Ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja dalam laga melawan India di fase grup D Piala Sudirman 2025 (dok. PP PBSI)
Menurut Rehan, dukungan orang-orang terdekat menjadi sumber kekuatannya untuk sembuh dari cedera parah. Rehan mengaku dapat dukungan hingga ke sisi mental dari orang-orang terdekatnya.
"Saya terus mendapat dukungan dari orang-orang terdekat. Dari keluarga, pelatih, fisio dan rekan-rekan. Mereka selalu mengingatkan tujuan saya recovery untuk apa. Mereka juga selalu menguatkan mental saya yang membuat saya lebih ekstra, lebih semangat lagi untuk bangkit," kata Rehan.
Baik Rehan maupun Gloria menegaskan, fokus utama mereka saat ini adalah membangun kembali chemistry dan performa di lapangan. Hasil menjadi prioritas berikutnya, seiring proses adaptasi yang masih berjalan.
Dengan dukungan tim dan orang terdekat, keduanya berharap dapat kembali menemukan ritme terbaik dan menyelesaikan “misi yang belum selesai” sebagai pasangan ganda campuran Indonesia di level dunia.
Kembalinya Rehan/Gloria di Singapore Open 2026 menjadi salah satu momen penting dalam kalender BWF. Turnamen level Super 750 ini kerap menjadi ajang pembuktian bagi pasangan yang ingin kembali ke persaingan papan atas dunia.