Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Nasib Phoenix Suns di NBA Playoff 2026, Kena Sapu Juara Bertahan

Nasib Phoenix Suns di NBA Playoff 2026, Kena Sapu Juara Bertahan
ilustrasi jersey NBA (unsplash.com/Abhay siby Mathew)
Intinya Sih
  • Phoenix Suns tersingkir di babak pertama playoff NBA 2026 setelah disapu bersih 0-4 oleh juara bertahan Oklahoma City Thunder yang tampil dominan di semua aspek permainan.
  • Inefisiensi ofensif menjadi masalah utama Suns, dengan banyak turnover dan akurasi tripoin rendah, membuat mereka kesulitan menandingi efektivitas serangan Thunder.
  • Cedera pemain kunci seperti Mark Williams serta performa kurang maksimal dari Devin Booker, Jalen Green, dan Dillon Brooks memperburuk peluang Suns untuk bersaing lebih jauh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Phoenix Suns mesti melewati jalan terjal pada 2025/2026. Setelah lolos ke playoff lewat NBA Play-in, mereka kena sapu bersih di PHX Arena, Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, pada Senin (27/4/2026) waktu setempat. Suns keok menghadapi juara bertahan, Oklahoma City Thunder, pada putaran pertama Wilayah Barat.

1. Keok tanpa perlawanan di NBA Playoff 2026

Phoenix Suns, yang finis di posisi kedelapan Wilayah Barat, lolos ke playoff untuk menantang tim peringkat pertama, Oklahoma City Thunder. Namun, perjalanan mereka berakhir tragis. Tanpa perlawanan, tim asal Arizona itu keok 0-4.

Thunder, yang juga juara NBA 2025, masih terlalu tangguh. Pertahanan mereka, terutama terhadap Devin Booker, andalan Suns, tampak rapat. Thunder menetralisasi ketajaman Booker sehingga Suns kesulitan mendapatkan poin.

Dalam 4 pertandingan, Booker hanya mampu mengoleksi 21,3 poin, terendah selama kariernya di playoff. Dia juga selalu keluar dengan plus/minus negatif. Melawan Thunder, totalnya mencapai -67.

2. Inefisien secara ofensif karena turnover dan tripoin meleset

Phoenix Suns memiliki Devin Booker dan Jalen Green yang tangguh secara ofensif. Namun, tim justru bermain tidak efisien sepanjang seri. Beragam kesalahan terjadi dalam empat pertandingan, termasuk turnover (64) yang selalu membuat kondisi berbalik merugikan tim. Booker menjadi penyebab serangan balik terparah dengan rata-rata empat turnover per pertandingan.

Dalam hal tripoin, Suns juga tidak lebih baik. Selama babak pascamusim reguler, mereka hanya mampu memasukkan 34 persen tripoin. Tembakan Suns lebih banyak meleset daripada berbuah poin. Bandingkan dengan Thunder yang mampu mencetak 36,3 persen tembakan mereka.

3. Bantuan dari Dillon Brooks dan Jalen Green tidak cukup

Saat Oklahoma City Thunder berusaha menghentikan Devin Booker, Phoenix Suns sebenarnya memiliki opsi lain. Mereka bisa membebankan tugas mencetak poin kepada dua bintang lain, Dillon Brooks dan Jalen Green. Suns memaksa keduanya mengambil kesempatan menembak dengan volume yang lebih tinggi.

Brooks melepaskan 85 tembakan dengan 39 di antara berhasil masuk. Green, di sisi lain, menembak 83 kali dengan memasukkan 32 bola. Sayangnya, bantuan mereka belum cukup untuk membuat tim mengungguli Thunder. Produktivitas mereka kalah dari Shai Gilgeous-Alexander dkk.

4. Oklahoma City Thunder menguasai semua faktor kemenangan

Ada empat faktor yang membuat sebuah tim menang. Mereka terdiri dari effective field goal percentage (eFG%), turnover percentage (TOV%), offensive rebound percentage (ORB%), dan free throw rate (FT/FGA). Oklahoma City Thunder menguasai semuanya.

Tim asuhan Mark Daigneault itu memiliki 56,7 eFG%, 9,7 TOV%, 31,5 ORB%, dan 24,1 FT/FGA. Mereka unggul dari Suns dengan 52 eFG%, 14,4 TOV%, 27,9 ORB%, dan 18,3 FT/FGA. Masing-masing faktor berbobot 40, 25, 20, dan 15 persen sehingga Thunder yang unggul di semua faktor 100 persen layak menang.

5. Kehilangan Mark Williams yang memberi dampak di sekitar ring

Phoenix Suns melewati NBA 2025/2026 dengan kondisi kurang ideal. Mereka bertubi-tubi dihantam cedera sejak musim reguler. Para bintang, termasuk Devin Booker, Jalen Green, dan Dillon Brooks, tidak sepenuhnya sehat. Bahkan, Suns mesti kehilangan Mark Williams di play-in dan playoff.

Williams, yang memberi dampak di sekitar ring sebagai starting center musim ini, absen dalam empat pertandingan pascamusim reguler terakhir. Dia tidak sempat bermain sekali pun melawan Oklahoma City Thunder. Williams mengalami masalah pada kaki kirinya sehingga terpaksa menepi sejak pertengahan April.

Badai cedera ini sendiri merusak konsistensi Suns sepanjang musim. Mereka tidak bisa tampil dengan pemain inti dalam waktu yang lama, mencegah tim membangun kesinambungan yang diperlukan dalam membangun chemistry. Sebagai gambaran, selama musim reguler, Green telah absen 50 kali, Brooks 26 kali, Williams 22 kali, dan Booker 18 kali.

Pada musim depan, Phoenix Suns perlu menjaga pemain mereka tetap sehat jika ingin berkompetisi dengan lebih baik sambil membangun skuad yang dibutuhkan. Devin Booker, Jalen Green, dan Dillon Brooks–trio pencetak poin utama–mungkin tinggal karena sisa kontrak mereka. Namun, Suns perlu memikirkan kerja sama tambahan dengan Mark Williams di tengah tingginya nilai kontrak tiga bintang barusan. Suns juga bisa mengeksplorasi pasar. Misalnya dengan merekrut kembali Collin Gilespie dan Jordan Goodwin yang free agent pada musim panas, menimbang kontribusi positif keduanya kepada tim pada 2025/2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More