Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Juara Nasional ITCR 1500, Zayn Neymar Cetak Sejarah

2 min read
Juara Nasional ITCR 1500, Zayn Neymar Cetak Sejarah
Ananda Zayn Neymar menulis tinta emas sebagai juara nasional termuda di kelas ITCR 1500 Non Seeded. (Dok. Istimewa).
  • Ananda Zayn Neymar menjadi juara nasional termuda di kelas ITCR 1500 Non Seeded setelah meraih kemenangan ganda di Mandalika Festival of Speed 2026.

  • Memulai balap dari gokart sejak usia 12 tahun, Zayn kini bersaing di level nasional bersama HRI Team Management menggunakan Honda City Hatchback RS.

  • Zayn membidik ajang internasional, dengan dukungan keluarga yang tetap menekankan pendidikan formal, kedisiplinan, dan pembentukan karakter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Dunia balap Indonesia kembali digebrak oleh talenta muda. Itu setelah Ananda Zayn Neymar menulis tinta emas sebagai juara nasional termuda di kelas ITCR 1500 Non Seeded, saat usianya baru menginjak 14 tahun.

Prestasi bersejarah ini diraihnya setelah mencetak kemenangan ganda di Mandalika Festival of Speed 2026. Mengaspal di Pertamina Mandalika International Circuit, Zayn memacu mobilnya dengan ciamik untuk mengamankan podium tertinggi.

  1. 1. Modal gokart, sukses taklukkan sirkuit aspal

    Zayn yang saat ini masih duduk di bangku kelas 9 SMP mengawali perjalanan balapnya dari lintasan gokart sejak usia 12 tahun. Dalam waktu yang relatif singkat, dia mampu menunjukkan perkembangan signifikan, hingga akhirnya sukses bersaing di level balap mobil nasional.

    Bersama HRI Team Management yang dikomandoi Avila Bahar, Zayn tampil percaya diri menggeber mobil Honda City Hatchback RS. Pencapaian ini sekaligus menjadikannya sebagai remaja pertama dari Sulawesi Selatan yang sukses menorehkan prestasi gemilang di kategori ini.

  2. 2. Tolak cepat puas, bidik panggung internasional

    Rekor juara nasional termuda itu mendongkrak ambisi Zayn. Apalagi, dia sadar kalau perjalanannya di dunia balap masih sangat panjang dan masih banyak hal teknis yang perlu ia tingkatkan. Targetnya mencicipi panggung internasional, sekaligus mengharumkan nama bangsa.

    "Saya tahu perjalanan menuju (sukses) ke sana tidak mudah. Target saya bukan hanya juara di Indonesia, tetapi suatu hari nanti bisa membawa nama Indonesia di ajang balap internasional," ujar Zayn.

  3. 3. Dukungan penuh keluarga tanpa lupakan pendidikan

    Kesuksesan Zayn tak lepas dari doa dan dukungan penuh keluarganya, terutama sang ayah, Fadli Ananda. Fadli mengaku sangat bangga melihat putranya bisa meraih prestasi membanggakan, namun ia lebih menghargai proses belajar dan pembentukan karakter yang dilalui Zayn.

    Sang ayah menegaskan bahwa dukungan keluarga akan selalu mengalir deras selama Zayn menjalani mimpinya dengan penuh tanggung jawab. Namun, sang ayah juga mewanti-wanti putranya agar tidak pernah melupakan pentingnya pendidikan formal dan kedisiplinan sebagai seorang remaja.

    "Kami ingin Zayn tumbuh bukan hanya menjadi pembalap yang berprestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang rendah hati, disiplin, dan menghargai setiap orang yang membantunya," ucap Fadli.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More