Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Penyebab Hukuman Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026

Penyebab Hukuman Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026
tampilan motor Leopard Racing (commons.wikimedia.org/Riottoso)
Share Article

Kabar mengejutkan mewarnai pekan balap Moto3 Hungaria. FIM MotoGP Steward menjatuhkan hukuman kepada pembalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, pada Jumat (5/6/2026) pagi waktu setempat. Tidak tanggung-tanggung, Fernandez didiskualifikasi pada enam balapan awal musim ini.

Hukuman tersebut terjadi menyusul temuan Direktur Teknis dan laporan dari Honda selaku pemasok mesin untuk Leopard Racing. Situasi ini memengaruhi posisi Fernandez di klasemen sementara. Lalu, apa yang sebetulnya terjadi?

1. Adrian Fernandez didiskualifikasi dari 4 balapan awal Moto3 2026 berdasarkan hasil pemeriksaan mesin setelah Moto3 Prancis 2026

Adrian Fernandez mendapatkan hukuman diskualifikasi dari enam balapan awal Moto3 2026 karena dua mesin yang digunakan telah dibuka tanpa izin. Itu mengacu pada hasil temuan Direktur Teknis dan laporan dari Honda. Pemeriksaan mesin terjadi pada dua periode berbeda.

Temuan pertama terjadi setelah pekan balap GP Prancis. Honda sebagai pemasok mesin mengajukan permintaan standar untuk membuka segel grup mesin pertama yang dipakai pembalap setelah habis masa pakai. Hasil pemeriksaan menemukan segel pada salah satu mesin Fernandez tidak sesuai dengan prosedur pemasangan kabel yang berlaku.

Merujuk pada laporan resmi Honda, temuan Direktur Teknis, dan pemeriksaan lanjutan, terungkap mesin telah dibuka tanpa izin. Pelanggaran teknis ini menyebabkan mesin tersebut wajib dihitung sebagai mesin baru dalam kuota alokasi pembalap berdasarkan pasal 2.6.3.3.13(c). Pasal tersebut menyatakan mesin dengan segel keamanan yang rusak, dimanipulasi, atau hilang dianggap telah dibongkar pasang dan harus diperlakukan sebagai mesin baru.

Temuan pada pemeriksaan mesin pascabalapan di Sirkuit Le Mans berujung pada hukuman terhadap Fernandez. Hukuman tersebut berupa diskualifikasi dari GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol. Steward FIM MotoGP menjatuhkan sanksi karena adanya pelanggaran terhadap regulasi FIM Grand Prix World Championship pasal 2.6.3.3 mengenai daya tahan mesin Moto3 dan pasal 3.3.2.2 mengenai tindakan curang yang merugikan kepentingan ajang olahraga atau kejuaraan.

2. Hukuman diskualifikasi Adrian Fernandez bertambah setelah temuan pada pemeriksaan mesin pascabalapan Moto3 Italia 2026

Temuan pelanggaran kedua terjadi setelah pekan balap Moto3 Italia 2026. Leopard Racing mendapatkan permintaan untuk menyerahkan sejumlah mesin untuk pemeriksaan kepatuhan terhadap regulasi. Honda yang melakukan pemeriksaan menemukan bukti kawat dan stiker segel pada salah satu mesin telah dirusak.

Kemudian, mesin tersebut dibawa pada seri balap berikutnya dengan pengawasan Kontrol Teknis. Honda melakukan pembongkaran terhadap mesin berdasarkan arahan Direktur Teknis. Honda rupanya menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada indikasi mesin telah dimodifikasi serta segel telah dibuka.

Temuan ini menyebabkan adanya tambahan hukuman terhadap Adrian Fernandez. Pembalap asal Spanyol itu didiskualifikasi dari GP Prancis dan Catalunya. Adapun hasil balapan Fernandez di GP Italia tetap masuk dalam hitungan perolehan poin di klasemen pembalap.

3. Leopard Racing merilis pernyataan resmi menanggapi hukuman diskualifikasi terhadap Adrian Fernandez

Leopard Racing mengeluarkan pernyataan resmi berselang beberapa jam setelah hukuman yang dijatuhkan kepada Adrian Fernandez. Pihak tim mengakui keputusan Stewards FIM MotoGP mengenai dua mesin yang dinilai melanggar aturan. Namun, Leopard Racing secara tegas menolak tuduhan adanya mesin yang dibuka atau dimodifikasi tanpa izin. Mereka menegaskan telah melakukan semua prosedur yang berlaku guna melindungi hak tim dan pembalap.

Leopard Racing juga menyebut mesin yang digunakan selama GP Italia telah menjalani pemeriksaan teknis menyeluruh. Mesin tersebut dinyatakan mematuhi peraturan yang berlaku. Mereka berpendapat masalah pada mesin nomor 810 dan 811 berkaitan dengan penafsiran sistem penyegelan mesin.

"Leopard Racing berpandangan bahwa masih ada sejumlah pertanyaan teknis dan prosedural penting yang belum terjawab. Itu termasuk metode yang digunakan untuk menentukan dugaan pelanggaran dan kesesuaian hukuman yang diberikan. Perlu dicatat bahwa tidak ada perwakilan tim yang hadir selama proses pemeriksaan berlangsung," bunyi pernyataan Leopard Racing dilansir MotoMatters.

4. Veda Ega Pratama mengalami kenaikan posisi di klasemen Moto3 2026 imbas hukuman diskualifikasi Adrian Fernandez

Leopard Racing telah mengajukan banding terhadap sanksi untuk Adrian Fernandez. Pihak tim menyampaikan banding sesuai prosedur yang berlaku dan telah didengar oleh FIM Appeal Stewards. Namun, Leopard Racing harus gigit jari lantaran banding mereka ditolak.

Meski begitu, Leopard Racing punya hak mengajukan banding ke International Court of Appeal (CAI) di hadapan pengadilan yang berwenang di Kanton Vaud, Swiss. Hingga kini, belum diketahui apakah Leopard Racing akan melayangkan banding lanjutan ke CAI. Namun, hukuman terhadap Fernandez mengubah posisinya di klasemen pembalap.

Fernandez kini menduduki peringkat ke-20 dengan 13 poin. Perolehan poin tersebut berasal dari finis keempat di GP Italia. Di sisi lain, Veda Ega Pratama mengalami perubahan hasil balap serta posisi di klasemen imbas hukuman terhadap Fernandez.

Veda dinyatakan finis ketiga pada balapan GP Prancis. Perubahan tersebut membuat Veda telah dua kali finis di zona podium. Sebelumnya, Veda menuntaskan balapan GP Brasil di posisi yang sama.

Veda bertengger di peringkat ketiga klasemen pembalap lewat perolehan 71 poin. Ia berjarak 74 poin dari Maximo Quiles yang berada di posisi teratas. Perubahan posisi Veda di klasemen sementara bukan hanya imbas dari hukuman terhadap Fernandez.

Sebelumnya, Brian Uriarte didiskualifikasi dari balapan GP Catalunya. Motor pembalap Red Bull KTM Ajo itu terbukti menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi kejuaraan. Temuan tersebut terjadi saat pemeriksaan selepas sesi kualifikasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More

5 Pemain Outfield Nirgol di Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026

07 Jun 2026, 15:08 WIBSport