Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Goretzka Soal Status Kuda Hitam Jerman di Piala Dunia: Tak Penting

Goretzka Soal Status Kuda Hitam Jerman di Piala Dunia: Tak Penting
ilustrasi logo Timnas Jerman (unsplash.com/dbrandaof)
Intinya Sih
  • Leon Goretzka menilai status kuda hitam Jerman di Piala Dunia 2026 bukan masalah, asalkan tim mampu tampil maksimal dan konsisten sejak awal turnamen.
  • Ia menegaskan tekanan sebagai favorit bisa jadi beban, namun juga mengakui peran itu memberi peluang lebih besar untuk sukses seperti pengalamannya di Bayern Muenchen.
  • Goretzka menyebut Jerman tetap berambisi besar membangun kekuatan baru dan menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai ajang kebangkitan meski tak lagi difavoritkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gelandang Timnas Jerman, Leon Goretzka, menanggapi pernyataan pelatih Julian Nagelsmann yang menyebut Die Mannschaft lebih realistis berstatus kuda hitam di Piala Dunia 2026. Menurutnya, label tersebut tidak menjadi masalah selama Jerman mampu tampil maksimal di turnamen.

Jerman saat ini masih dalam proses membangun ulang kekuatan tim di Piala Dunia 2026. Konsistensi performa menjadi fokus utama setelah beberapa hasil yang naik turun dalam turnamen sebelumnya.

Goretzka menilai status favorit bukan hal yang harus diperdebatkan secara berlebihan. Yang lebih penting, menurutnya, bagaimana Jerman tampil stabil sejak fase awal turnamen.

1. Respons Goretzka soal Nagelsmann dan status kuda hitam Jerman

Ia menegaskan, tekanan sebagai unggulan justru bisa menjadi beban tambahan. Dalam situasi tertentu, status kuda hitam bisa membuat tim bermain lebih lepas.

“Yang terpenting adalah performa kami di lapangan, bukan label favorit atau kuda hitam,” kata Goretzka dikutip ESPN, soal pandangannya.

Walay tidak mempermasalahkan status Jerman bukan favorit juara Piala Dunia 2026. Namun, ia punya pemikiran lain jika status tim sebaliknya.

"Boleh saya jujur? Saya pribadi lebih suka jika kami menjadi tim favorit. Saya tahu betul peran itu dari waktu saya di Bayern Muenchen, dan ketika Anda menjadi favorit, peluang untuk meraih kesuksesan akan lebih besar," ujar pemain berusia 31 tahun itu.

2. Die Mannschaft tetap punya ambisi besar

Goretzka memahami, situasi tersebut merupakan bagian dari proses membangun ulang skuad Jerman setelah periode yang belum konsisten.

"Saat ini, tidak tepat kami menganggap diri sendiri sebagai favorit di Piala Dunia, terlebih setelah apa yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Jadi kuda hitam sekarang tentu tak buruk, dan semakin bisa kami menerima kenyataan, semakin besar kekuatan yang bisa kami petik dari situasi tersebut," bebernya.

Ia menegaskan Jerman tetap memiliki ambisi besar bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Status apa pun yang disematkan kepada Die Mannschaft tidak mengubah target tim jadi yang terbaik di turnamen nanti.

3. Jerman bukan favorit, tapi tetap kontestan tersukses

Meski tak lagi selalu disebut favorit juara, Jerman tetap dipandang sebagai tim besar di Piala Dunia 2026. Terlebih, mereka jadi negara kedua tersukses di ajang ini setelah Brasil.

Status kuda hitam justru bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi Jerman. Sebab, hal itu bisa mengurangi tekanan publik dan ekspektasi berlebihan.

Dengan skuad yang terus berkembang, Die Mannschaft berupaya menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai panggung kebangkitan mereka, sekaligus pembuktian Jerman masih layak bersaing di level tertinggi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More