Di Formula 1 2026, sebagian besar pembalap melontarkan kritik tajam terhadap sistem manajemen energi dan baterai. Mereka menyoroti masalah teknis serius saat mobil balap tiba-tiba kehabisan daya listrik di akhir lintasan lurus sehingga terjadi penurunan kecepatan drastis. Kondisi itu dinilai sangat membahayakan karena menciptakan perbedaan kecepatan yang sangat tajam dengan mobil balap di belakang yang sedang menggunakan daya listrik tambahan.
Max Verstappen mengecam keras regulasi baterai Formula 1 dengan menyamakan pengalaman balap seperti bermain game Mario Kart yang dinilai sangat artifisial. Sementara, Carlos Sainz menuduh pihak penyelenggara sengaja memanipulasi tayangan televisi untuk menyembunyikan masalah itu dari para penonton. Selain itu, Sainz juga meyakini bahwa petinggi kejuaraan ini sebenarnya menyadari bahwa regulasi itu adalah kegagalan yang sangat jauh dari standar ideal.
