Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kiprah 5 Unggulan Tuan Rumah di Indonesia Open 2026, Ada Runner-up!
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Dongjie Chen)

Indonesia Open 2026 telah rampung digelar di Jakarta pada 2—7 Juni 2026. Dalam turnamen level BWF Super 1000 tersebut, Indonesia menurunkan total 21 wakil yang bersaing di lima sektor. Sayangnya, tuan rumah kembali gagal meraih gelar juara meski sejumlah pemain mampu menorehkan hasil positif.

Dari 21 wakil yang tampil, lima di antaranya berstatus unggulan dan diharapkan dapat melangkah jauh. Sebagian mampu memenuhi ekspektasi dengan menembus fase-fase akhir turnamen, bahkan ada yang berhasil mencapai partai puncak sebelum harus puas sebagai runner-up. Lantas, bagaimana kiprah lima unggulan tuan rumah di Indonesia Open 2026?

1. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri [3] keok pada laga perdana

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri datang ke Indonesia Open 2026 dengan status unggulan ketiga di sektor ganda putra. Namun, langkah mereka harus terhenti lebih cepat setelah kalah pada laga perdana. Mereka menjadi wakil unggulan Indonesia pertama yang tersingkir dari turnamen ini.

Menghadapi pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi, pasangan andalan tuan rumah ini tidak mampu mengembangkan permainan terbaiknya. Fajar/Fikri kalah dalam dua game langsung dengan skor 13-21 dan 14-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 37 menit. Hasil tersebut membuat rekor pertemuan kedua pasangan kini kembali imbang dengan kedudukan 1-1.

2. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu [8] ditaklukkan pasangan Malaysia

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menjadi unggulan Indonesia berikutnya yang gagal melangkah lebih jauh di Indonesia Open 2026. Tampil sebagai unggulan kedelapan sektor ganda campuran, mereka terhenti pada babak kedua. Hasil tersebut sekaligus mengubur harapan mereka untuk menembus perempat final.

Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, dalam pertarungan yang berlangsung selama 41 menit. Mereka kalah dua game langsung dengan skor 15-21 dan 19-21. Meski demikian, Jafar/Felisha masih unggul dalam rekor pertemuan dengan catatan 3-1, sementara kekalahan ini menjadi yang pertama dari pasangan Malaysia tersebut.

3. Putri Kusuma Wardani [5] terhenti di babak perempat final

Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri yang tampil pada Indonesia Open 2026. Menyandang status unggulan kelima, Putri mampu melangkah hingga babak perempat final dan mencatatkan hasil terbaik di sektornya. Namun, langkahnya harus terhenti sebelum mencapai empat besar.

Pada babak perempat final, Putri berhadapan dengan unggulan keempat asal China, Chen Yu Fei. Ia kalah dalam dua game langsung dengan skor 13-21 dan 20-22 dalam pertandingan berdurasi 45 menit. Hasil tersebut membuat Putri masih belum mampu meraih kemenangan atas Chen, dengan rekor pertemuan kini menjadi 0-4 untuk keunggulan tunggal putri China tersebut.

4. Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani [6] gagal melaju ke final

Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani datang ke Indonesia Open 2026 dengan status unggulan keenam. Setelah menjadi runner-up pada edisi sebelumnya, mereka kembali menunjukkan konsistensi dengan menembus babak semifinal. Namun, langkah mereka kali ini terhenti satu tingkat lebih awal dibandingkan tahun lalu.

Pada semifinal, Sabar/Reza menghadapi junior mereka, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, yang tengah tampil impresif sepanjang turnamen. Sabar/Reza harus menyerah dalam dua game langsung dengan skor 15-21 dan 18-21 dalam pertandingan berdurasi 33 menit. Kekalahan tersebut membuat rekor pertemuan kedua pasangan berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Raymond/Nikolaus.

5. Jonatan Christie [5] harus puas menjadi runner-up

Jonatan Christie menjadi unggulan tuan rumah dengan pencapaian terbaik di Indonesia Open 2026. Menempati unggulan kelima di sektor tunggal putra, ia berhasil menembus partai final setelah melewati berbagai tantangan sejak babak awal. Sayangnya, Jonatan belum mampu menuntaskan perjuangannya dengan gelar juara.

Pada laga final, Jonatan berhadapan dengan pemain nonunggulan asal Kanada, Victor Lai. Ia harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah dua game langsung dengan skor 19-21 dan 9-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 39 menit. Pertandingan tersebut juga menjadi pertemuan pertama antara Jonatan dan Victor di level internasional, sekaligus membuat Jonatan harus puas finis sebagai runner-up.

Lima unggulan tuan rumah di Indonesia Open 2026 mencatatkan hasil yang beragam, mulai dari tersingkir pada laga perdana hingga melaju ke partai final. Meski belum mampu mengakhiri puasa gelar di kandang sendiri, penampilan para unggulan tersebut tetap menunjukkan daya saing Indonesia pada salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender BWF.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article