Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Haas Tak Puas dengan Performa Esteban Ocon di Formula 1 2025

ilustrasi sirkuit
ilustrasi sirkuit (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya sih...
  • Esteban Ocon tertinggal dari Oliver Bearman pada musim pertamanya memperkuat Haas
  • Ayao Komatsu tak sepenuhnya menyalahkan Esteban Ocon atas performa buruk yang terjadi pada 2025
  • Esteban Ocon mengeluhkan ketidakstabilan mobil yang mengganggu performa balapnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Esteban Ocon telah menuntaskan musim perdananya bersama Haas di Formula 1 2025. Ia memperkuat tim tersebut setelah menghabiskan waktu menjadi pembalap Alpine selama 5 musim. Namun, Ayao Komatsu menyoroti penampilan Ocon di balik kemudi VF-25. Kepala tim Haas tersebut secara terbuka mengaku kurang puas dengan pencapaian Ocon. Apalagi, Ocon pindah ke Haas dengan status sebagai pembalap senior. Pengalaman berkompetisi yang seharusnya membantunya dalam beradaptasi rupanya tidak menjadi keuntungan.

1. Esteban Ocon tertinggal dari Oliver Bearman pada musim pertamanya memperkuat Haas

Esteban Ocon datang ke Haas dengan rekam jejak yang tak bisa disepelekan. Pembalap bernomor mobil 31 itu telah berkarier di Formula 1 sejak 2016. Sebanyak 4 podium dan 1 kemenangan merupakan prestasi Ocon sepanjang 9 musim menjadi pembalap reguler.

Kehadiran Ocon di garasi Haas diharapkan dapat meningkatkan performa tim. Selain itu, kepindahan Ocon adalah momen tepat baginya untuk bangkit setelah mengalami penurunan dalam 2 musim terakhir bersama Alpine. Akan tetapi, harapan tak berjalan sesuai kenyataan.

Oliver Bearman justru berhasil mengungguli Ocon. Padahal, Bearman berstatus sebagai pembalap debutan musim lalu. Pembalap berpaspor Inggris itu setidaknya unggul dalam tiga aspek.

Pertama, Bearman mengumpulkan poin lebih banyak di klasemen akhir ketimbang Ocon. Ia mencetak 41 poin sehingga menduduki peringkat ke-13. Bearman unggul tiga poin atas Ocon yang bercokol di peringkat ke-15.

Kemudian, Bearman unggul dalam hasil kualifikasi. Ia menduduki posisi start di depan Ocon sebanyak 14 kali. Di sisi lain, Ocon mengalahkan Bearman dalam sesi kualifikasi sebanyak 10 kali.

Bearman juga mengantongi hasil finis terbaik ketimbang Ocon pada balapan utama. Pembalap berusia 20 tahun itu finis keempat di GP Meksiko. Sementara itu, hasil terbaik Ocon tahun lalu adalah finis kelima di GP China.

2. Ayao Komatsu tak sepenuhnya menyalahkan Esteban Ocon atas performa buruk yang terjadi pada 2025

Ayao Komatsu bereaksi atas performa Esteban Ocon pada 2025. Pria asal Jepang itu tak terkesan dengan penampilan Ocon saat memacu VF-25. Komatsu menilai Ocon seharusnya dapat tampil lebih baik mengingat pengalaman yang telah dimiliki pembalapnya di Formula 1.

"Jika melihat dari hasilnya, tanpa masuk secara detail, tentunya tak ada yang puas dengan hasil Ocon tahun lalu. Dia adalah rekan setim untuk seorang pembalap debutan yang luar biasa. Bagaimanapun juga, dia punya pengalaman selama 10 tahun di Formula 1 dengan memenangi balapan dan naik podium. Jadi, kami berharap lebih banyak darinya," kata Ayao Komatsu dilansir Motorsport.

