Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Oliver Bearman Alami Kecelakaan 50G di F1 Grand Prix Jepang 2026
Oliver Bearman di Formula 1 Grand Prix China 2026 (commons.wikimedia.org/Liauzh)
  • Oliver Bearman mengalami kecelakaan 50G di Grand Prix Jepang 2026, memutus rekor finis dengan poin dan hanya mengalami memar lutut kanan tanpa patah tulang.
  • Kepala tim Haas menegaskan Franco Colapinto tidak bersalah, menyebut perbedaan kecepatan ekstrem sebagai penyebab utama insiden di tikungan Spoon Suzuka.
  • Franco Colapinto dan beberapa pembalap lain menyoroti regulasi baterai baru F1 2026 yang menciptakan selisih kecepatan berbahaya dan meminta FIA meninjau ulang aturan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Oliver Bearman, pembalap tim Formula 1 Haas, mengalami kecelakaan di Formula 1 Grand Prix Jepang 2026 setelah mencatatkan closing speed 45 km/jam melawan Franco Colapinto. Colapinto menempati bagian tengah lintasan di area racing line Sirkuit Suzuka. Oleh karena itu, Oliver Bearman menghindari mobil balap Alpine ini ke arah sisi kiri lintasan.

Oliver Bearman melewati batas lintasan beraspal menuju area berumput. Dirinya melintasi apex bagian pertama tikungan Spoon secara menyamping dalam kecepatan tinggi. Dengan demikian, pembalap Inggris itu menghantam pembatas lintasan sehingga merasakan G-force 50G.

1. Kecelakaan di Formula 1 Grand Prix Jepang 2026 memutus rekor Oliver Bearman yang selalu finis dengan mencetak poin

Oliver Bearman menempati urutan kelima klasemen pembalap Formula 1 2026 sebelum Grand Prix Jepang. Dirinya mencetak poin dalam dua Grand Prix pembuka musim itu. Selain itu, dia juga mengamankan poin tambahan di Sprint Grand Prix China.

Akan tetapi, kecelakaan keras di Formula 1 Grand Prix Jepang 2026 memutus rekor pencapaian poin beruntun Oliver Bearman. Pembalap muda itu melewatkan peluang menambah poin klasemen. Ia menutup Grand Prix itu tanpa perolehan poin tambahan.

Setelah kecelakaan, Oliver Bearman membutuhkan bantuan fisik untuk pergi ke area mobil medis. Syukurnya, Bearman tidak mengalami cedera serius. Haas mengonfirmasi luka memar pada lutut kanannya setelah proses pemeriksaan di pusat medis.

2. Sempat berjalan pincang setelah keluar dari mobil balap, Oliver Bearman terhindar dari patah tulang dan hanya mengalami memar lutut kanan

Oliver Bearman meninggalkan lokasi kecelakaan dengan kondisi kaki pincang. Dirinya menduduki area lantai sisi lintasan sebelum kunjungan medis. Setelahnya, pembalap 20 tahun itu mendatangi pusat medis Federasi Otomotif Internasional (FIA) untuk pemeriksaan lanjutan.

Segera setelah pemeriksaan, Haas melaporkan kondisi terbaru Oliver Bearman. Laporan itu menepis potensi cedera patah tulang pada tubuh Oliver Bearman. Mereka mengumumkan luka memar lutut kanan sebagai dampak langsung kecelakaan 50G Sang Pembalap.

Kepala tim Haas Ayao Komatsu menyaksikan kecelakaan mengerikan Oliver Bearman dari pit wall. Dirinya membebaskan Franco Colapinto dari segala bentuk tuduhan kesalahan. Ayao menyoroti masalah closing speed sangat besar sebagai faktor pemicu kecelakaan itu.

3. Franco Colapinto, pembalap yang terlibat kecelakaan Oliver Bearman, menekankan bahwa perbedaan kecepatan sangat berbahaya

Franco Colapinto, pembalap Alpine yang terlibat kecelakaan Oliver Bearman, menganggap perbedaan kecepatan dalam regulasi Formula 1 2026 sebagai situasi berbahaya. Dalam kecelakaan itu, dirinya sedang mengumpulkan daya baterai mobil balap di tikungan Spoon. Dia merasa seperti sasaran empuk karena selisih kecepatan 50 km/jam di tikungan.

Franco Colapinto sempat mengalami kejadian seperti Oliver Bearman, yaitu di Formula 1 Grand Prix Australia 2026. Saat itu, Liam Lawson membalap pelan karena masalah baterai. Oleh karena itu, Colapinto menghindari Lawson dengan perbedaan kecepatan 100 km/jam.

Franco Colapinto menjadikan masalah closing speed sebagai fokus perbaikan aturan. Ia menilai aksi overtake antarmobil balap terasa artifisial. Dengan demikian, Colapinto meminta peninjauan regulasi kepada FIA pada masa mendatang.

4. Sudah diprediksi, kecelakaan Oliver Bearman dipengaruhi regulasi baterai terbaru yang justru menciptakan bahaya nyata

Lando Norris dan manajer Andrea Stella memprediksi ancaman kecelakaan besar Oliver Bearman sejak rangkaian Grand Prix Formula 1 sebelumnya. Fernando Alonso menyindir penerapan regulasi terbaru itu melalui istilah battery world championship. Sementara, Esteban Ocon menyamakan dampak regulasi itu dengan game Mario Kart.

Regulasi terbaru Formula 1 menguras cadangan energi listrik mobil balap secara tiba-tiba di tengah lintasan. Mantan desainer Gary Anderson mengaitkan masalah perlambatan mobil balap dengan fenomena super clipping. Sedangkan, jurnalis Jack Benyon mendeskripsikan skema persaingan para pembalap melalui sebutan spreadsheet racing.

Jack Benyon menghubungkan frekuensi manuver menyalip di Formula 1 dengan perbedaan tingkat pemakaian baterai. Mengingat, para pembalap mengisi cadangan daya mobil balap di beberapa tikungan terbaik. Kemudian, mereka menahan manuver overtake di tikungan untuk menjaga kapasitas baterai.

Singkat kata, kecelakaan Oliver Bearman di Formula 1 Grand Prix Jepang 2026 memberikan teguran keras kepada FIA. Mereka harus segera memperbaiki regulasi kejuaraan itu. Dengan memperbaiki regulasi, mereka bisa mencegah kecelakaan serupa dalam Grand Prix selanjutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team