TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Tampil di Bawah Tekanan Bikin Zhou Guanyu Lebih Percaya Diri

Tetap membela Alfa Romeo di Formula 1 2023

Zhou Guanyu (formula1.com)

Alfa Romeo memperpanjang kontrak pembalap muda mereka, Zhou Guanyu, untuk musim 2023. Mereka mengumumkan itu pada Selasa (27/9/2022).

Meski baru melakoni kariernya di Formula 1, penampilan pembalap asal China tersebut tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan mobil Alfa Romeo yang tak istimewa, Zhou berhasil membawa pulang beberapa poin.

Zhou Guanyu sendiri mengaku mengalami tekanan luar biasa pada musim pertamanya. Namun, hal itu justru menjadi motivasi untuk tampil lebih baik lagi di ajang F1.

1. Zhou Guanyu merupakan pembalap F1 pertama asal China

Zhou Guanyu (formula1.com)

Meski merupakan salah satu negara besar dengan penduduk terbanyak di dunia, China belum pernah mengirim satu pun pembalapnya ke ajang Formula 1. Mereka kalah dari Jepang yang sudah banyak mengirim wakil ke F1. Bahkan, pembalap asal India, Malaysia, dan Indonesia juga pernah berlaga di sana.

Penantian China akhirnya berakhir setelah Zhou Guanyu dikontrak Alfa Romeo untuk musim 2023. Terlebih ia merupakan peringkat ketiga di Formula 2 2021. Zhou pun resmi menjadi pembalap China pertama yang balapan di Formula 1.

Baca Juga: Zhou Guanyu Terkejut atas Pencapaian pada Paruh Pertama Formula 1 2022

2. Penampilan Zhou Guanyu cukup bagus sejauh ini

Zhou Guanyu (formula1.com)

Zhou Guanyu langsung tampil menawan pada balapan debutnya di GP Bahrain dengan finis kesepuluh, sekaligus membawa pulang satu poin. Setelah itu, ia kembali meraih poin pada GP Kanada dan GP Italia.

Dengan hasil tersebut, hingga GP Italia, Zhou telah mengoleksi enam poin dan bertengger di urutan ke-17. Meskipun masih kalah jauh dari rekan setimnya, Valtteri Bottas, yang mengoleksi 46 poin. Itu tak lain karena Bottas punya lebih banyak pengalaman dibanding Zhou.

3. Zhou Guanyu bangun hubungan baik dengan Valtteri Bottas

Zhou Guanyu dan Valtteri Bottas (formula1.com)

Bertandem dengan pembalap berpengalaman seperti Valtteri Bottas membuat Zhou Guanyu merasa tertantang. Ia mengaku nyaman berduet dengan Bottas yang merupakan mantan pembalap Mercedes. Zhou juga menyebut bahwa Bottas berperan seperti mentor baginya.

"Rasanya seperti tahun pertama ini bekerja sama (dengan Bottas) sangat sukses. Saya senang dengan tim saya, senang dengan rekan setim saya yang sangat membantu sepanjang musim. Saya belajar banyak dari Valtteri dan tim," ujar Zhou mengutip situs resmi Formula 1.

4. Zhou Guanyu tak biarkan tekanan pengaruhi performanya

Zhou Guanyu (formula1.com)

Tak mudah bagi pembalap mana pun menghadapi musim pertamanya di Formula 1. Tekanan besar tentu saja akan mereka hadapi demi bertahan di kompetisi balap mobil terpopuler di dunia tersebut.

Zhou mengatakan musim pertamanya tak mudah dilalui dengan besarnya tekanan yang ia dapat sejak awal musim 2022. Namun, perlahan Zhou mengubah tekanan tersebut menjadi motivasi untuk tampil lebih baik lagi. 

Zhou Guanyu juga sempat mengalami kecelakaan fatal pada GP Inggris ketika mobilnya terbalik dan meluncur keras menabrak tembok pembatas. Beruntung, Zhou dapat selamat tanpa luka yang berarti berkat adanya halo.

Baca Juga: Selamat dari Insiden GP Inggris, Zhou Guanyu: Halo Menyelamatkanku

Verified Writer

Genady Althaf

berbagi dengan menulis

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya