Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cerahnya Masa Depan Sepak Takraw Indonesia Usai Asian Games 2026
Tim sepak takraw Indonesia pulang usai mentas di Asian Games 2026. (Dok. PSTI)
  • Indonesia meraih satu perak dan tiga perunggu dari empat nomor sepak takraw Asian Games 2026, sehingga seluruh nomor yang diikuti berhasil menyumbang medali.

  • Perak nomor Men's Quadrant diraih setelah Indonesia kalah tipis 1-2 dari Jepang di final; PSTI menilai hasil keseluruhan tetap sebagai prestasi positif.

  • PSTI mengandalkan atlet muda untuk SEA Games 2027 dan Asian Games berikutnya, serta menyiapkan Liga Utama Sepak Takraw mulai 28 November 2026 di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sepak takraw Indonesia membawa pulang empat medali dari Asian Games 2026. Kontingen Merah Putih meraih satu medali perak dan tiga perunggu dari empat nomor yang diikuti.

Artinya, sepak takraw Indonesia berhasil menyapu bersih medali di seluruh nomor yang diikuti pada Asian Games 2026. Capaian tersebut menunjukkan prospek cerah olahraga ini di Indonesia.

1. Hampir raih emas dari nomor Men's Quadrant

Tim sepak takraw putra Indonesia kalah di final Asian Games 2026. (Dok. Kemenpora)

Peluang terbaik Indonesia untuk meraih medali emas datang dari nomor Men's Quadrant. Muhammad Hardiansyah Muliang dan kawan-kawan harus puas dengan medali perak setelah kalah dari tuan rumah Jepang di final.

Bertanding di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Sabtu (3/10/2026), Indonesia takluk dengan skor tipis 1-2. Kapten tim Muhammad Hardiansyah Muliang menyesali kegagalan Indonesia meraih medali emas.

"Sebenarnya kami sudah tahu strategi masing-masing karena sudah sering bertemu. Kemarin kita kalah teknis saja. Karena di set ketiga angkanya enggak beda dua biji saja. Jadi kita kalah strategi," ujar Hardiansyah.

Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI), Surianto, tetap menilai pencapaian tersebut sebagai prestasi positif. Terlebih, Indonesia mampu meraih medali di semua nomor yang diikuti.

"Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, tetapi ini juga merupakan prestasi luar biasa karena dari empat nomor, semua dapat medali. Satu perak dan tiga medali perunggu," ujar Surianto di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (4/10/2026).

2. Banyak atlet muda jadi modal regenerasi

Tim sepak takraw Indonesia pulang usai mentas di Asian Games 2026. (Dok. PSTI)

Empat medali yang diraih di Asian Games 2026 menjadi modal penting bagi sepak takraw Indonesia. PSTI kini mengarahkan fokus ke SEA Games 2027 dan Asian Games berikutnya.

Surianto optimistis masa depan sepak takraw Indonesia cerah karena skuad yang tampil di Aichi-Nagoya banyak diisi atlet muda.

"Insya Allah, di SEA Games atau Asian Games di Doha kami dapat memberikan yang terbaik. Kita berharap atlet-atlet yang junior bisa mempersembahkan yang terbaik. Karena kami diperkuat atlet junior, ada yang umur 17, 18, dan 19 tahun," kata Surianto.

3. PSTI siapkan liga perdana sepak takraw

Tim sepak takraw putra Indonesia kalah di final Asian Games 2026. (Dok. Kemenpora)

Selain mengandalkan regenerasi atlet, PSTI juga terus memperkuat pembinaan melalui kompetisi dalam negeri. Salah satu program terbaru yang akan dijalankan adalah Liga Utama Sepak Takraw yang akan bergulir pada 28 November 2026 di Jakarta.

Liga Utama Sepak Takraw menjadi kompetisi liga perdana yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak kesempatan bertanding bagi para atlet sekaligus menjadi bagian dari proses pencarian dan pembinaan talenta baru bagi Indonesia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article