Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Regenerasi Sukses, BNI Terus Beri Dukungan untuk Bulu Tangkis Bangsa

3 min read
Regenerasi Sukses, BNI Terus Beri Dukungan untuk Bulu Tangkis Bangsa
BNI dan PBSI Dorong Lahirnya Generasi Juara. (Dok. NOC)
  • Atlet muda Indonesia menunjukkan regenerasi bulu tangkis yang menguat, ditandai lonjakan peringkat Alwi Farhan, Ubed, serta ganda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di level dunia.

  • BNI sebagai mitra strategis PBSI lebih dari lima tahun mendukung pembinaan, kompetisi, dan kesempatan bertanding atlet muda, termasuk Kejurnas 2025 yang diikuti 775 atlet dari 34 provinsi.

  • BNI menilai regenerasi penting agar prestasi tidak bergantung pada satu generasi, serta mendorong kolaborasi PBSI, pemerintah, atlet, pelatih, dan ekosistem bulu tangkis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perkembangan sejumlah atlet muda Indonesia sepanjang dua tahun terakhir menunjukkan semakin kuatnya proses regenerasi bulu tangkis nasional. Sejumlah pemain mulai menembus persaingan elite dunia sekaligus berkontribusi dalam berbagai kompetisi internasional.

Salah satu perkembangan tersebut terlihat dari perjalanan Alwi Farhan yang meningkat dari peringkat 46 dunia pada Januari 2025 hingga menembus 10 besar dunia pada Oktober 2026.

Perkembangan serupa juga ditunjukkan Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed yang naik dari peringkat 158 dunia menjadi peringkat 29 dunia.

  1. 1. Optimisme BNI akan lahirnya talenta muda Indonesia

    BNI 1.jpeg
    BNI bersama Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengantarkan 25 atlet terbaik untuk berlaga menghadapi kekuatan dunia dari Cina, Jepang, Korea Selatan, Prancis, Denmark, dan negara-negara unggulan lainnya pada ajang Indonesia Masters 2026 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, pada 20–25 Januari 2026. (Dok. BNI)

    Di sektor ganda putra, pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga menunjukkan peningkatan signifikan. Dari sebelumnya berada di kisaran peringkat 500 dunia, pasangan tersebut telah menembus peringkat 14 dunia.

    Perkembangan para pemain muda tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi yang terus diperkuat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), sekaligus memberikan ruang bagi atlet untuk membangun pengalaman, mental bertanding, dan kemampuan bersaing di level internasional.

    Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, perkembangan atlet muda menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga kesinambungan prestasi bulu tangkis Indonesia.

    "Yang membuat kami optimistis bukan hanya jumlah medali yang diraih, tetapi bagaimana kita melihat semakin banyak atlet muda Indonesia berkembang dan mulai masuk ke persaingan papan atas dunia. Bagi BNI, inilah salah satu indikator bahwa proses pembinaan dan regenerasi perlu terus dijaga secara konsisten," ujar Okki dalam keterangan tertulis.

  2. 2. Beragam dukungan terhadap pengembangan talenta muda

    1000474773.jpg
    Tim Nasional (Timnas) Bulu Tangkis Indonesia yang mendapat dukungan dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berhasil mengawali hari pertama gelaran Piala Thomas 2026 dengan gemilang. (Dok. BNI)

    Sebagai strategic partner PBSI selama lebih dari lima tahun, BNI secara konsisten mendukung pengembangan bulu tangkis nasional, termasuk pembinaan atlet muda, penyelenggaraan kompetisi, serta kesempatan bertanding di level nasional dan internasional.

    Salah satu dukungan terhadap pengembangan talenta dari daerah diwujudkan melalui wondr by BNI Kejuaraan Nasional PBSI. Pada Kejurnas 2025, ajang tersebut diikuti 775 atlet dari 34 provinsi dan menjadi salah satu ruang bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan serta membuka peluang menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi.

    BNI juga mendukung berbagai agenda pembinaan dan kompetisi yang dijalankan bersama PBSI, termasuk keikutsertaan atlet Indonesia dalam Indonesia Masters, Badminton Asia Championships, Indonesia Open, Thailand Open, serta Badminton Asia Junior Championships sepanjang 2026.

  3. 3. Komitmen BNI sukseskan regenerasi atlet

    183329.jpg
    Talenta-talenta muda bulu tangkis Indonesia kembali mendapat kesempatan menunjukkan kapasitasnya di panggung internasional. Hal tersebut tecermin dari keberhasilan dua tunggal putra muda Indonesia, Alwi Farhan Alhasny dan Mohammad Zaki Ubaidillah, melangkah ke babak semifinal Australian Badminton Open 2026 yang berlangsung di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Australia. (Dok. BNI)

    Menurut Okki, regenerasi menjadi penting agar prestasi bulu tangkis Indonesia tidak bergantung pada satu generasi.

    "BNI meyakini bahwa membangun juara bukan hanya tentang mencapai kemenangan hari ini, tetapi juga memastikan adanya generasi berikutnya yang siap melanjutkan prestasi Indonesia. Karena itu, kami ingin hadir dalam prosesnya, mulai dari pembinaan, memberikan ruang bagi atlet untuk berkembang dan bertanding, hingga mendukung mereka ketika mencapai level internasional," kata Okki.

    Dia menambahkan, keberlanjutan pembinaan membutuhkan konsistensi program, kesempatan bertanding, kualitas tim pendukung, serta kolaborasi berbagai pihak dalam satu ekosistem.

    "Enam medali Asian Games adalah sebuah pencapaian yang patut kita syukuri. Namun, bagi kami, nilai yang lebih penting adalah bagaimana pencapaian ini menjadi pijakan untuk membangun generasi berikutnya. Kami berharap kolaborasi BNI, PBSI, pemerintah, atlet, pelatih, dan seluruh ekosistem bulu tangkis dapat terus melahirkan lebih banyak juara yang mengharumkan nama Indonesia di dunia," ujar Okki.

    Sebagai BUMN dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus mendukung pengembangan talenta dan sumber daya manusia Indonesia yang unggul serta berdaya saing.

    Sejalan dengan perjalanan delapan dekade dan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI akan terus memperkuat dukungan terhadap pembinaan dan regenerasi atlet sebagai bagian dari kontribusi bagi olahraga nasional. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More