Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Comeback di Singapore Open 2026, Rehan/Gloria: Ada Misi yang Belum Selesai
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja di Japan Open 2025 (dok.PP PBSI)
  • Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja resmi comeback di Singapore Open 2026 setelah absen panjang akibat cedera serius yang dialami Rehan pada Macau Open 2025.
  • Gloria menegaskan bahwa mereka kembali ke lapangan dengan misi menuntaskan impian yang sempat tertunda, fokus pada performa terbaik tanpa terlalu memikirkan hasil akhir.
  • Rehan mengungkapkan dukungan keluarga, pelatih, dan rekan menjadi kekuatan utama dalam proses pemulihan fisik serta mentalnya hingga siap kembali bertanding.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, resmi kembali beraksi di ajang Singapore Open 2026 BWF Super 750. Comeback ini menjadi sorotan setelah keduanya sempat berpisah panjang akibat cedera yang dialami Rehan pada Macau Open 2025.

Selama masa pemulihan, Gloria sempat berduet dengan pemain Singapura, Hee Yong Kai Terry. Setelah sekitar sembilan bulan tidak turun sebagai pasangan, Rehan/Gloria kini kembali dengan ambisi besar dan target yang belum tuntas.

1. Rehan Naufal Kusharjanto: Comeback yang penuh proses

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja jalani latihan perdana jelang Piala Sudirman 2025 (dok.PP PBSI)

Rehan mengaku sangat bersyukur bisa kembali bertanding di level internasional. Namun ia menegaskan, proses comeback ini tidak mudah setelah menjalani masa pemulihan cedera yang cukup panjang.

Ia memilih untuk tidak terburu-buru mengejar hasil, melainkan fokus pada adaptasi permainan dan ritme pertandingan.

"Pertama-pertama alhamdulillah bisa kembali lagi ke sini, bisa come back di pertandingan internasional. Memang jalannya tidak mudah buat saya, jadi saya mencoba untuk lebih enjoy, mencoba untuk menikmati pertandingan pertama dulu," kata Rehan.

2. Gloria Emanuelle Widjaja sebut masih ada “misi yang belum selesai"

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja jalani latihan perdana jelang Piala Sudirman 2025 (dok.PP PBSI)

Di sisi lain, Gloria menyambut positif kembalinya duet bersama Rehan. Ia menilai ada perkembangan yang cukup baik dalam performa pasangannya tersebut.

Gloria menegaskan bahwa comeback ini bukan sekadar kembali bertanding, tetapi juga membawa misi yang lebih besar di lapangan.

"Jadi kami memang mau kembali dan punya performa bagus di lapangan. Hasil nomor sekian, tapi setidaknya kami mau performa yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Dengan dukungan penuh yang kami dapat, kami juga ingin membuktikan dengan kasih yang terbaik. Saya merasa ada misi yang belum selesai dengan Rehan, jadi saya bilang sama dia, ayo kita selesaikan ini dengan baik," kata Gloria.

3. Dukungan orang terdekat menjadi kekuatan

Ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja dalam laga melawan India di fase grup D Piala Sudirman 2025 (dok. PP PBSI)

Menurut Rehan, dukungan orang-orang terdekat menjadi sumber kekuatannya untuk sembuh dari cedera parah. Rehan mengaku dapat dukungan hingga ke sisi mental dari orang-orang terdekatnya.

"Saya terus mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Dari keluarga, pelatih, fisio dan rekan-rekan. Mereka selalu mengingatkan tujuan saya recovery untuk apa. Mereka juga selalu menguatkan mental saya yang membuat saya lebih ekstra, lebih semangat lagi untuk bangkit," kata Rehan.

Baik Rehan maupun Gloria menegaskan, fokus utama mereka saat ini adalah membangun kembali chemistry dan performa di lapangan. Hasil menjadi prioritas berikutnya, seiring proses adaptasi yang masih berjalan.

Dengan dukungan tim dan orang terdekat, keduanya berharap dapat kembali menemukan ritme terbaik dan menyelesaikan “misi yang belum selesai” sebagai pasangan ganda campuran Indonesia di level dunia.

Kembalinya Rehan/Gloria di Singapore Open 2026 menjadi salah satu momen penting dalam kalender BWF. Turnamen level Super 750 ini kerap menjadi ajang pembuktian bagi pasangan yang ingin kembali ke persaingan papan atas dunia.

Editorial Team

Related Article