Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengenal Super Clipping dan Implementasinya pada Mobil F1 2026
Lando Norris saat menjalani pekan balap GP Singapura 2025. (commons.wikimedia.org/Liauzh)
  • Formula 1 musim 2026 akan menghadirkan peningkatan daya listrik MGU-K hingga 350 kW, dengan super clipping menjadi salah satu metode baru untuk memulihkan energi baterai saat mobil melaju cepat.
  • Super clipping memungkinkan pembalap mengisi ulang energi tanpa mengurangi kecepatan signifikan, namun berpotensi menurunkan top speed di beberapa area lintasan tergantung strategi dan pengaturan tim.
  • Kepala tim McLaren, Andrea Stella, mengusulkan agar batas pemulihan energi super clipping dinaikkan dari 250 kW ke 350 kW, meski FIA masih mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum memberi keputusan akhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu perubahan yang terjadi di Formula 1 2026 adalah peningkatan tenaga listrik yang dihasilkan MGU-K. Sebelumnya, mesin hanya dapat menghasilkan energi listrik sebesar 120 kW. Mulai 2026, MGU-K akan memiliki daya hampir tiga kali lipat ketimbang sebelumnya, yaitu 350 kW.

Ada sejumlah teknik yang bisa pembalap gunakan untuk memulihkan energi baterai, salah satunya dengan super clipping. Ada sisi keuntungan dan kerugian yang dimiliki teknik tersebut. Walau begitu, super clipping berpotensi menjadi opsi cadangan yang menarik untuk pembalap gunakan saat balapan berlangsung.

1. Super clipping merupakan salah satu metode regenerasi energi baterai mobil Formula 1 2026

Super clipping menjadi pembicaraan saat penerapan regulasi baru Formula 1 bergulir pada 2026. Istilah tersebut kian sering muncul, terutama saat tes pramusim di Bahrain. Super clipping merupakan salah 1 dari 4 metode yang dapat digunakan pembalap mengisi baterai. Adapun cara lain yang tersedia, adalah pengereman regeneratif, part-throttle overload, dan lift and coast (LiCo).

Autosport melansir, super clipping adalah kondisi saat mobil dapat meregenerasi energi ketika pembalap menginjak pedal gas secara penuh. Metode ini memungkinkan pemulihan energi terjadi di ujung trek lurus walau mobil masih melaju dengan kecepatan penuh. Selain itu, pembalap dapat menggunakan cara tersebut di tikungan berkecepatan tinggi.

Super clipping termasuk salah satu metode pengisian daya baterai yang secara fungsi dikendalikan oleh ECU. Ini akan bergantung pada peta serta target pengisian daya yang digunakan, profil sirkuit, dan kuota energi pengisian yang ditetapkan pada tiap sirkuit sesuai peraturan. Hal ini juga berlaku pada metode pengereman regeneratif dan part-throttle overload.

Sementara itu, teknik li-co menjadi satu-satunya metode pengisian daya yang dapat pembalap kendalikan secara langsung. Pembalap dapat melakukan pengisian daya dengan cara mengangkat kaki dari pedal gas. Namun, hal itu akan menonaktifkan aero aktif yang sedang digunakan. Sebaliknya, aero aktif masih dalam posisi terbuka saat super clipping karena pembalap berada dalam keadaan menginjak pedal gas secara penuh.

2. Super clipping memiliki kelebihan dan kekurangan yang memengaruhi kinerja pembalap di lintasan

Penerapan regulasi baru di Formula 1 2026 menciptakan perubahan distribusi energi pada mobil. Pembagiannya hampir mencapai 50-50 yang bersumber dari mesin pembakaran internal (ICE) dan tenaga baterai. Porsi tersebut berbeda dari musim sebelumnya yang sekitar 80 persen tenaga berasal dari ICE dan 20 persen sisanya dihasilkan dari MGU-H dan MGU-K.

Perubahan tersebut mendorong tim dan pembalap meramu strategi untuk memperoleh tenaga saat beradu cepat di lintasan. Metode super clipping menjadi hal menarik karena mereka bisa memulihkan energi saat sedang tancap gas. Sebagian energi yang didapat dikirim langsung ke roda belakan dan sebagian lainnya disimpan melalui MGU-K untuk digunakan pada kesempatan lain.

Di sisi lain, ada konsekuensi yang harus ditanggung dari penggunaan metode super clipping. Pembalap akan mengalami penurunan kecepatan maksimal saat menginjak pedal secara penuh. Itu terbukti data perbandingan antara waktu putaran tercepat Oscar Piastri pada tes Bahrain sesi Kamis (19/2/2026) dan waktu putaran tercepat Lando Norris sesi Jumat (20/2/2026).

Data telemetri GP Tempo mencatat, Piastri membukukan waktu lebih cepat 0,01 detik atas Norris. Terdapat perbedaan di antara profil kecepatan kedua pembalap. Salah satunya mengarah pada aspek top speed.

Piastri mampu meraih top speed lebih tinggi di trek lurus menuju tikungan 1, 4, dan 14. Kedua pembalap melintasi bagian tersebut dalam kondisi pedal gas penuh. Hal ini mengindikasikan Norris melakukan super clipping di pada area tersebut saat sesi Jumat. Pada hari tersebut, McLaren melakukan pengujian super clipping dengan batas daya yang ditingkatkan dari 250 kW menjadi 350 kW.

Sementara itu, kecepatan mobil Piastri lebih lambat sekitar 20 km/jam di tikungan 12 dibandingkan Norris. Tikungan 12 di Bahrain International Circuit termasuk tikungan cepat yang memungkinkan pembalap melewati area tersebut dengan menginjak pedal gas penuh. Hal tersebut mencerminkan usaha Piastri melakukan super clipping pada area tersebut.

3. Usulan Andrea Stella perihal pembatasan jumlah pemulihan energi dari super clipping

Regulasi Formula 1 2026 membatasi energi yang dapat dihasilkan dari super clipping tak lebih dari 250 kW dari total 350 kW. Namun, Andrea Stella selaku kepala tim McLaren mengusulkan agar batasan tersebut dapat ditingkatkan mencapai angka maksimal. Stella berpandangan demikian berbekal pengujian yang sudah timnya lakukan pada tes pramusim di Bahrain.

"Saat ini, daya yang didapatkan dibatasi hingga 250 kW. Namun, persyaratan untuk pemulihan energi sebesar 350 kW saat pembalap menginjak pedal gas secara penuh telah terpenuhi. Ini berarti pembalap tidak harus melakukan lift and coast untuk memulihkan energi sebesar itu. Jadi, kami mendiskusikan hal ini dengan FIA. Pada akhirnya, FIA yang akan memutuskan untuk menerapkan skenario tersebut atau tidak. Kami sukses menguji hal tersebut dan merasa puas," jelas Andrea Stella dilansir Autosport.

Pembatasan jumlah pemulihan energi dari super clipping bukan tanpa dasar. Formula 1 mempertimbangkan aspek keselamatan sekaligus untuk mengatasi keluhan utama terkait mesin mobil versi terbaru. Karena hal tersebut, pihak kejuaraan meminta tim untuk mengurangi pemakaian daya listrik selama tes pramusim kedua di Bahrain.

Terlepas dari itu, super clipping bisa menjadi pilihan cadangan bagi tim dan pembalap memulihkan energi yang disimpan dalam baterai pada mobil. Metode ini akan berjalan efektif di sirkuit yang minim zona pengereman keras serta tikungan lambat. Namun, implementasinya perlu dikaji lebih dalam karena dapat memengaruhi situasi persaingan di kejuaraan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team