Persija Pantau Polemik Shin Tae Yong, Belum Ambil Sikap

Jakarta, IDN Times - Persija Jakarta akhirnya angkat suara terkait polemik Shin Tae Yong, yang dijatuhi sanksi Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Macan Kemayoran belum mengambil sikap, melainkan memilih untuk memantau situasi lebih dulu.
KFA menjatuhkan tiga sanksi berat kepada eks pelatih Timnas Indonesia tersebut, yang salah satunya adalah dilarang melatih 10 tahun. Polemik ini tentu menjadi kabar pahit bagi Persija yang tengah menyempurnakan tim untuk menyongsong musim 2026/27.
1. Persija masih pantau situasi

Dalam pernyataannya, Persija keputusan yang telah ditetapkan KFA. Manajemen Macan Kemayoran akan menjalin komunikasi secara intensif sebelum mengambil sikap. Artinya, posisi Shin bisa dibilang terancam.
"Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh KFA terkait situasi yang berkembang saat ini. Persija akan terus memantau perkembangan, menjalin komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait, serta mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan situasi ini sebelum mengambil keputusan resmi," bunyi pernyataan Persija.
2. Kapan Persija ambil sikap?

Belum diketahui kapan Persija akan mengambil keputusan. Mereka berjanji memberikan perkembangan terkait situasi ini, yang akan diumumkan di laman resmi klub.
"Segala informasi terkait perkembangan situasi ini akan disampaikan secara resmi melalui kanal komunikasi resmi Persija," bunyi pernyataan Persija.
3. Sanksi KFA apakah bisa pengaruhi nasib STY di Persija?

KFA menjatuhkan sanksi setelah menggelar pertemuan bersama Komite Fair Play pada awal Juli 2026. Sanksi ini menyusul adanya pelanggaran Shin saat menukangi Ulsan HD, yang berujung didepak.
Selain dilarang melatih 10 tahun, Shin juga tidak boleh terlibat dalam kompetisi sepak bola Korea Selatan. Namun, karena sanksi ini diberikan oleh KFA, seharusnya Shin tetap bisa melatih di negara lain. Beda hal jika FIFA yang menjatuhkan sanksi kepadanya.
Channel A melansir, Shin mengaku merasa diperlakukan tidak adil atas sanksi yang dijatuhkan KFA. Meski merasa disudutkan, Shin tetap memilih menahan diri.
"Ada banyak hal yang tidak adil dan saya ingin mengungkap kebenarannya. Namun, jika saya maju, murid-murid saya bisa terluka dan atmosfer sepak bola domestik sedang tidak baik. Saya mencoba menahannya sendiri," kata Shin

















