Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Max Verstappen Usir Jurnalis di F1 GP Jepang 2026
Max Verstappen di Formula 1 Grand Prix China 2026 (commons.wikimedia.org/Liauzh)
  • Max Verstappen mengusir jurnalis The Guardian, Giles Richards, dari sesi media GP Jepang 2026 karena masih tersinggung atas pertanyaan terkait insiden dengan George Russell di musim sebelumnya.
  • Verstappen menolak memulai wawancara di hospitality Red Bull Suzuka sebelum Richards meninggalkan ruangan, menunjukkan ketegangan antara pembalap dan media dalam suasana yang cukup tegang.
  • Insiden awal bermula dari GP Spanyol 2025 ketika Verstappen mendapat penalti 10 detik akibat tabrakan dengan Russell, kehilangan sembilan poin penting yang menggagalkan peluang juara dunianya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pembalap Red Bull Max Verstappen mengusir Giles Richards, jurnalis surat kabar The Guardian, dari sesi jumpa pers Formula 1 Grand Prix Jepang 2026. Alasannya, Verstappen mempermasalahkan pertanyaan Richards di Grand Prix Abu Dhabi 2025. Oleh karena itu, Verstappen menyuruh Richards segera pergi meninggalkan hospitality Red Bull.

Di Formula 1 Grand Prix Abu Dhabi 2025, Giles Richards menanyakan insiden Max Verstappen dengan George Russell. Saat itu, penalti waktu menghilangkan poin berharga Verstappen dalam perebutan gelar juara dunia. Insiden itu terjadi di Grand Prix Spanyol 2025.

1. Di Formula 1 Grand Prix Abu Dhabi 2025, Max Verstappen kesal karena mendapatkan pertanyaan tentang kecelakaan dengan George Russell

Setelah Grand Prix penutup Formula 1 2025, Giles Richards menanyakan sebuah pertanyaan kepada Max Verstappen. Richards mengaitkan hilangnya poin berharga Verstappen dengan insiden kecelakaan bersama George Russell di Grand Prix Spanyol 2025. Oleh karena itu, Verstappen menunjukkan kekesalan atas pertanyaan Richards dalam wawancara ini.

Max Verstappen mengingatkan Giles Richards tentang banyak kejadian lain dalam 24 Grand Prix Formula 1 2025. Bahkan, dirinya sempat menyinggung senyum Richards saat memberikan jawaban. Pada akhirnya, ia menganggap insiden itu sebagai bagian dari Formula 1.

“Kalian melupakan semua hal lain yang terjadi pada musimku. Satu-satunya yang kalian sebutkan hanyalah Barcelona. Aku mengetahui itu pasti akan terjadi,” tegas Max Verstappen dalam laporan AP News.

2. Max Verstappen dengan tegas menolak memulai sesi media di hospitality Red Bull di Suzuka, Jepang, sampai Giles Richards pergi

Di hospitality Red Bull di Sirkuit Suzuka, Max Verstappen menunda permulaan sesi media 26 Maret 2026. Dirinya menyelesaikan tugas siaran terlebih dahulu sebelum sesi itu. Kemudian, dia melihat kehadiran jurnalis Giles Richards dalam sesi wawancara berdurasi 10 menit itu.

Max Verstappen menjadikan kepergian Giles Richards sebagai syarat mutlak memulai sesi media. Menanggapi syarat itu, Richards mempertanyakan keseriusan Verstappen dalam momen tegang ini. Pada akhirnya, Verstappen memulai sesi media setelah kepergian Richards dari ruang wawancara.

“Aku tidak akan bicara sebelum dia pergi,” ungkap Max Verstappen sambil menunjuk Giles Richards dalam pemberitaan PlanetF1.com.

3. Di Formula 1 Grand Prix Spanyol 2025, Max Verstappen kehilangan 9 poin karena penalti 10 detik dalam insiden dengan George Russell

Di Formula 1 Grand Prix Spanyol 2025, Max Verstappen sengaja mengarahkan mobil balap Red Bull ke George Russell. Hasilnya, dirinya menanggung penalti 10 detik karena memicu insiden. Penalti itu menurunkan posisi finisnya dari peringkat ke-5 menjadi peringkat ke-10 dalam hasil Grand Prix ini.

Penurunan posisi finis di Formula 1 Grand Prix Spanyol 2025 menghilangkan sembilan poin krusial Max Verstappen. Hilangnya poin itu menggagalkan raihan gelar juara dunia kelimanya dalam persaingan dengan Lando Norris. Karena penalti itu, perbedaan dua poin dalam klasemen akhir menempatkannya di bawah sang pembalap McLaren tersebut.

4. Memperoleh makian, Giles Richards membela diri dengan menegaskan bahwa pertanyaan sulit adalah bagian dari pekerjaan sebagai jurnalis

Berselang 2 jam setelah ketegangan dengan Max Verstappen, Giles Richards menerima pesan makian dari pengirim tidak dikenal. Pengirim itu menuduh Richards sebagai jurnalis toxic karena memihak pembalap Inggris di Formula 1. Oleh karena itu, rekan-rekan jurnalis menyampaikan rasa simpati kepada Richards.

Giles Richards menjadikan pelaporan berita secara jujur dan adil sebagai tujuan utama dalam tiap kesempatan liputan. Setelah diusir Max Verstappen, dirinya tetap mempertahankan kekaguman kepada sang pembalap. Dia menganggap pertanyaan sulit, termasuk kepada Verstappen, sebagai bagian dari pekerjaannya meliput Formula 1.

Singkat kata, pengusiran jurnalis adalah fenomena lumrah di Formula 1. Giles Richards tidak salah untuk memberikan pertanyaan sebagai bagian dari pekerjaan. Akan tetapi, Max Verstappen juga tidak salah untuk menolak memberikan jawaban.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team