Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Kombinasi Italia dan Jerman yang Menang Balapan di Formula 1
ilustrasi pembalap Mercedes di Formula 1 (pexels.com/Jonathan Borba)
  • Andrea Kimi Antonelli, pembalap Italia dari tim Mercedes Jerman, menjuarai GP Jepang 2026 dan menjadi pemimpin klasemen termuda di usia 19 tahun 7 bulan.
  • Kombinasi Italia-Jerman telah menghasilkan deretan juara Formula 1 legendaris seperti Wolfgang von Trips, Michael Schumacher, dan Sebastian Vettel bersama tim Ferrari.
  • Sejarah menunjukkan kolaborasi pembalap Italia dengan tim Jerman atau sebaliknya selalu melahirkan kemenangan besar dan rekor penting dalam dunia Formula 1.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Andrea Kimi Antonelli berhasil menjuarai Formula 1 GP Jepang 2026, Minggu (29/3/2026). Antonelli yang meraih pole position sempat turun beberapa posisi karena start yang buruk. Namun, ia berhasil bangkit untuk meraih kemenangan keduanya di Formula 1.

Antonelli yang merupakan pembalap Italia meraih kemenangan bersama tim asal Jerman. Kombinasi kedua negara tersebut dikenal memiliki sejarah luar biasa di Formula 1. Italia dan Jerman merupakan penghasil pembalap berkualitas serta mampu memproduksi mesin terbaik. Berikut empat kombinasi Italia dan Jerman yang pernah menang balapan di Formula 1 per 31 Maret 2026.

1. Wolfgang von Trips meraih dua kemenangan bersama Ferrari

Wolfgang von Trips merupakan pembalap Jerman pertama yang meraih kemenangan di Formula 1. Pembalap yang akrab disapa Taffy tersebut meraih dua kemenangan pada 1961 di GP Belanda dan GP Inggris. Dua kemenangan tersebut diraih Taffy ketika membela Ferrari.

Sayang, karier Von Trips berakhir tragis pada musim yang sama. Ia meninggal dunia ketika balapan di GP Italia. Padahal, Von Trips ketika itu tengah memimpin klasemen dan berpeluang besar menjadi juara dunia.

2. Michael Schumacher meraih 72 kemenangan bersama Ferrari

Bergabungnya Michael Schumacher ke Ferrari pada 1996 merupakan awal kebangkitan Ferrari di Formula 1. Ferrari saat itu mengalami paceklik gelar juara dunia. Tim berlogo kuda jingkrak tersebut kali terakhir meraih gelar juara dunia pembalap pada 1979 dan gelar juara dunia konstruktor pada 1983.

Gelar juara dunia yang telah lama dinanti Ferrari berhasil dipersembahkan Schumacher pada 2000. Setelah itu, gelar juara dunia selalu jatuh ke tangan Schumacher dan Ferrari hingga 2004. Musim 2002 menjadi musim terbaik Schumacher karena selalu mengakhiri balapan di atas podium.

Kerja sama keduanya berakhir pada akhir 2006 ketika Schumacher memutuskan pensiun. Pembalap asal Jerman tersebut pensiun sebagai pembalap tersukses Ferrari sepanjang masa. Selain 5 gelar juara dunia, Schumacher juga meraih 72 kemenangan yang merupakan rekor bagi pembalap Ferrari.

3. Sebastian Vettel mempersembahkan 14 kemenangan bagi Ferrari

Sepeninggal Michael Schumacher, Ferrari kembali merekrut pembalap Jerman pada 2015. Pembalap tersebut adalah Sebastian Vettel. Sebelum bergabung dengan Ferrari, Vettel meraih empat gelar juara dunia bersama Red Bull.

Vettel berhasil mempersembahkan 14 kemenangan bagi Ferrari. Sayang, ia tak pernah meraih gelar juara dunia. Vettel dan Ferrari tak mampu melawan dominasi Mercedes yang menguasai era turbo hybrid.

Selain bersama Ferrari, Vettel meraih satu kemenangan bersama tim Italia lainnya, Toro Rosso, di GP Italia 2008. Kemenangan tersebut terbilang spesial karena merupakan kemenangan pertamanya di Formula 1. Vettel saat itu menjadi pemenang balapan termuda di Formula 1 pada usia 21 tahun 2 bulan 11 hari.

4. Andrea Kimi Antonelli telah meraih dua kemenangan bersama Mercedes

Andrea Kimi Antonelli menjadi pembalap yang menarik perhatian pada 2026. Ia membuka musim secara gemilang dengan raih dua kemenangan di GP China dan GP Jepang. Kemenangan tersebut tak lepas dari keberhasilan Mercedes dalam mengeksekusi regulasi baru.

Kemenangan di GP China membuatnya menjadi pemenang balapan termuda kedua di Formula 1. Antonelli ketika itu masih berusia 19 tahun 6 bulan 18 hari. Hanya Max Verstappen yang lebih muda darinya ketika meraih kemenangan. Pada balapan yang sama, Antonelli memecahkan rekor sebagai pembalap termuda yang meraih pole position.

Kemenangan Antonelli di GP Jepang tak kalah spesial. Kemenangan tersebut membuatnya mengkudeta rekan setimnya, George Russell, dari puncak klasemen. Ia sekaligus menjadi pembalap termuda yang memimpin klasemen pembalap pada usia 19 tahun 7 bulan 4 hari. Antonelli memecahkan rekor Lewis Hamilton yang memimpin balapan pada usia 22 tahun 4 bulan 6 hari setelah GP Spanyol 2007.

Melihat performa apik Mercedes, Antonelli berpotensi besar menambah catatan kemenangannya. Ia bahkan bisa saja menjadi juara dunia jika tampil konsisten hingga akhir musim. Jika itu terjadi, Italia kembali memiliki juara dunia sejak Alberto Ascari pada 1953.

Pembalap Italia bersama tim Jerman atau sebaliknya terbukti menjadi kombinasi hebat di Formula 1. Mereka sukses meraih banyak kemenangan bahkan ada yang sampai menjadi juara dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team