Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sampai Kapan Fernando Alonso Bertahan di Formula 1?

Sampai Kapan Fernando Alonso Bertahan di Formula 1?
Fernando Alonso pada Formula 1 Grand Prix Jepang 2025 (commons.wikimedia.org/Liauzh)
Intinya Sih
  • Fernando Alonso tetap bertahan di Formula 1 meski berusia 45 tahun karena ambisinya meraih gelar juara dunia ketiga yang belum tercapai sejak masa bersama McLaren dan Ferrari.
  • Alonso menyatakan akan pensiun bila fisiknya melemah atau catatan waktunya menurun, namun hingga 2025 ia masih kompetitif dan mampu mengalahkan rekan setimnya di Aston Martin.
  • Meski menghadapi tekanan dari tim, Alonso memilih menunda keputusan soal masa depan hingga September 2026 sambil menilai perkembangan mobil dan motivasinya di tengah performa Aston Martin yang bermasalah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pada 2026, Fernando Alonso menginjak usia 45 tahun dengan rekam jejak karier di Formula 1 yang mencapai 23 musim. Meskipun melampaui batas usia wajar bagi pembalap, komitmen dan kecepatannya di kejuaraan itu dinilai sama sekali belum memudar. Akan tetapi, langkahnya saat ini menghadapi rintangan besar karena Aston Martin sedang membangun ulang struktur mobil balap mereka dari awal.

Mobil balap Aston Martin di Formula 1 2026 yang dikemudikan Fernando Alonso menghadapi berbagai masalah teknis yang serius pada sasis dan mesin. Berbagai kendala itu memicu perdebatan sengit antara Alonso dengan pihak tim. Pada akhirnya, rentetan masalah itu memunculkan spekulasi tentang kesabaran Alonso untuk bertahan atau justru ingin segera mengakhiri karier di Formula 1.

1. Fernando Alonso memiliki ambisi yang belum tuntas dan masih berusaha mengejar gelar juara dunia ketiga di Formula 1

Sepanjang berkarier di Formula 1, Fernando Alonso berhasil memperoleh dua gelar juara dunia. Meskipun sudah sangat mapan dan bisa saja pensiun untuk menjalani hidup yang tenang di luar lintasan balap, dirinya tetap memutuskan bertahan. Keputusan itu diambil karena dia masih menganggap perjalanannya dalam kejuaraan ini sebagai urusan yang belum tuntas sebelum ia berhasil meraih gelar juara dunia ketiganya.

Sebelumnya, ambisi tiga gelar juara dunia pernah Fernando Alonso kejar dengan berseragam McLaren dan Ferrari, tetapi berakhir rasa frustrasi semata. Saat membela Ferrari, Alonso bahkan harus menanggung beban mengemudikan mobil balap yang kurang kompetitif sehingga hanya dapat menempati posisi kedua klasemen sebanyak tiga kali. Meskipun semangat untuk menambah koleksi gelar juara dunia belum padam, dirinya harus menyadari kenyataan bahwa momen kejayaan yang dinantikan itu mungkin tidak akan pernah tiba.

2. Fernando Alonso mengetahui waktu yang tepat untuk pensiun, misalnya jika fisik mulai lemah atau catatan waktu sudah tidak cukup cepat

Fernando Alonso menyadari harus mengambil keputusan pasti untuk berhenti dari Formula 1 saat momen yang tepat sudah tiba. Pembalap Spanyol itu menegaskan bahwa langkah pensiun ini akan ditempuh jika dirinya mulai sakit atau rentan mengalami cedera. Selain itu, catatan waktu yang melambat juga akan berkontribusi terhadap keputusan pensiunnya.

Pada 2025, Fernando Alonso mengakui belum merasakan ada indikasi penurunan kemampuan fisik. Selain itu, dia tetap memiliki motivasi tinggi. Bahkan, kecepatan pembalap paling veteran di Formula 1 itu dinilai masih sangat baik karena rutin mengalahkan rekan setimnya.

3. Meskipun masih bisa mengalahkan rekan setim hingga berusia 65 tahun, Fernando Alonso tidak seharusnya berkompetisi di barisan belakang

Felipe Massa, rekan setim Fernando Alonso di Ferrari, menjelaskan bahwa Sang Pembalap Spanyol tidak seharusnya membuang waktu dengan bersaing di barisan belakang Formula 1 2026. Mengingat, pembalap senior itu sedang berjuang keras mengendalikan mobil balap Aston Martin yang sangat tidak layak dipakai berkompetisi. Rentetan masalah awal musim itu membuatnya diyakini sudah tidak lagi menikmati kiprah di Formula 1.

Meskipun usia terus bertambah, kemampuan membalap Fernando Alonso masih bisa mengalahkan rekan setim secara konsisten, bahkan hingga berusia 65 tahun meskipun terdengar klise. Penilaian itu muncul karena Lance Stroll, rekan setimnya, dianggap tidak memiliki keahlian yang setara dengan para pembalap unggulan lainnya. Akan tetapi, mengingat faktor usia sangat menentukan dalam industri olahraga, Alonso disarankan menyadari waktu yang tepat untuk berhenti dari Formula 1 dan beralih ke kategori balap lain yang lebih menyenangkan.

4. Sebelum memutuskan masa depan karier di Formula 1, Fernando Alonso berniat menunggu hingga September 2026 meskipun mungkin ditekan tim

Fernando Alonso berencana menunda keputusan tentang masa depan karier di Formula 1 sampai September 2026. Dirinya ingin meluangkan waktu lebih lama untuk mengevaluasi tingkat perkembangan dan performa mobil balap di bawah penerapan regulasi baru 2026. Menurutnya, perubahan tingkat performa antara berbagai tim bisa terjadi secara drastis seiring berjalannya waktu sehingga keputusan yang diambil terlalu cepat bisa menjadi langkah keliru.

Selain mempertimbangkan faktor teknis, kepastian masa depan Fernando Alonso juga sangat bergantung kepada tingkat motivasi dan perasaan pribadi dalam menjalani sisa Grand Prix Formula 1 2026. Meskipun dia berniat menunggu secara sabar, Aston Martin mungkin akan mendesaknya untuk memberikan jawaban pasti lebih awal saat musim semi. Tekanan itu muncul karena tim membutuhkan waktu yang cukup untuk memantau ketersediaan pembalap lain dalam bursa transfer jika ia memastikan pensiun dari Formula 1. 

Pada akhirnya, Fernando Alonso sedang terjebak dalam situasi karier Formula 1 yang sangat sulit. Dirinya masih memiliki gairah dan motivasi tinggi untuk terus berkiprah. Sayangnya, mobil balapnya tidak bisa memenuhi keinginannya untuk bersaing sebagai pembalap yang kompetitif.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More