Formula 1 kembali mengaspal di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada 2–4 Oktober 2026. Sirkuit tersebut menjadi tuan rumah GP Bahrain yang seharusnya dihelat di Bahrain International Circuit. Seri tersebut berpindah lokasi akibat konflik di Timur Tengah yang belum mereda. Sejumlah hal menarik tentu mengiringi kembalinya Sirkuit Sepang. Salah satunya mengenai deretan pembalap yang pernah melakoni balapan di sirkuit tersebut.
4 Fakta Jelang Pekan Balap F1 GP Bahrain 2026 di Sirkuit Sepang

1. Sirkuit Sepang pertama kali menjadi tuan rumah Formula 1 pada 1999
Sirkuit Sepang pertama kali menggelar balapan Formula 1 pada 1999. Eddie Irvine menjadi pembalap pertama yang memenangi balapan di sirkuit sepanjang 5,543 kilometer tersebut. Irvine mengungguli rekan setimnya di Ferrari, Michael Schumacher, dengan jarak 1,040 detik.
Sirkuit Sepang menjadi tuan rumah balapan Formula 1 hingga 2017. Data StatsF1 per September 2026 mencatat, ada 19 balapan yang telah dihelat di sirkuit tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak sebelas pembalap berhasil naik podium tertinggi. Daftar pembalap yang memenangi balapan di Sirkuit Sepang adalah sebagai berikut:
Sebastian Vettel - 4 kemenangan;
Michael Schumacher - 3 kemenangan;
Fernando Alonso - 3 kemenangan;
Kimi Raikkonen - 2 kemenangan;
Eddie Irvine - 1 kemenangan;
Ralf Schumacher - 1 kemenangan;
Giancarlo Fisichella - 1 kemenangan;
Jenson Button - 1 kemenangan;
Lewis Hamilton - 1 kemenangan;
Daniel Ricciardo - 1 kemenangan;
Max Verstappen - 1 kemenangan.
2. GP Bahrain menjadi seri balap keempat dalam sejarah Formula 1 yang digelar di negara lain
Sebuah seri balap yang digelar di negara lain bukanlah hal baru dalam sejarah Formula 1. GP Bahrain yang berlangsung di Malaysia pada 2026 masuk daftar unik tersebut. Ini menjadi keempat kalinya balapan digelar di luar negara yang namanya tercantum sebagai seri balap.
GP San Marino menjadi seri balap pertama yang berlangsung di negara lain. Sirkuit Imola di Italia menjadi tuan rumah seri ini pada 1981–2006. Michael Schumacher merupakan peraih kemenangan terbanyak GP San Marino dengan koleksi tujuh kemenangan.
GP Swiss pernah sekali melangsungkan balapan di Sirkuit Dijon-Prenois, Prancis, pada 1982. Keke Rosberg sukses menuntaskan balapan berdurasi 80 lap itu sebagai pemenang. Ia finis di depan Alain Prost dengan keunggulan 4,442 detik.
GP Luksemburg pernah masuk kalender balap Formula 1 selama 2 musim, yakni pada 1997 dan 1998. Seri balap itu dihelat di Sirkuit Nurburgring, Jerman. Jacques Villeneuve mendulang kemenangan pada 1997, sedangkan Mika Hakkinen finis terdepan semusim berselang.
3. Pirelli membawa paket ban sedikit lebih keras pada pekan balap GP Bahrain 2026 di Sirkuit Sepang
Pirelli menyediakan paket ban sedikit lebih keras selama pekan balap GP Bahrain 2026 di Sirkuit Sepang. Pemasok ban asal Italia itu membawa ban C2 (hard), C3 (medium), dan C4 (soft). Pembalap nantinya bakal memperoleh 2 set ban hard, 3 set ban medium, dan 8 set ban soft.
Pembalap yang berhasil lolos kepada sesi kualifikasi ketiga (Q3) akan mendapatkan tambahan satu set ban soft. Pembalap wajib memakai setidaknya dua jenis ban slick yang berbeda dalam kondisi lintasan kering. Pirelli tetap menyediakan ban intermediate dan full wet jika pembalap memerlukan kompon tersebut.
Ada faktor yang mendorong Pirelli membawa paket ban C2, C3, dan C4. Paket tersebut akan memberikan tim lebih banyak pilihan strategi serta menciptakan selisih waktu yang lebih kecil antara strategi 1 kali dan 2 kali pit stop. Pirelli juga mengingatkan, suhu udara dan lintasan memainkan peran krusial dalam strategi pengelolaan ban.
"Sirkuit Sepang menghasilkan tingkat energi menengah pada ban. Tingkat keausannya sebanding dengan Sirkuit Spa-Francorchamps dan Shanghai International Circuit. Suhu udara dan lintasan akan menjadi faktor penting dalam pengelolaan ban sehingga degradasi termal merupakan salah satu aspek utama pada akhir pekan ini," bunyi pernyataan Pirelli dilansir Formula 1.
4. Pekan balap GP Bahrain 2026 di Sirkuit Sepang berpotensi berlangsung dalam guyuran hujan
Hujan berpeluang terjadi pada pekan balap GP Bahrain di Sirkuit Sepang pada akhir pekan ini. Sesi latihan pertama dan kedua pada Jumat (2/10/2026) diprediksi digelar dalam cuaca panas dan lembap. Suhu udara berkisar pada 23–32 derajat Celsius.
Suhu lintasan dapat mencapai 53,85 derajat Celsius. Meski begitu, peluang hujan berada pada kisaran 50 persen. Ini membuka kemungkinan hujan mengguyur sepanjang sesi berlangsung.
Kondisi cuaca yang tidak jauh berbeda terjadi pada Sabtu (3/10/2026) saat sesi latihan ketiga (FP3) dan kualifikasi. Suhu udara berada pada rentang 24–32 derajat Celsius. Adapun titik tertinggi suhu lintasan sebesar 53,32 derajat Celsius. Peluang hujan masih cukup tinggi, yakni sebesar 40 persen.
Balapan yang dihelat pada Minggu (4/10/2026) akan berlangsung dalam kondisi hangat dan lembap dengan suhu udara berkisar pada 24–31 derajat Celsius. Suhu lintasan tidak setinggi hari sebelumnya karena akan mencapai 46 derajat Celsius. Peluang hujan juga lebih rendah, yaitu sebesar 30 persen. Keseruan aksi pembalap di Sirkuit Sepang dapat disaksikan berdasarkan jadwal berikut:
Jumat. 2 Oktober 2026
- Sesi latihan pertama: 11:30–12:30 WIB;
- Sesi latihan kedua: 15:00–16:00 WIB;
Sabtu, 3 Oktober 2026
- Sesi latihan ketiga: 11:30–12:30 WIB;
- Kualifikasi: 15:00–16:00 WIB;
Minggu, 4 Oktober 2026
- Balapan: 14:00 WIB.
Pekan balap GP Bahrain di Sirkuit Sepang tentu tidak boleh terlewatkan. Apalagi, ini menjadi pertama kalinya sirkuit tersebut kembali melangsungkan balapan Formula 1 setelah absen selama 9 tahun. Siapa yang nantinya finis sebagai pemenang pada akhir pekan ini?
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- 5 Gol Terakhir Soufiane Rahimi Bersama Timnas Maroko, Produktif!01 Oct 2026, 22:14 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- 7 Jadwal Brighton & Hove Albion pada Oktober 2026, 3 Ajang Berbeda01 Oct 2026, 21:14 WIB
- 5 Kemenangan Terakhir Spanyol Melawan Inggris per September 202601 Oct 2026, 20:14 WIB