Wakil Ketua I PP PBSI, Taufik Hidayat di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur (IDN Times/Margith Damanik)
Meski begitu, Taufik menyatakan pelatih yang memiliki rapor merah tak langsung dipecat. Ada beberapa kriteria yang membuat pelatih dipecat oleh PBSI. Salah satunya adalah soal siapa atlet yang dibinanya, apakah baru promosi ke tim utama atau masih berstatus muda.
"Kan ada SP1, SP2, SP3. Gitu kan? Kan siapa yang, kalau misalkan dia ngelatih anak baru, kan kita enggak tahu juga," kata Taufik.
Selain itu, target yang dibebankan juga menjadi indikator lainnya. Jika ada pelatih yang tak memenuhinya dalam level tertentu, maka itu bisa saja menjadi indikator buat pengurus PBSI dalam menentukan nasibnya.
"Kami harus berproses juga. Nggak bisa (langsung cut off) juga. Kan (atlet) yang baru nggak mungkin main langsung di level 500, 750, 1000. Kan ranking juga belum ada juga. Kami harus tahu ada paradigmannya, ada patokannya yang mana. Jadi, setiap pelatih, pemain, juga beda-beda. Targetnya juga kan beda-beda juga," kata Taufik.