah berusaha merebut gelar juara," jelas Jorge Martin dikutip Motorsport.

"Itulah alasanku mendapat kontrak, yaitu untuk memenangkan gelar juara. Jadi, aku akan berusaha bertarung sampai akhir dengan semua kemampuanku. Inilah tujuanku untuk terus mengembangkan diri dan motorku," lanjutnya.

Aprilia Racing mampu menduduki peringkat kelima di klasemen tim meski Martin absen dalam sejumlah balapan. Tim tersebut mengumpulkan 395 poin dari 22 seri balap yang digelar musim lalu. Jumlah itu lebih banyak 42 poin ketimbang pada 2024.

2. Jorge Martin ingin manfaatkan momen saat tes pramusim agar tampil maksimal saat mengendarai RS-GP

Kondisi fisik Jorge Martin kini jauh lebih baik berkat serangkaian proses pemulihan cedera. Meski belum sepenuhnya pulih, ia berusaha memaksimalkan kesempatan saat tes pramusim yang dimulai pada 3--5 Februari 2026 di Sepang, Malaysia. Itu dilakukan demi bisa tampil maksimal saat memacu RS-GP.

"Begitu aku benar-benar pulih secara fisik, tiap putaran yang bisa kulakukan selama tes akan sangat penting. Itu seperti yang kami pelajari musim lalu. Aku akan mencari inspirasi dari perjalananku pada 2023 (saat bersama Pramac Ducati). Ketika itu, aku tidak memulai musim balap dengan baik, tetapi mampu bertarung dalam perebutan gelar juara dunia," kata Jorge Martin dilansir Motorsport.

3. Rentetan cedera mengganggu performa Jorge Martin di MotoGP 2025

Musim perdana Jorge Martin bersama Aprilia tak berjalan maksimal. Ia mengalami empat kali cedera sepanjang 2025. Bahkan, dua cedera awal terjadi sebelum seri pembuka di Buriram, Thailand.

Cedera pertama terjadi saat Martin mengalami highside pada hari pertama tes pramusim di Sepang, Malaysia. Insiden tersebut menyebabkan Martin menderita patah tangan kanan dan kaki kiri. Itu membuatnya tak bisa meneruskan tes pramusim di Negeri Jiran.

Kemudian, Martin kembali masuk meja operasi akibat cedera patah tulang tangan kiri sewaktu latihan sebelum pekan balap GP Thailand. Alhasil, pembalap asal Spanyol itu melewatkan tiga pekan balap pertama. Martin kembali memacu motor RS-GP di GP Qatar.

Cedera kembali menerpa Martin saat balapan utama GP Qatar. Ia terjatuh pada lap 14 yang menyebabkan sebelas tulang rusuknya patah. Kejadian itu memaksanya absen selama tujuh seri balap. Martin baru kembali ke lintasan di GP Ceko.

Nasib buruk lainnya menerpa Martin pada balapan sprint GP Jepang. Ia terjatuh di tikungan pertama bersama Marco Bezzecchi yang tersapu motornya. Insiden tersebut menyebabkan Martin mengalami cedera patah tulang selangka kanan.

Absennya Martin dalam sejumlah balapan memengaruhi posisinya di klasemen akhir. Ia bercokol di peringkat ke-21 setelah mengumpulkan 34 poin. Ini menjadi pencapaian terburuk The Martinator selama berkarier di MotoGP.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team