Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Mobil Balap Formula 1 2026 Kesulitan Jalani Prosedur Start?
ilustrasi balap mobil formula (pexels.com/Thierry Carpico)
  • Selama tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain, para pembalap mengalami kesulitan besar saat start karena mesin harus berputar tinggi tanpa bantuan generator eksternal untuk mengaktifkan turbo.
  • Banyak pembalap dan kepala tim menyoroti risiko keselamatan serta ketidakpastian prosedur start baru, dengan kekhawatiran bahwa momen awal balapan bisa memicu kekacauan di lintasan.
  • FIA menyiapkan dua solusi teknis, yaitu penundaan urutan lampu start dan pemanfaatan tenaga baterai untuk membantu akselerasi awal, sambil terus melakukan pengujian tambahan sebelum keputusan final.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sepanjang sesi tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain, muncul momen menonjol yang bisa menjadi masalah besar bagi para pembalap. Bahkan, hal itu menjadi topik hangat di kalangan pembalap dan kepala tim. Hal yang dimaksud itu adalah prosedur start balapan.

Saat sesi tes pramusim Formula 1 2026, para pembalap berlatih start di ujung pitlane. Tidak seperti musim sebelumnya, mereka kali ini kesulitan. Lantas, bagaimana prosedur start menjadi hal yang rumit dan tidak tertebak di Formula 1 2026?

1. Karena mesin harus dalam putaran tinggi untuk waktu yang lama, mobil balap Formula 1 2026 menjadi kesulitan saat start

Dihapusnya salah satu komponen pada unit tenaga mobil balap Formula 1 2026 memaksa mesin pembakaran internal bekerja lebih berat secara mandiri. Tujuannya adalah mengaktifkan turbo. Mengingat, tanpa bantuan generator eksternal untuk mempercepat putaran turbo, mesin sekarang harus beroperasi dalam tingkat rotasi yang sangat tinggi untuk akselerasi.

Berdasarkan data pengujian, para pembalap terlihat harus mempertahankan putaran mesin di atas 12 ribu revolutions per minute (rpm) selama 10 detik atau lebih sebelum melakukan start. Angka itu menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan era sebelumnya yang didukung sistem hibrida. Oleh karena itu, kewajiban untuk menjaga putaran mesin tetap tinggi dalam waktu lama ini meningkatkan risiko teknis yang dapat mengakibatkan kegagalan prosedur start bagi mobil balap.

2. Banyak pihak melontarkan pernyataan senada tentang prosedur start mobil balap Formula 1 2026, termasuk pembalap dan kepala tim

Sejumlah pembalap menyuarakan kekhawatiran yang mendalam terhadap ketidakpastian prosedur start di Formula 1 2026. Pierre Gasly memprediksi bahwa momen awal balapan akan menjadi momen yang diingat oleh semua orang karena berpotensi menimbulkan kerumitan. Sementara, Charles Leclerc memperkirakan akan terjadi kekacauan di lintasan karena simulasi tidak mampu sepenuhnya memprediksi dinamika saat puluhan mobil balap melaju bersamaan.

“Ya, aku menduga akan ada sedikit kekacauan. Aku merasa masih banyak hal yang belum jelas. Ya, kami berusaha menyimulasikan sebanyak mungkin situasi, tetapi tidak ada yang bisa menyimulasikan ketidakpastian yang kamu hadapi saat balapan dimulai,” jelas Charles Leclerc dalam pemberitaan GPblog.

Kepala tim McLaren Andrea Stella melihat prosedur start sebagai elemen risiko keselamatan utama yang menuntut perhatian khusus. Sedangkan, Valtteri Bottas menekankan bahwa semua pihak di Formula 1 masih dalam tahap pembelajaran untuk memahami prosedur itu. Masalah ketepatan waktu dalam prosedur itu dianggap sebagai tantangan teknis signifikan yang akan memengaruhi seluruh pembalap tanpa terkecuali.

3. Menyusul hasil rapat komisi Formula 1 yang menyepakati kebutuhan perubahan kecil untuk prosedur start, FIA menyiapkan dua solusi

Dalam sebuah rapat Komisi Formula 1, disepakati perlunya penyesuaian teknis kecil untuk menangani kerumitan prosedur start di Formula 1 2026. Keputusan itu diambil setelah kekhawatiran bersama terhadap risiko keselamatan dan potensi pembalap terjebak di grid jika terjadi masalah. Oleh karena itu, Federasi Otomotif Internasional (FIA) mengevaluasi berbagai kemungkinan modifikasi untuk memastikan kelancaran kejuaraan tanpa harus mengubah regulasi secara besar-besaran.

Solusi pertama yang diusulkan adalah menunda dimulainya urutan lampu start untuk memberikan waktu lebih lama bagi pembalap mempersiapkan mesin di grid. Sementara, solusi kedua adalah memanfaatkan tenaga baterai untuk membantu akselerasi awal jika tekanan turbo tidak mencapai kecepatan optimal. Dengan demikian, serangkaian pengujian tambahan dilakukan di Bahrain untuk mengumpulkan data lebih mendalam sebelum keputusan akhir diambil.

4. 10 menit sebelum akhir sesi, bendera merah akan dikibarkan dan semua mobil balap akan berbaris untuk melakukan simulasi start

Sebagai solusi awal, FIA menerapkan prosedur lampu start baru pada sesi tes pramusim Formula 1 2026. 10 menit sebelum sesi berakhir, mereka akan mengibarkan bendera merah untuk menghentikan aktivitas di lintasan. Kemudian, seluruh mobil balap harus kembali ke pitlane dan berbaris sebelum diizinkan keluar kembali menuju lintasan.

Setiap mobil balap harus menyelesaikan putaran formasi tambahan sebelum menempati posisi masing-masing di grid untuk menjalankan simulasi start balapan. Panel grid lalu akan memancarkan peringatan biru selama 5 detik sebagai instruksi bagi pembalap untuk mulai mengaktifkan sistem turbo sebelum prosedur lampu standar dimulai. Oleh karena itu, simulasi terstruktur itu sangat krusial agar para pembalap bisa beradaptasi dengan kebutuhan teknis unit tenaga baru.

Pada akhirnya, solusi yang diterapkan FIA terbukti belum begitu baik. Beberapa pembalap Formula 1 masih kesulitan dan berakhir tergelincir. Akan tetapi, kemajuan itu tentu masih bisa diterima sambil menunggu keputusan FIA selanjutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team