Kemerosotan performa Francesco Bagnaia dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya pengereman. Pembalap bernomor 63 itu mengaku kehilangan kemampuan mengerem saat berbelok. Kondisi tersebut kian diperparah oleh munculnya getaran terus-menerus saat keluar dari tikungan. Ini membuat Bagnaia kurang percaya diri dengan area depan Desmosedici GP25 miliknya.
"Pengereman di trek lurus sangat mirip dibandingkan sebelumnya. Namun, perbedaan terbesar adalah saat aku memasuki tikungan. Sebelumnya, aku punya kesempatan menghentikan laju motor dengan sudut miring. Itu adalah hal yang aku rindukan sepanjang musim, terutama saat mengikuti pembalap lain," kata Francesco Bagnaia dilansir Crash.
Bagnaia menyoroti pentingnya kemampuan menghentikan laju motor saat menikung. Sebab, pembalap akan kesulitan memperlambat kecepatan motor saat sedang membuntuti pembalap lain yang ada di depan. Itu terjadi karena pembalap berada dalam slipstream ketika mengekor pembalap lain saat melaju di trek lurus.
"Saat kamu mengikuti pembalap lain, slipstream tak membantumu menghentikan motor. Jika kamu tak bisa berhenti saat berbelok, maka kamu akan mengalami masalah dan itu yang terjadi padaku. Pada 2024, aku bisa mengerem dengan sudut kemiringan lebih tajam. Aku bisa menghentikan banyak selip dan memaksakan banyak hal pada bagian akhir untuk mengurangi kecepatan," jelas Bagnaia.