Komatsu tak menampik capaian buruk Ocon bukanlah salah sang pembalap sepenuhnya. Ada andil tim yang ikut memengaruhi penampilan Ocon saat beradu cepat di lintasan. Ocon sering mengeluhkan masalah pengereman mobil yang berujung pada hasil kurang oke saat kualifikasi. Komatsu menekankan pentingnya sinergi antara pembalap dan tim dalam menemukan solusi tepat guna agar masalah serupa tak lagi muncul.

"Masalah ini porsinya 50-50. Terkadang, masalahnya ada di tim karena kami tak bisa memberinya mobil yang sesuai, terutama saat kualifikasi. Masalah menjadi jauh lebih parah pada sirkuit tertentu. Saat di GP Azerbaijan, ia sangat tidak puas dengan performa pengereman mobil pada bagian tertentu. Akhirnya, kecepatannya saat kualifikasi jauh tertinggal," jelas Komatsu dikutip F1i.

Pada sesi kualifikasi GP Azerbaijan 2025, Ocon memulai balapan di posisi paling belakang. Hal tersebut menyulitkan Ocon merangsek ke barisan tengah saat balapan. Alhasil, Ocon harus puas melintasi garis finis di posisi ke-14.

3. Esteban Ocon mengeluhkan ketidakstabilan mobil yang mengganggu performa balapnya

Esteban Ocon juga mengakui kesulitan mengekstraksi performa VF-25. Pembalap berusia 29 tahun itu menilai ada ketidakstabilan yang kerap menghantui mobilnya. Keadaan tersebut tak mampu diatasi dengan baik sehingga performa Ocon kian tertinggal dibandingkan Oliver Bearman.

"Aku merasa seperti tak bisa mengemudi lagi. Aku seperti tak bisa lagi menuntaskan satu lap dengan baik. Keadaan sudah tak terkendali selama beberapa balapan. Kami tak bisa mengatasinya dan mobil itu tak sesuai dengan gaya balapku. Jadi, kami memang tampil lambat," keluh Esteban Ocon pada pekan balap GP Abu Dhabi 2025 dilansir Motorsport.

Walau mengeluhkan masalah ketidakstabilan mobil, Ocon tetap menunjukkan potensi terbaiknya pada balapan utama GP Abu Dhabi. Ia mampu membawa pulang enam poin usai finis ketujuh. Sementara itu, Bearman tak berhasil menembus zona poin karena finis di posisi ke-12.

4. Ayao Komatsu masih percaya pada potensi Esteban Ocon di Formula 1 2026

Meski gagal tampil mengesankan, Ayao Komatsu tetap percaya pada potensi Esteban Ocon di Formula 1 2026. Kebangkitan yang terjadi sepanjang pekan balap GP Abu Dhabi 2025 membuktikan kemampuan Ocon mengatasi kekurangan yang dimiliki VF-25. Komatsu menegaskan Haas perlu bergerak cepat mengatasi masalah pada mobil demi membantu Ocon tampil cepat dan konsisten meriah poin.

"Jika kamu lihat di GP Abu Dhabi, penampilannya bagus pada Sabtu dan Minggu walaupun performanya sangat buruk pada Jumat. Itulah bakat dan potensi yang Ocon miliki. Kami harus bisa memanfaatkan hal itu dan memastikannya agar dapat diterapkan. Tahun ini kami sangat membutuhkan kontribusi dua pembalap kami. Kami memang sudah membutuhkan keduanya tahun lalu, tetapi kami perlu lebih besar lagi," pungkas Ayao Komatsu dikutip F1i.

Esteban Ocon masih punya dua tes pramusim di Bahrain pada 11--13 Februari 2026 dan 18--20 Februari 2026. Ia perlu mempergunakan momen tersebut sebagai persiapan menyongsong musim baru. Jika bisa beradaptasi dengan VF-26, bukan tidak mungkin Ocon meraup poin lebih banyak pada musim keduanya bersama Haas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More

Haas Tak Puas dengan Performa Esteban Ocon di Formula 1 2025

10 Feb 2026, 06:34 WIBSport