Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi pembalap McLaren di Formula 1
ilustrasi pembalap McLaren di Formula 1 (pexels.com/Jonathan Borba)

Tes pramusim Formula 1 2026 telah berlangsung di Bahrain International Circuit pada 11–13 Februari 2026. Dalam 3 hari pengujian tersebut, seluruh tim melakukan uji coba mendalam untuk mengukur performa mobil masing-masing. Sesi ini terasa lebih spesial karena musim 2026 menandai dimulainya regulasi baru yang membawa banyak perubahan pada karakter mobil F1.

Namun, pembalap seperti Max Verstappen dan Lewis Hamilton secara terbuka menyampaikan kritik terhadap mobil generasi terbaru ini. Ada yang menilai mobil baru terlalu kompleks, sementara yang lain merasa sensasi balapan musim 2026 akan berubah cukup besar. Kritik seperti ini sebenarnya wajar muncul setiap kali Formula 1 menggunakan regulasi baru.

Lalu, kritik apa saja yang dilontarkan pembalap ke mobil F1 2026? Berikut pembahasan singkatnya.

1. Max Verstappen menyebut mobil 2026 terasa anti-racing

Max Verstappen menjadi salah satu pembalap paling vokal dalam mengkritik mobil F1 2026 setelah sesi tes pramusim di Bahrain. Ia menilai mobil baru terlalu fokus pada manajemen energi sehingga pembalap tidak bisa terus menyerang sepanjang lap. Menurutnya, pengalaman mengemudi jadi terasa lebih seperti mengatur baterai daripada balapan murni.

Verstappen bahkan mengatakan mobil baru terasa seperti “Formula E on steroids” karena pembalap harus banyak mengangkat kaki dari gas demi menjaga energi. Pernyataan ini langsung memancing diskusi di paddock karena datang dari peraih empat gelar juara dunia Formula 1.

"Sejujurnya, mengemudikannya tidak terlalu menyenangkan. Sebagai seorang pembalap sejati, saya menikmati mengemudi dengan kecepatan penuh. Kami kekurangan energi. Saya hanya ingin mengemudi normal, seperti seharusnya. Bagi saya, itu bukanlah Formula 1. Mungkin lebih baik mengemudi di Formula E, kan? Karena di sana semuanya tentang energi, efisiensi, dan manajemen." Ujar Max Verstappen dilansir dari Motorsport.

2. Lewis Hamilton menilai aturan baru terlalu rumit untuk fans

Lewis Hamilton lebih melihat sisi lain dari regulasi 2026, yaitu tingkat kompleksitas yang dinilai terlalu tinggi. Ia mengatakan bahwa aturan baru begitu rumit sampai penonton mungkin membutuhkan pengetahuan teknis ekstra untuk benar-benar memahami jalannya balapan. Menurut Hamilton, kondisi ini bisa membuat pengalaman menonton menjadi kurang menarik karena akan lebih sulit dipahami apalagi untuk penonton baru.

"Saya rasa tidak ada satu pun penggemar yang akan memahaminya. Ini sangat kompleks. Sangat-sangat kompleks. Saya menghadiri rapat beberapa hari yang lalu dan mereka menjelaskan semuanya kepada kami, dan rasanya Anda membutuhkan gelar sarjana khusus untuk benar-benar memahaminya.” Ungkap sang juara dunia F1 tujuh kali tersebut dilansir The Guardian.

Hamilton juga menyoroti perubahan sistem tenaga yang membuat pembalap harus memikirkan banyak mode energi selama balapan. Ia menyebut situasi ini memaksa pembalap lebih sering fokus pada angka dan strategi mengatur elektronik dibanding duel langsung di lintasan. Kritik ini menambah kekhawatiran bahwa balapan pada 2026 akan terlihat lebih teknis dibandingkan musim-musim sebelumnya.

3. Baterai yang lebih besar dianggap bisa mengurangi kecepatan mobil 2026

Perubahan mesin 2026 dengan pembagian tenaga hampir setara antara mesin bensin dan listrik menjadi sumber kritik berikutnya. Pembalap harus melakukan lifting dan penghematan energi di beberapa bagian lintasan untuk menjaga daya baterai tetap optimal. Situasi ini membuat beberapa pembalap merasa mereka tidak lagi bisa mengendarai mobil secara maksimal sepanjang lap.

Bagi pembalap seperti Verstappen, sensasi mengemudi flat-out adalah inti dari Formula 1. Flat-out dalam F1 memiliki arti ketika pembalap secara konsisten memacu mobil hingga batas maksimal tanpa mempertimbangkan konservasi energi. Ketika aspek tersebut berkurang, ia merasa karakter olahraga ini ikut berubah. Lewis Hamilton bahkan menyebut kekhawatirannya jika mobil 2026 bisa saja lebih lambat dibandingkan GP2, sekarang F2.

4. Lando Norris tetap optimis maski merasa mobil 2026 paling berbeda dari mobil F1 lain

Meski kritik terdengar keras, tidak semua pembalap memiliki pandangan yang sama terhadap mobil 2026. Juara dunia F1 2025, Lando Norris, justru tidak sepenuhnya sejalan dengan Max Verstappen dan Lewis Hamilton. Ia menilai perubahan regulasi ini sebagai tantangan baru yang menarik setelah menjalani tes pra-musim di Bahrain.

Norris mengaku menikmati pengalaman mengendarai mobil generasi baru tersebut. Ia mengatakan bahwa Formula 1 memang selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, baik dari sisi karakter mobil maupun cara mengemudi. Menurutnya, tantangan teknis yang muncul justru menjadi hal positif bagi pembalap maupun para insinyur tim.

Meski begitu, Norris tidak menampik mobil 2026 terasa sangat berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Ia mengakui belum bisa memastikan apakah perubahan tersebut akan memudahkan atau justru menyulitkan dirinya dan pembalap lain. Norris menambahkan bahwa tingkat cengkeraman mobil kini lebih rendah sehingga terasa lebih sulit dikendalikan.

"Ini sebuah tantangan, tetapi ini tantangan yang bagus dan menyenangkan bagi para insinyur maupun pembalap. Ini berbeda. Saya tidak tahu apakah itu akan mudah atau sulit. Ini jelas merupakan mobil Formula 1 yang paling berbeda dari semua mobil yang pernah saya kendarai,” kata Norris dikutip dari Motorsport Week.

Kritik pembalap terhadap mobil F1 2026 terutama berpusat pada tiga hal utama, yaitu manajemen energi, terlalu kompleks, dan perubahan sensasi mengemudi. Namun, perbedaan pandangan antar pembalap merupakan hal wajar dari adanya perubahan. Max Verstappen dan Lewis Hamilton menjadi salah satu pembalap paling vokal yang mengkritisi mobil F1 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy