Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aston Martin dan Honda Gagal Total pada Tes Pramusim Formula 1 2026

Aston Martin dan Honda Gagal Total pada Tes Pramusim Formula 1 2026
mobil balap Formula 1 Aston Martin (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya Sih
  • Aston Martin dan Honda menghadapi serangkaian masalah teknis serius pada tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain, termasuk gangguan unit tenaga dan keterbatasan suku cadang yang membuat sesi berakhir lebih awal.
  • Tim mengakui mobil AMR26 tertinggal hingga 4,5 detik dari pesaing utama akibat keterlambatan persiapan, kurangnya kecepatan kompetitif, serta hambatan teknis yang menghambat performa di lintasan.
  • Honda menyebut hasil tes sebagai mimpi buruk dan segera melakukan perbaikan darurat di Jepang serta Inggris untuk meningkatkan keandalan mesin sebelum Grand Prix pembuka musim 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Musim 2026 menandai era teranyar Formula 1 lewat penerapan regulasi baru. Menghadapi musim itu, Aston Martin memutuskan menjalin kemitraan dengan Honda sebagai pemasok unit tenaga. Akan tetapi, kemitraan itu ternyata tidak berjalan mulus.

Mobil balap Aston Martin yang ditenagai Honda mengalami kesulitan. Mobil balap itu pernah tergelincir ke perangkap kerikil karena masalah teknis, bahkan sempat terdiam di garasi selama 4 jam karena masalah unit tenaga. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan Aston Martin dan Honda?

1. Pada tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain, Aston Martin memutuskan selesai lebih awal karena berbagai masalah performa dan teknis

Setelah serangkaian kendala teknis yang signifikan pada mobil balap AMR26, Aston Martin memutuskan mengakhiri sesi tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain lebih awal. Alasannya, mereka mengalami masalah utama yang berkaitan dengan ketahanan unit tenaga Honda, termasuk gangguan sistem baterai. Selain itu, keterbatasan stok suku cadang mesin juga memperburuk situasi sehingga tim hanya mampu menyelesaikan enam putaran pada hari terakhir tes pramusim.

Performa mobil balap Aston Martin AMR26 yang dirancang Adrian Newey menunjukkan catatan waktu yang tertinggal jauh dari mayoritas pesaing. Mereka menyelesaikan jarak tempuh yang tidak ideal. Hasilnya, mereka menjadi tim dengan jumlah putaran paling sedikit sepanjang periode tes pramusim Formula 1 2026.

2. Mengakui masih tertinggal hingga 4,5 detik, Chief Trackside Officer menjelaskan mobil balap Aston Martin kekurangan kecepatan

Mike Krack, Chief Trackside Officer Aston Martin, mengakui bahwa tim masih kekurangan kecepatan yang kompetitif. Ada beberapa area krusial pada mobil balap mereka yang memerlukan perbaikan mendalam. Pernyataan itu dipertegas oleh Lance Stroll yang mengklaim bahwa mereka tertinggal sekitar 4,5 detik dari tim-tim papan atas.

Keterlambatan debut mobil balap AMR26 pada sesi shakedown di Barcelona, Spanyol, dan berbagai hambatan saat tes di Bahrain merupakan faktor utama di balik minimnya performa Aston Martin. Terlebih lagi, Fernando Alonso turut memberikan penilaian objektif. Dia mengakui bahwa mereka sedang berada dalam posisi yang kurang menguntungkan.

3. Karena persiapan yang buruk sehingga menjadi tim dengan jumlah putaran paling sedikit, pembalap Aston Martin mengutarakan kekhawatiran

Sebagai tim dengan jumlah putaran paling sedikit pada sesi tes pramusim Formula 1 2026, permasalahan Aston Martin bermula dari keterlambatan dalam memulai program shakedown yang baru dijalani pada hari kedua terakhir. Kondisi itu berlanjut dengan kendala pasokan suku cadang unit tenaga Honda. Selain itu, mereka juga mengalami masalah keandalan teknis yang berulang sehingga menghambat produktivitas tim di lintasan.

Persiapan Aston Martin yang buruk memicu kekhawatiran mendalam bagi duet Lance Stroll dan Fernando Alonso. Setelah menghadapi berbagai masalah, keduanya menyampaikan keraguan terhadap potensi kompetitif dari paket mobil balap mereka. Meskipun tim mengakui memiliki data yang cukup untuk dianalisis, para pembalap tetap waspada terhadap prospek performa tim saat menghadapi Grand Prix pertama Formula 1 2026.

4. Dianggap mimpi buruk, Honda mengeluarkan pernyataan resmi dan berupaya melakukan perbaikan mendesak di 2 negara

Shintaro Orihara, Manajer Umum dan Insinyur Utama Honda, menyampaikan pernyataan resmi yang menegaskan ketidakpuasan pabrikan terhadap hasil tes pramusim Aston Martin yang dianggap mimpi buruk. Honda mengakui kegagalan dalam mencapai target jarak tempuh dan keandalan unit daya setelah munculnya berbagai kendala teknis yang menghambat program mereka. Pernyataan itu tentunya mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap kemitraan baru mereka dengan Aston Martin menjelang Grand Prix pembuka Formula 1 2026.

Menanggapi krisis Aston Martin, para teknisi Honda segera melakukan upaya perbaikan mendesak yang melibatkan kerja sama antara fasilitas di Sakura, Jepang, dan pusat operasional di Inggris. Kolaborasi itu meliputi koordinasi intensif antara kru di Bahrain dengan tim pengembangan jarak jauh di Silverstone dan Milton Keynes, Inggris, demi menemukan solusi atas masalah unit tenaga. Langkah cepat itu diambil untuk memastikan keandalan unit tenaga meningkat secara signifikan demi menghindari potensi kegagalan teknis serupa.

5. Karena krisis unit tenaga Honda, Aston Martin diperkirakan menjadi tim paling tertinggal di Formula 1 2026, bahkan bisa lebih buruk dari Cadillac

Krisis unit tenaga Honda menempatkan Aston Martin pada posisi yang sangat sulit di Formula 1 2026. Mesin itu kekurangan tenaga dan tidak andal, bahkan gagal mencapai batas minimal pemulihan energi yang ditetapkan dalam regulasi baru. Buruknya tingkat keandalan itu memaksa mereka membatasi operasional di lintasan.

Aston Martin diprediksi menjadi tim dengan performa paling lambat dan menempati posisi terbawah dalam peta persaingan Formula 1 2026. Catatan waktu pengujian menunjukkan bahwa mereka berada dalam kondisi yang lebih buruk daripada Cadillac, tim pendatang baru yang sebelumnya diperkirakan menjadi juru kunci. Bahkan, kemitraan Aston Martin dan Honda dianggap sebagai kekecewaan terbesar Formula 1 2026.

Perjalanan Aston Martin dan Honda di Formula 1 2026 belum sepenuhnya resmi dimulai. Akan tetapi, mereka sudah dilanda berbagai masalah yang tidak sederhana. Program mereka memang tidak berjalan sesuai harapan, tetapi mereka untungnya mengetahui area yang memerlukan perbaikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More