Selain safety car tradisional, ada virtual safety car yang diperkenalkan di Formula 1 pada 2015. Sistem itu berperan krusial dan terbukti efektif dalam berbagai Grand Prix, seperti Monako 2015 dan Singapura 2019. Oleh karena itu, implementasi sistem ini adalah langkah maju dalam manajemen keselamatan yang mampu menjaga ritme balapan tanpa harus menurunkan safety car fisik ke lintasan.
Saat virtual safety car diaktifkan untuk menangani bahaya terpusat, semua pembalap diharuskan segera mengurangi kecepatan mobil balap secara signifikan. Mereka perlu mematuhi batas waktu yang ditentukan atau delta speed di tiap sektor lintasan. Kondisi itu dipantau secara langsung melalui sistem elektronik di dalam mobil balap untuk memastikan tidak ada pihak yang memperoleh keuntungan strategis.
