Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi balap Moto2
ilustrasi balap Moto2 (unsplash.com/Sara Ruffoni)

Intinya sih...

  • Jarak finis Moto2 Aragon: 0,003 detik Oncu vs Moreira

  • Moto3 Italia: Quiles vs Carpe selisih 0,006 detik

  • Moto3 Qatar: Piqueras vs Furusato gap finis 0,009 detik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Balapan MotoGP tetap jadi primadona di ajang Grand Prix. Bagaimana tidak, nama-nama besar memang mengaspal di panasnya lintasan. Kuatnya Marc Marquez, cepatnya Alex Marquez, dan menghiburnya Marco Bezzecchi memberi keseruan bagi penonton.

Kendati begitu, balapan Moto2 dan Moto3 tak kalah menarik. Duel-duel panas dan ketat sering terjadi. Tak jarang, jarak finis di kelas intermediate dan ringan bisa begitu berdekatan. Bahkan, sepanjang musim 2025 saja ada tiga momen ketika gap finis masuk dalam hitungan milidetik.

1. Jarak finis antara Oncu dan Moreira di Moto2 Aragon hanya 0,003 detik

Sirkuit Aragon jadi saksi bisu terciptanya rekor jarak finis paling ketat di era Moto2. Dua pelakunya adalah Deniz Oncu (Red Bull KTM Ajo) dan Diogo Moreira (Italtrans Racing Team). Baik Oncu maupun Moreira, keduanya sedang memburu kemenangan pertama di kelas intermediate.

Saking panasnya perlombaan, duel adu cepat terjadi hingga tikungan terakhir di lap pamungkas. Moreira sejatinya memimpin balapan. Namun, Oncu mencuri kemenangan tepat sebelum garis finis dengan selisih waktu hanya 0,003 detik. Ini merupakan kemenangan pertama Oncu sekaligus kemenangan pertama pembalap asal Turki di Moto2.

2. Di Moto3, selisih finis antara Quiles dan Carpe di seri Italia cuma 0,006 detik

Saat berlangsungnya seri Moto3 Italia, pembalap debutan tampil mengesankan. Rookie Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) start dari pole position dan punya kans besar untuk menang. Hanya saja, rivalnya tak mau kalah. Debutan lain yang bertekad untuk jadi kampiun adalah Maximo Quiles (CFMOTO Aspar Team).

Dua rookie tersebut saling beradu kecepatan di lintasan. Selain mereka, ada juga tiga pembalap lain yang kejar-mengejar untuk memimpin balapan berdurasi 17 putaran tersebut. Saat melewati chequered flag, Quiles jadi yang pertama finis dengan keunggulan hanya 0,006 detik di depan Carpe yang finis runner-up.

Bagi Quiles, ini adalah kemenangan pertamanya di ajang Grand Prix. Ia sukes menaklukkan salah satu balapan terketat. Bayangkan saja, selisih waktu pembalap yang finis delapan besar hanya kurang dari 0,5 detik.

3. Masih di Moto3, gap finis antara Piqueras dan Furusato di seri Qatar hanya 0,009 detik

Di seri Moto3 Qatar, jarak finis antara kampiun dan runner-up juga sangat tipis. Angel Piqueras (MT Helmets MSI) berhasil menang dengan gap 0,009 detik dari Taiyo Furusato (Honda Team Asia). Pada tiga tikungan terakhir di lap pamungkas, Furusato sejatinya memimpin balapan. Namun, ia gagal mempertahankannya.

Secara keseluruhan, persaingan ketat di Sirkuit Lusail tersebut terjadi antara empat pembalap. Selain Piqueras dan Furusato, Ryusei Yamanaka dan Joel Kelso berada tak jauh di belakang. Gap finis keempatnya juga tipis, hanya 0,097 detik.

4. Daftar jarak finis paling ketat di Moto2 dan Moto3 sepanjang musim 2025

Sepanjang 2025, setidaknya ada sebelas balapan Moto2 dan Moto3 dengan gap finis yang kurang dari 0,1 detik. Beberapa pembalap Moto2 yang terlibat di momen ini adalah Deniz Oncu, Diogo Moreira, Aron Canet, dan Collin Veijer. Sementara itu, rider Moto3 yang masuk daftar adalah Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Angel Piqueras, Taiyo Furusato, Valentin Perrone, Adrian Fernandez, Jose Antonio Rueda, David Munoz, dan Ryusei Yamanaka.

Sebagai gambaran, berikut ini daftar jarak finis paling ketat di Moto2 dan Moto3 musim 2025:

  • Moto2 Aragon: gap finis 0,003 detik (Oncu vs Moreira);

  • Moto3 Italia: gap finis 0,006 detik (Quiles vs Carpe);

  • Moto3 Qatar: gap finis 0,009 detik (Piqueras vs Furusato);

  • Moto3 Hungaria: gap finis 0,018 detik (Quiles vs Perrone);

  • Moto3 Argentina: gap finis 0,036 detik (Piqueras vs Fernandez);

  • Moto3 Inggris: gap finis 0,046 detik (Rueda vs Quiles);

  • Moto3 Aragon: gap finis 0,050 detik (Munoz vs Quiles);

  • Moto2 Belanda: gap finis 0,056 detik (Moreira vs Canet);

  • Moto3 Catalunya: gap finis 0,081 detik (Piqueras vs Rueda);

  • Moto2 Portugal: gap finis 0,090 detik (Moreira vs Veijer); dan

  • Moto3 Austria: gap finis 0,096 detik (Piqueras vs Yamanaka).

Jarak finis yang ketat menandakan persaingan panas di lintasan Grand Prix. Setiap pembalap memang ingin mengecap manisnya kemenangan. Pada musim 2026, seketat apa jarak finis yang bakal tercipta?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team