Musim perdana Jorge Martin bersama Aprilia tak berjalan maksimal. Ia mengalami empat kali cedera sepanjang 2025. Bahkan, dua cedera awal terjadi sebelum seri pembuka di Buriram, Thailand.
Cedera pertama terjadi saat Martin mengalami highside pada hari pertama tes pramusim di Sepang, Malaysia. Insiden tersebut menyebabkan Martin menderita patah tangan kanan dan kaki kiri. Itu membuatnya tak bisa meneruskan tes pramusim di Negeri Jiran.
Kemudian, Martin kembali masuk meja operasi akibat cedera patah tulang tangan kiri sewaktu latihan sebelum pekan balap GP Thailand. Alhasil, pembalap asal Spanyol itu melewatkan tiga pekan balap pertama. Martin kembali memacu motor RS-GP di GP Qatar.
Cedera kembali menerpa Martin saat balapan utama GP Qatar. Ia terjatuh pada lap 14 yang menyebabkan sebelas tulang rusuknya patah. Kejadian itu memaksanya absen selama tujuh seri balap. Martin baru kembali ke lintasan di GP Ceko.
Nasib buruk lainnya menerpa Martin pada balapan sprint GP Jepang. Ia terjatuh di tikungan pertama bersama Marco Bezzecchi yang tersapu motornya. Insiden tersebut menyebabkan Martin mengalami cedera patah tulang selangka kanan.
Absennya Martin dalam sejumlah balapan memengaruhi posisinya di klasemen akhir. Ia bercokol di peringkat ke-21 setelah mengumpulkan 34 poin. Ini menjadi pencapaian terburuk The Martinator selama berkarier di MotoGP.