Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Curling, Sapu Batu Jadi Cabor Olimpiade
ilustrasi curling (pexels.com/SHVETS production)
  • Curling adalah olahraga beregu di atas es yang mengandalkan strategi, teknik sapuan, dan batu granit untuk mencapai target lingkaran dalam ajang Olimpiade Musim Dingin.

  • Olahraga ini berasal dari Skotlandia abad pertengahan, berkembang menjadi salah satu cabang beregu tertua di dunia dengan sejarah panjang sejak abad ke-16.

  • Batu curling dibuat dari granit Pulau Ailsa Craig yang langka dan mahal, sementara mekanisme gerak batunya di atas es masih menjadi misteri ilmiah hingga kini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memang ada, ya, pertandingan menyapu batu? Ada! Bukan menyapu batu biasa, olahraga ini sudah dimainkan di Olimpiade, khususnya musim dingin. Makanya, ini asing bagi mereka yang tinggal di iklim tropis.

Curling populer di Eropa dan Amerika Utara. Negara Asia dengan empat musim seperti Jepang, China, Korea Selatan juga selalu ambil bagian. Bahkan, Filipina mulai berpartisipasi.

Dikutip World Curling, curling stone atau curling saja merupakan olahraga beregu yang dimainkan di atas es. Dua tim secara bergantian meluncurkan batu yang terbuat dari granit menuju target berupa lingkaran. Curling memadukan antara olahraga dan sains yang kompleks serta mengutamakan strategi sebagai kunci permainan. Ia tidak seperti olahraga lainnya yang mengutamakan kecepatan, ketepatan, dan kedisiplinan. Kunci dari permainan ini adalah sapu dan batu.

1. Bermula dari memanfaatkan danau yang membeku hingga jadi hobi masyarakat Skotlandia abad pertengahan

Menurut catatan History Extra, asal usul curling masih menjadi misteri, tetapi orang Skotlandia yang pertama kali memperkenalkan olahraga ini. Pada abad pertengahan, masyarakat di sana memanfaatkan danau dan kolam yang membeku sebagai arena permainan. Karena musim dingin yang berkepanjangan di Eropa Utara, curling menjadi hobi bagi orang-orang pada masa itu.

Cara memainkannya pun terbilang sederhana. Hanya melemparkan batu di atas permukaan es dan menggunakan sapu jerami sebagai daya dorong. Barulah pada abad ke 18, dibentuk badan pengatur olahraga tersebut dan terciptalah Grand Caledonian Curling Club atau yang saat ini dinamakan Royal Caledonian Curling Club (RCCC).

2. Menjadi salah satu olahraga beregu tertua di dunia

Curling berawal dari abad ke-16 dan diklaim sebagai salah satu olahraga beregu tertua dalam sejarah. Berdasarkan koleksi Stirling Smith Art Gallery & Museum, batu curling tertua ditemukan pada 1511. Bukti sumber lain dari lukisan karya Pieter Bruegel (1530--1569) menampilkan sejumlah aktivitas yang serupa dengan curling dimainkan di kolam beku oleh orang-orang abad pertengahan.

Tidak hanya itu, catatan sejarah yang ditulis dalam bahasa Latin mencatatkan bahwa seorang notaris publik, John McQuhin, pada 1540 menyatakan dalam catatannya tentang sebuah pertandingan antara John Sclater dan Gavin Hamilton dari Gereja Paisley. Sclater disebut-sebut melakukan dorongan batu di atas es sebanyak tiga kali. Pertandingan pun dilaksanakan.

3. Teknik menyapu es menjadi ciri khasnya

Pemain curling harus memahami kondisi permukaan es untuk mengetahui seberapa jauh batu yang terdorong akan meluncur menuju lingkaran yang dikenal sebagai house. Tiap pemain memiliki tugasnya masing-masing. Ada pemain yang bertugas mendorong batu dari titik start saat pemain lain bertugas menyapu permukaan es.

Poin penting dari permainan ini adalah bagaimana seorang pemain mampu mengarahkan batu menuju titik tengah dari lingkaran. Maka, dibutuhkan teknik menyapu di depan batu agar lapisan es meleleh. Menyapu permukaan es bertujuan mengurangi gesekan antara batu dan lapisan es supaya lajunya bisa mencapai posisi yang diinginkan. Sapu yang digunakan pemain curling pun bukan sapu biasa. Ia terbuat dari serat karbon dengan bulu khusus.

4. Terbuat dari batu pilihan yang terkenal mahal dan langka dari Pulau Ailsa Craig

Tidak seperti olahraga pada umumnya yang menggunakan material carbon fiber, fiberglass, alumunium, dan sebagainya, curling menggunakan batu sebagai kunci permainan. Batu yang digunakan dalam pertandingan bahkan bukan sembarang batu. Hanya batu dari Pulau Ailsa Craig yang diperbolehkan untuk dipakai. Batu ini dapat ditemukan di lepas pantai Skotlandia.

Batu dari Ailsa Craig menjadi salah satu batu terpadat dan terkuat yang pernah ditemukan. Kepadatan batu tersebut sangat cocok dengan kondisi permukaan es yang licin dan basah. Terdapat satu perusahaan yang telah berdiri lebih dari 170 tahun dalam memproduksi batu tersebut dan selalu menjadi langganan pada tiap Kejuaraan Dunia maupun Olimpiade. Kays Scotland menjadi satu-satunya perusahaan yang memegang hak lisensi batu Ailsa Craig di seluruh dunia.

Satu batu curling terstandarisasi Olimpiade sendiri dibanderol seharga 600--950 dolar Amerika Serikat atau setara 10--16 juta rupiah. Satu set lengkap batu berisi 16 buah dalam 1 pertandingan Olimpiade bisa bernilai 15 ribu dolar AS atau senilai 250 juta rupiah. Ini menjadikan curling olahraga termahal.

5. Misteri batu curling yang meluncur di atas es

Teknik dorongan batu dan gaya sapuan di atas es menjadi daya tarik dalam curling. Dasar permainan ini memang terlihat sederhana. Hanya mendorong batu dan menyapu lantai es hingga ia menuju titik lingkaran. Namun, banyak yang bertanya tentang bagaimana bisa batu-batu itu lancar meluncur di atas es ketimbang batu pada umumnya. Padahal, bobot sebuah batu curling ditaksir mencapai 19 kilogram. Laporan BBC menyatakan, granit Ailsa Craig memiliki penampilan seperti batu biasa, tetapi ini bukanlah batu biasa.

Banyak juga orang mengira arena esnya dirancang halus seperti arena seluncur. Padahal, permukaan es dalam curling justru dibuat bergelombang seperti kerikil berpasir. Para ilmuwan telah melakukan serangkaian percobaan terhadap pergerakan batu dalam posisi yang berbeda di atas es untuk curling, tetapi belum ada penjelasan ilmiah yang jelas hingga menjadi perdebatan di kalangan mereka. Sementara itu, para pelatih curling mengakui, masih banyak misteri yang belum diketahui tentang olahraga ini.

Begitulah fakta curling. Ia bukan sekadar olahraga menyapu es, melainkan juga permainan yang membutuhkan teknik dan strategi matang. Mungkin mereka yang tinggal di negara dengan iklim tropis bertanya-tanya dan menganggap olahraga ini aneh. Namun, curling merupakan salah satu cabang olahraga prestisius.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team