Boston Celtics tidak jadi melaju ke babak berikutnya. Mereka tumbang di hadapan Philadelphia 76ers yang bangkit pada putaran pertama NBA Playoff 2026 di Wilayah Timur. Meski sempat unggul 3-1 dan hanya membutuhkan sebuah kemenangan lagi untuk ke putaran kedua playoff, Celtics tidak berkutik pada sisa tiga pertandingan yang menentukan. Apa kiranya penyebab mereka tumbang saat kemenangan tadinya ada di depan mata?
Penyebab Boston Celtics Gugur setelah Unggul 3-1 di NBA Playoff 2026

1. Tumbang 3-4 di hadapan penggemar sendiri di TD Garden
Boston Celtics sebenarnya punya kesempatan lolos ke putaran kedua atau semifinal wilayah untuk menantang New York Knicks yang lebih dulu melaju ke sana. Namun, mereka terjegal Philadelphia 76ers secara beruntun. Celtics yang tadinya unggul 3-1 berbalik kalah 3-4 karena gagal memenangkan tiga pertandingan terakhir dalam sistem best-of-seven.
Mereka bahkan harus menelan pil yang lebih pahit bersama penggemar sendiri pada pertandingan ketujuh. Sebab, Celtics gugur di kandang mereka pada Sabtu (2/5/2026) waktu setempat. TD Garden, Boston, Massachusetts, Amerika Serikat tidak berhasil menjadi safe space bagi tim asuhan Joe Mazulla tersebut sekaligus tempat angker untuk Sixers.
Celtics kini senasib dengan Orlando Magic. Mereka juga tumbang dari Detroit Pistons dengan kedudukan serupa di NBA Playoff 2026. Padahal, Magic sempat unggul 3-1.
2. Keputusan Joe Mazulla memasang line-up untuk pertandingan ketujuh dipertanyakan
Boston Celtics memasuki pertandingan ketujuh dengan line-up yang tidak biasa. Joe Mazulla memasang starter sekelas Jaylen Brown dan Derrick White dengan pemain kurang berpengalaman di playoff macam Ron Harper Jr, Baylor Scheierman, dan Luka Garza. Keputusan ini dipertanyakan karena pertandingan ketujuh seharusnya menjadi penentuan, sementara line-up Celtics tidak tampak meyakinkan untuk menentukan nasib sejak awal pertandingan itu.
Keraguan akan line-up pilihan Mazulla tentu bukan asal-asalan. Ini setidaknya bisa dihubungkan dengan defisit skor mereka pada awal pertandingan. Sebab, Celtics kesulitan mengimbangi Philadelphia 76ers yang unggul 32-19 pada kuarter pembuka. Meski sempat berhasil meretas pertahanan lawan pada kuarter-kuarter berikutnya, Celtics tidak bisa menutup defisit itu pada ujung pertarungan.
3. Absennya Jayson Tatum memperparah situasi
Jayson Tatum merupakan wajah utama Boston Celtics bersama Jaylen Brown. Namun, dia menghilang pada saat krusial. Tatum tidak bisa tampil di pertandingan ketujuh, yang menentukan nasib mereka pada putaran pertama NBA Playoff 2026.
Tatum kabarnya mengalami cedera. Pihak tim menjelaskan 2 jam sebelum pertandingan ketujuh dimulai bahwa pemainnya bermasalah dengan lutut kirinya. Mereka tidak bisa memaksakan Tatum bermain karena belum lama pulih dari cedera Achilles.
Lutut kirinya yang bermasalah kemungkinan juga disebabkan kompensasi berlebihan pada tubuhnya. Betis kirinya tumbuh lebih besar daripada betis kanannya selama rehabilitasi. Ini membebani lututnya saat kembali kepada permainan yang kompetitif.
Tanpa Tatum, Celtics otomatis kehilangan mesin poin dan perancang serangan. Dia seharusnya bisa menyumbang 20–30 poin atau sekadar membuat celah untuk Jaylen Brown dan yang lain melakukan hal yang sama. Tanpa ketangkasannya sebagai late-game closer, Celtics juga kesulitan menutup pertandingan dengan keunggulan saat mereka sangat membutuhkan itu akibat defisit pada kuarter pertama.
4. Philadelphia 76ers tampil penuh saat Boston Celtics mengalami offense collapse
Philadelphia 76ers hampir tidak bisa bermain dengan skuad penuh saat Joel Embiid absen dalam tiga pertandingan. Namun, sang bintang muncul pada saat yang tepat. Dia turun dalam empat pertandingan terakhir melawan Boston Celtics di playoff musim ini.
Embiid menjadi pembeda. Saat Celtics dikritik karena hero ball, yang membuat permainan mereka secara ofensif stagnan, Sixers justru jadi lebih fleksibel karena Embiid. Pemain keturunan Kamerun yang kini menjadi warga negara Amerika Serikat tersebut mampu menguasai paint area sementara pemain lain, macam Tyrese Maxey, melebarkan penjagaan untuk menembak dari jarak jauh atau membuka ruang masuk ke lebih dekat ring.
Dalam hal efisiensi, Sixers cenderung mengandalkan balance scoring. Sementara itu, Celtics bermain dengan high-variance offense. Titik beratnya ada pada tripoin, tetapi itu tidak bisa menyelamatkan mereka.
Boston Celtics pun gugur dalam tujuh pertandingan setelah unggul 3-1. Padahal, sebelumnya, mereka selalu berhasil lolos karena keunggulan macam itu. Rekornya sempat 32-0 sampai tumbang di putaran pertama NBA Playoff 2026. Mungkinkah mereka bangkit dari catatan negatif tersebut pada musim mendatang? Persiapan Celtics pada jeda musim panas akan ikut menentukan nasib merek ke depan.