Penerapan regulasi baru di Formula 1 2026 menciptakan perubahan distribusi energi pada mobil. Pembagiannya hampir mencapai 50-50 yang bersumber dari mesin pembakaran internal (ICE) dan tenaga baterai. Porsi tersebut berbeda dari musim sebelumnya yang sekitar 80 persen tenaga berasal dari ICE dan 20 persen sisanya dihasilkan dari MGU-H dan MGU-K.
Perubahan tersebut mendorong tim dan pembalap meramu strategi untuk memperoleh tenaga saat beradu cepat di lintasan. Metode super clipping menjadi hal menarik karena mereka bisa memulihkan energi saat sedang tancap gas. Sebagian energi yang didapat dikirim langsung ke roda belakan dan sebagian lainnya disimpan melalui MGU-K untuk digunakan pada kesempatan lain.
Di sisi lain, ada konsekuensi yang harus ditanggung dari penggunaan metode super clipping. Pembalap akan mengalami penurunan kecepatan maksimal saat menginjak pedal secara penuh. Itu terbukti data perbandingan antara waktu putaran tercepat Oscar Piastri pada tes Bahrain sesi Kamis (19/2/2026) dan waktu putaran tercepat Lando Norris sesi Jumat (20/2/2026).
Data telemetri GP Tempo mencatat, Piastri membukukan waktu lebih cepat 0,01 detik atas Norris. Terdapat perbedaan di antara profil kecepatan kedua pembalap. Salah satunya mengarah pada aspek top speed.
Piastri mampu meraih top speed lebih tinggi di trek lurus menuju tikungan 1, 4, dan 14. Kedua pembalap melintasi bagian tersebut dalam kondisi pedal gas penuh. Hal ini mengindikasikan Norris melakukan super clipping di pada area tersebut saat sesi Jumat. Pada hari tersebut, McLaren melakukan pengujian super clipping dengan batas daya yang ditingkatkan dari 250 kW menjadi 350 kW.
Sementara itu, kecepatan mobil Piastri lebih lambat sekitar 20 km/jam di tikungan 12 dibandingkan Norris. Tikungan 12 di Bahrain International Circuit termasuk tikungan cepat yang memungkinkan pembalap melewati area tersebut dengan menginjak pedal gas penuh. Hal tersebut mencerminkan usaha Piastri melakukan super clipping pada area tersebut.