Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Ramadan Memengaruhi Formula 1?

Bagaimana Ramadan Memengaruhi Formula 1?
Formula 1 Grand Prix Brasil 2025 (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya Sih
  • Formula 1 melakukan penyesuaian besar pada kalender balap, termasuk memajukan Grand Prix Arab Saudi dan Bahrain demi menghormati bulan Ramadan di negara tuan rumah.
  • Pada musim 2026, Ramadan membuat Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi digeser ke April agar tidak bertepatan dengan masa ibadah di wilayah Timur Tengah.
  • Tes pramusim 2026 di Bahrain berlangsung saat Ramadan, menciptakan tantangan fisik bagi staf dan marshal, namun tetap dijalankan dengan penghormatan terhadap tradisi lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ramadan merupakan bulan yang sakral bagi umat muslim di seluruh dunia. Bulan itu berpengaruh besar, termasuk terhadap olahraga. Basket, misalnya, yang membutuhkan sedikit penyesuaian saat Ramadan karena para pemain muslim dalam olahraga itu bisa mundur sejenak dari pertandingan untuk berbuka puasa.

Di sisi lain, Ramadan berpengaruh sangat besar terhadap Formula 1. Bahkan, jadwal Grand Prix sampai dipindah demi menghormati bulan suci itu. Lantas, bagaimana penjelasannya?

1. Berbeda dengan olahraga lain, Ramadan merupakan tantangan yang luar biasa bagi Formula 1 sehingga membutuhkan perubahan besar

Formula 1 menghadapi tantangan signifikan saat bulan Ramadan sehingga dibutuhkan penyesuaian besar terhadap jadwal Grand Prix. Pada 2024, jadwal Grand Prix Arab Saudi dimajukan 1 hari untuk menghormati dimulainya bulan suci itu di negara tuan rumah. Selain itu, perubahan ini juga berdampak terhadap Grand Prix Bahrain 2024 yang ikut digeser agar tim memiliki waktu persiapan yang cukup di antara kedua Grand Prix itu.

Berbeda dengan Formula 1 yang mengubah kalender secara keseluruhan, liga sepak bola Premier League dan MLS menerapkan penyesuaian yang lebih bersifat teknis di lapangan. Wasit di liga itu diinstruksikan menghentikan pertandingan sejenak saat matahari terbenam agar pemain muslim bisa segera berbuka puasa. Oleh karena itu, pengaruh Ramadan terhadap Formula 1 dianggap lebih besar karena kalender kejuaraan sampai diatur ulang demi mengakomodasi partisipasi luas dari pembalap dan penggemar internasional.

2. Karena Ramadan berlangsung pada Februari—Maret 2026, Formula 1 Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi 2026 digelar pada April

Bulan suci Ramadan 2026 berlangsung pada Februari—Maret. Penentuan waktu itu berdampak signifikan terhadap susunan kalender Formula 1 2026 karena bertepatan dengan periode ibadah di negara-negara tuan rumah Grand Prix. Hasilnya, Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi diselenggarakan pada April sebagai langkah antisipasi.

Formula 1 Grand Prix Bahrain 2026 dijadwalkan menjadi putaran keempat yang berlangsung pada 10—12 April di Sirkuit Sakhir. Kalender kejuaraan itu lalu segera berlanjut ke Grand Prix Arab Saudi pada 17—19 April sebagai pekan balap kelima musim 2026. Susunan jadwal itu menempatkan rangkaian Grand Prix di Timur Tengah setelah pembukaan musim yang dilaksanakan di Australia, China, dan Jepang pada Maret.

3. Selain itu, Ramadan juga bertepatan dengan tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain sehingga menjadi uji ketahanan tersendiri

Sesi tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain merupakan tantangan ketahanan yang nyata bagi para petugas di lintasan dan area paddock. Mengingat, minggu kedua sesi itu bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Meskipun jadwal Grand Prix bisa digeser untuk menghindari tumpang tindih dengan Ramadan, penempatan waktu tes pramusim itu tidak bisa menghindari periode puasa ini.

Sesi tes pramusim Formula 1 2026 menciptakan situasi yang sangat menantang bagi para marshal dan staf sirkuit lainnya yang harus bekerja keras sepanjang hari tanpa asupan nutrisi. Selain personel lapangan, para penggemar dan media juga menghadapi kendala karena banyak toko dan restoran ditutup saat siang hari. Akan tetapi, tim-tim Formula 1 tidak terlalu terdampak karena mereka memiliki koki pribadi yang menjamin ketersediaan makanan dan minuman bagi staf serta pembalap.

4. Ada tradisi yang kental dengan Ramadan pada tes pramusim Formula 1 2026, termasuk buka puasa bersama dan tidak adanya alkohol

Suasana di sekitar Sirkuit Bahrain saat tes pramusim Formula 1 2026 sangat kental dengan pengaruh tradisi Ramadan lokal yang dihormati seluruh komunitas balap. Hotel-hotel besar menerapkan aturan ketat, seperti penutupan ruang sarapan pagi dan larangan penjualan minuman beralkohol. Sementara, teh dipilih sebagai pengganti minuman yang tidak tersedia di area publik.

Paling unik, ada undangan untuk mengikuti buka puasa bersama yang diselenggarakan langsung di area sirkuit. Para tamu disajikan hidangan tradisional khas Bahrain, seperti buah kurma dan berbagai jenis manisan lokal. Kegiatan budaya ini menciptakan pengalaman kebersamaan yang unik antara komunitas balap internasional dengan penyelenggara sebagai tuan rumah.

5. Menilik ke Formula 1 2026, ada Rio Haryanto yang menyempatkan berpuasa pada Grand Prix Kanada meskipun berisiko

Rio Haryanto, pembalap Indonesia di Formula 1 2016, tetap berupaya menjalankan ibadah puasa pada Grand Prix Kanada meskipun ada kekhawatiran tentang dampak fisik yang ditimbulkan. Piers Hunnisett, manajernya, mengungkapkan bahwa kekurangan asupan makanan dan cairan bisa memengaruhi tingkat konsentrasinya saat membalap dalam kecepatan 350 km/jam. Terlebih lagi, dehidrasi merupakan perhatian serius bagi tim medis, mengingat durasi balapan yang panjang dan tuntutan fisik yang sangat berat bagi pembalap.

Bagaimanapun, Rio Haryanto tidak memaksakan diri untuk berpuasa. Dirinya tetap mematuhi keputusan akhir mengenai pelaksanaan puasa pada hari balapan yang ditentukan oleh tim dan fisioterapis setelah mendapatkan saran yang ideal. Oleh karena itu, meskipun dia tetap mengusahakan beribadah sesuai agamanya saat melakoni Formula 1 Grand Prix Kanada 2016, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Pada akhirnya, Ramadan merupakan bulan suci yang sangat dihormati di seluruh dunia, termasuk dalam penyelenggaraan Formula 1. Sejauh ini, tidak ada penolakan terhadap penyesuaian Formula 1 karena bulan suci itu. Harapannya, Ramadan tidak menurunkan semangat para petugas muslim di Formula 1 yang berpuasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More