Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi balap MotoGP
ilustrasi balap MotoGP (commons.wikimedia.org/Liauzh)

Intinya sih...

  • Alex Marquez (Gresini Racing) jadi runner-up teranyar di MotoGP 2025. Raihan total 467 poin dengan 12 podium pada sesi main race dan 15 podium di sesi sprint.

  • Jorge Martin (Prima Pramac Racing) jadi penantang gelar juara dunia pada MotoGP 2023. Dominan di sesi sprint dengan meraih 14 podium, termasuk 9 kemenangan.

  • Konsistensi Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) mengantarkannya jadi runner-up MotoGP 2020. Mendapat poin pada 11 balapan, termasuk 5 podium yang 3 di antaranya adalah kemenangan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak bergulir pada 2002, kasta tertinggi MotoGP selalu didominasi oleh kekuatan tim pabrikan. Maklum saja, tim pabrikan memiliki dukungan sumber daya yang seolah tanpa batas. Namun, secara perlahan tim satelit bisa mengejar ketertinggalan.

Hampir seperempat abad kemudian, pembalap tim satelit bisa unjuk gigi. Pada musim 2024, misalnya, Jorge Martin mengukir sejarah sebagai pembalap tim satelit pertama yang sukses merengkuh titel juara dunia era modern. Stigma bahwa gelar juara hanya bisa diraih pembalap pabrikan akhirnya terpatahkan.

Kendati peluang bersaing di papan atas terbuka lebar, untuk meraih status tertinggi di klasemen tetap tak mudah. Sejauh ini baru ada 1 juara dunia dan 5 runner-up kejuaraan yang berasal dari tim satelit. Jorge Martin tentu salah satunya, dan yang terbaru adalah Alex Marquez.

1. Alex Marquez (Gresini Racing) jadi runner-up teranyar di MotoGP 2025

Alex Marquez masuk dalam daftar elite sebagai pembalap tim satelit yang bisa menempati posisi dua besar klasemen. Pembalap andalan di tim Gresini Racing itu tampil impresif sepanjang musim 2025. Raihan total 467 poin bisa ia raih dengan mudah.

Alex berhasil meraih 12 podium pada sesi main race (termasuk 3 kemenangan) dan 15 podium di sesi sprint (termasuk 3 kemenangan). Alex di atas Ducati Desmosedici tampil begitu garang. Ia bahkan sempat terlibat duel ketat dengan kakaknya, Marc Marquez (Ducati Lenovo), yang akhirnya merebut titel juara dengan raihan 545 poin.

2. Jorge Martin (Prima Pramac Racing) jadi penantang gelar juara dunia pada MotoGP 2023

Sebelum meraih puncak tertinggi di tahun 2024, Jorge Martin telah menunjukkan taringnya di musim 2023. Berbaju Prima Pramac Racing, Martinator memaksimalkan format balapan sprint yang masih baru. Pada musim yang berjumlah 40 balapan (20 sesi sprint dan 20 sesi main race), ia bisa menekan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo).

Martin dominan di sesi sprint dengan meraih 14 podium, termasuk 9 kemenangan yang 5 di antaranya diraih secara beruntun. Pada balapan utama Martin merengkuh 8 podium, termasuk 4 kemenangan. Ia jadi runner-up dengan raihan 428 poin, kalah 39 poin dari Bagnaia yang akhirnya memakai mahkota juara.

3. Konsistensi Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT) mengantarkannya jadi runner-up MotoGP 2020

Saat MotoGP hanya melombakan 14 seri, Franco Morbidelli mampu tampil konsisten di atas motor tim satelit Petronas Yamaha SRT. Ia selalu mendapat poin pada 11 balapan, termasuk 5 podium yang 3 di antaranya adalah kemenangan. Morbidelli mengumpulkan 158 poin, selisih tipis 13 poin dari Joan Mir (Team Suzuki Ecstar) yang mengemas 171 poin.

4. Marco Melandri (Movistar Honda) menantang Valentino Rossi di MotoGP 2005

Jauh sebelum Morbidelli, Marco Melandri yang memperkuat tim satelit Movistar Honda pernah jadi penantang kuat bagi tim pabrikan. Pada 2005, Melandri bisa merebut 7 podium, termasuk 2 kemenangan manis di akhir musim yang mengantarkannya pada posisi runner-up dengan raihan 220 poin. Namun, Valentino Rossi dari tim pabrikan Yamaha masih terlalu kuat untuk dibendung karena meraih total 367 poin.

5. Sete Gibernau (Telefonica Movistar Honda) pernah dua kali menantang The Doctor

Sete Gibernau adalah pembalap tim satelit pertama yang mampu menantang tim pabrikan di era MotoGP. Selama 2 tahun beruntun pada 2003 dan 2004, Gibernau menjadi pesaing utama Valentino Rossi. Duel-duel panas sering terjadi di lintasan.

Pada 2003, Gibernau mengumpulkan 277 poin melawan 357 poin milik The Doctor. Setahun kemudian, Gibernau tampil lebih garang dengan merebut 10 podium, termasuk 4 kemenangan, dan mengoleksi 257 poin. Sayangnya, itu tetap kalah dari 304 poin milik Rossi. Hingga saat ini, Gibernau tetap dikenang sebagai salah satu pembalap satelit paling tangguh yang pernah bertarung memperebutkan puncak klasemen.

Alex Marquez, Jorge Martin, Franco Morbidelli, Marco Melandri, dan Sete Gibernau merupakan runner-up kejuaraan MotoGP yang berasal dari tim satelit. Dengan semakin meratanya performa motor antara tim pabrikan dan satelit, kesempatan untuk jadi pemuncak klasemen sejatinya makin terbuka lebar. Siapa lagi pembalap tim satelit yang bakal masuk daftar elite di atas?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team