Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rekap Portland Trail Blazers di NBA Playoff 2026, Gugur Lebih Dini!

Rekap Portland Trail Blazers di NBA Playoff 2026, Gugur Lebih Dini!
ilustrasi bola basket (unsplash.com/Klara Kulikova)
Intinya Sih
  • Portland Trail Blazers kembali ke NBA Playoff 2026 setelah empat tahun absen, namun langsung tersingkir di putaran pertama oleh San Antonio Spurs dengan skor 1-4.
  • Blazers kesulitan menembus pertahanan Spurs dan gagal memanfaatkan tembakan jarak jauh, dengan akurasi tripoin rendah serta performa inkonsisten dari para guard seperti Scoot Henderson dan Jrue Holiday.
  • Setelah tersingkir, Blazers menghadapi offseason penting dengan peluang perombakan skuad besar berkat ruang gaji yang longgar dan beberapa pemain kunci berstatus free agent.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Portland Trail Blazers tidak pernah ke NBA Playoff pada 2022–2025. Namun, cerita berbeda terjadi pada 2025/2026. Mereka akhirnya kembali ke babak pascamusim reguler setelah melewati NBA Play-in.

Blazers mengalahkan Phoenix Suns di play-in untuk mengamankan posisi ke ketujuh Wilayah Barat. Namun, mereka harus bertemu dengan San Antonio Spurs, tim peringkat kedua di wilayah yang sama pada musim reguler. Spurs tengah bangkit bersama para pemain muda mereka di NBA 2025/2026. Tidak heran mereka mengalahkan Blazers dengan mudah (4-1) pada putaran pertama playoff.

1. Portland Trail Blazers tumbang 1-4 pada putaran pertama NBA Playoff 2026

Portland Trail Blazers lolos ke NBA Playoff dengan rekor 42-40 pada musim reguler. Namun, lawan mereka jauh lebih tangguh. San Antonio Spurs finis kedua dengan rekor 62-20.

Ketangguhan Spurs tampak pada putaran pertama. Blazers yang baru kembali ke playoff berkali-kali tumbang. Mereka akhirnya menyerah dalam lima pertandingan.

Spurs dominan dalam banyak hal, terutama di area pertahanan. Mereka berkali-kali mampu menghentikan serangan Blazers. Victor Wembanyama, andalan Spurs, menunjukkan tajinya di hadapan mereka.

2. Mengalami kesulitan di area perimeter hingga area tripoin

Portland Trail Blazers menghadapi ancaman besar di paint area, terutama saat Victor Wembanyama, yang jangkauan tubuhnya di atas rata-rata, tampil untuk San Antonio Spurs. Oleh karena itu, mereka perlu memanfaatkan tembakan dari jarak yang lebih jauh. Namun, upaya itu juga tidak berbuah baik. Blazers tetap kesulitan di area perimeter hingga area tripoin.

Selama lima pertandingan, tim asuhan eks pemain Spurs, Tiago Splitter, itu mengalami kebuntuan. Pada pertandingan terakhir, mereka bahkan hanya mencetak 23,4 persen tripoin mereka. Ini melanjutkan tren negatif Blazers yang juga mandul dalam tembakan jarak jauh pada musim reguler.

Kondisi itu diperparah dengan inkonsistensi para pemain, terutama mereka yang bermain sebagai guard. Scoot Henderson dan Jrue Holiday pada pertandingan kelimat, misalnya, berkali-kali gagal mencetak poin. Mereka hanya berhasil mengumpulkan total 13 poin dari 5 per 20 percobaan.

3. Sering gembos pada kuarter empat

Portland Trail Blazers tidak mengalami masalah berarti pada awal permainan. Namun, mereka sering gembos pada kuarter empat. Blazers berkali-kali kesulitan menutup pertandingan dengan baik.

Pada kuarter terakhir di pertandingan keempat, Blazers bahkan tidak produktif. Mereka hanya mencetak 19 poin. Sementara itu, San Antonio Spurs mampu mengumpulkan 40 poin. Selisih ini membuat Blazers mengalami kekalahan 114-93.

Dengan sisa satu napas pada putaran pertama NBA Playoff 2026, Blazers melaju ke pertandingan kelima untuk memperpanjang usia. Mereka ingin mengandalkan Deni Avdija, yang berhasil tampil mentereng di NBA 2025/2026, tetapi pertandingan itu justru jadi pertandingan terakhirnya musim ini. Avdija gagal membuat Blazers bangkit setelah Spurs mengalahkan mereka 114-95.

4. Musim panas akan menjadi momen krusial untuk musim depan

Dengan kedudukan 1-4, Portland Trail Blazers mesti pulang dengan tangan hampa. Perjalanan mereka berakhir pada putaran pertama playoff. Spurs, yang menang melawan Blazers, berhak lolos ke putaran berikutnya. Blazers sendiri punya banyak waktu untuk memikirkan masa depan mereka.

Para analis memprediksi, tim asal Portland itu akan sibuk pada jeda musim panas. Mereka mungkin melakukan perombakan skuad. Blazers memiliki cap space sekitar 15,1 juta dolar AS (setara 261,75 miliar rupiah) dan sisa 31 juta dolar AS (setara 530 miliar rupiah) di bawah luxury tax, yang membuat ruang gerak mereka untuk merekrut pemain cukup bebas.

Blazers juga memiliki sejumlah pemain yang bisa ditukar untuk mengatur ulang skuad. Namun, Deni Avdija, yang jadi andalan pada 2025/2026, boleh jadi bukan salah satunya. Scoot Henderson, yang memberi dampak signifikan di playoff meski banyak absen pada musim reguler, juga bisa saja tetap di sana.

Blazers mungkin akan menghadapi masalah dengan kontrak Robert Williams III dan Matisse Thybulle, yang memberi dampak di area pertahanan mereka pada musim ini. Sebab, keduanya berstatus unrestricted free agent pada musim panas 2026. Dengan harga yang cukup tinggi, tim akan kesulitan mengontrak ulang mereka.

Meski begitu, manajemen punya jalan lain. Misalnya dengan menjajaki kemungkinan trade melibatkan pemain veteran seperti Jerami Grant dan Jrue Holiday sebagai upaya menyelaraskan line-up dengan young core. Apalagi, kedua pemain berusia di atas 30 tahun itu mengonsumsi sebagian besar cap space Blazers.

Musim panas sendiri masih cukup jauh. Namun, Portland Trail Blazers bisa mulai memikirkan masa depan mereka. Deni Avdija dkk kebetulan tumbang pada putaran pertama playoff dan mendapatkan waktu istirahat lebih banyak dari tim yang lanjut ke putaran berikutnya. Mungkinkah rencana Blazers akan matang saat waktunya tiba dan bangkit musim depan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More