Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Peraih Medali Terakhir Indonesia di BWF World Championship

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, ganda putra Indonesia (instagram.com/hendrasansan)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, ganda putra Indonesia (instagram.com/hendrasansan)
Intinya sih...
  • Indonesia mundur dari BWF World Championship 2021 karena alasan kesehatan dan wabah virus.
  • Tommy Sugiarto, Lindaweni Fanetri, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan adalah peraih medali terakhir Indonesia di Kejuaraan Dunia.
  • Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi pasangan ganda campuran sukses yang meraih gelar juara dunia terakhir kali di tahun 2017.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

BWF World Championship merupakan turnamen individu paling prestisius dalam dunia bulu tangkis setelah Olimpiade. Ajang ini menjadi panggung utama bagi para atlet untuk membuktikan kualitas terbaik mereka karena hanya diikuti pemain-pemain elite dari seluruh dunia. Setiap medali yang diraih di BWF World Championship memiliki nilai historis tinggi dan sering dijadikan tolok ukur kesuksesan seorang pebulu tangkis.

Indonesia sendiri memiliki rekam jejak panjang dan membanggakan di BWF World Championship. Sejak era awal bulu tangkis modern, atlet-atlet Indonesia kerap menjadi langganan podium di berbagai sektor, baik tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, maupun ganda campuran. Prestasi tersebut tidak hanya mengangkat nama atlet, tetapi juga mengukuhkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan tradisional bulu tangkis dunia.

Namun, dinamika persaingan global yang semakin ketat membuat perjalanan Indonesia di BWF World Championship tidak selalu berjalan mulus. Munculnya kekuatan baru dari negara lain, regenerasi atlet yang masih berproses, serta tekanan kompetisi tingkat dunia menjadi tantangan tersendiri. Hal inilah yang membuat Indonesia harus absen medali pada edisi 2021. Berikut ini 5 peraih medali terakhir Indonesia di BWF World Championship.

Table of Content

1. Tommy Sugiarto (tunggal putra)

1. Tommy Sugiarto (tunggal putra)

Tommy Sugiarto, tunggal putra Indonesia (instagram.com/tommysugiarto31)
Tommy Sugiarto, tunggal putra Indonesia (instagram.com/tommysugiarto31)

Tommy Sugiarto masih menjadi tunggal putra terbaik setelah era Taufik Hidayat sepanjang ajang Kejuaraan Dunia. Putra sulung dari Icuk Sugiarto ini berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk Indonesia di Kejuaraan Dunia 2014.

Tommy menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil membawa pulang medali di Kejuaraan Dunia 2014 yang digelar di Denmark. Sayangnya, Tommy harus mengakui keunggulan tunggal putra China, Chen Long di laga semifinal.

2. Lindaweni Fanetri (tunggal putri)

Lindaweni Fanetri, mantan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia (djarumbadminton.com)
Lindaweni Fanetri, mantan pebulu tangkis tunggal putri Indonesia (djarumbadminton.com)

Dari sektor tunggal putri, Lindaweni Fanetri masih menjadi tunggal putri Indonesia yang berhasil meraih medali perunggu hingga saat ini. Indonesia mengirimkan 4 wakil terbaiknya di Kejuaraan Dunia 2015 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

Lindaweni sukses menumbangkan wakil Taiwan, Tai Tzu Ying di babak delapan besar. Namun sayangnya, tunggal putri Indonesia ini harus takluk atas wakil India, Saina Nehwal di semifinal Kejuaraan Dunia 2015.

3. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (ganda putra)

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, ganda putra Indonesia (instagram.com/hendrasansan)
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, ganda putra Indonesia (instagram.com/hendrasansan)

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan masih memegang rekor menjadi ganda putra dengan gelar juara dunia terbanyak. Pasangan yang akrab disapa Daddies ini sukses meraih medali emas di Kejuaraan Dunia 2019.

Daddies sukses mengalahkan pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di laga final pada ajang Kejuaraan Dunia yang digelar di Basel, Swiss tersebut. Indonesia juga meraih medali perunggu dari pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

4. Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri)

Atlet ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu (instagram.com/greyspolii)
Atlet ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu (instagram.com/greyspolii)

Masih di tahun yang sama, Greysia Polii/Apriyani Rahayu gagal mencetak sejarah di ajang Kejuaraan Dunia. Greysia/Apriyani masih belum mampu menembus laga final setelah dikalahkan oleh pasangan Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara di semifinal Kejuaraan Dunia 2019.

Hingga saat ini, belum ada ganda putri Indonesia yang berhasil menjadi juara dunia sepanjang sejarah. Greysia/Apriyani masih menjadi yang terbaik dengan medali perunggu.

5. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran)

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, ganda campuran Indonesia (tontowiahmad_)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, ganda campuran Indonesia (tontowiahmad_)

Dari sektor ganda campuran, belum ada yang menyaingi pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang sukses menjadi juara dunia. Terakhir kali, mereka meraih gelar juara dunia di tahun 2017 yang digelar di Skotlandia. Indonesia sudah pernah meraih gelar juara dunia di empat sektor. Hanya di sektor ganda putri yang belum pernah mencicipi medali emas.

FAQ seputar Peraih Medali Terakhir Indonesia di BWF World Championship

Siapa saja atlet Indonesia yang terakhir meraih medali di BWF World Championship?

Atlet Indonesia peraih medali terakhir di BWF World Championship adalah Lindaweni Fanetri, Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Mohammad Ahsan, dan Hendra Setiawan.

Dari sektor apa saja medali terakhir Indonesia di BWF World Championship berasal?

Medali terakhir Indonesia berasal dari sektor tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran.

Indonesia terakhir kali meraih medali di BWF World Championship pada tahun berapa?

Indonesia terakhir kali meraih medali di BWF World Championship pada tahun 2019 melalui Mohammad Ahsan/Hendra Setwian untuk kategori ganda putra.

Kenapa Indonesia absen medali di BWF World Championship 2021?

Indonesia gagal meraih medali karena persaingan yang semakin ketat serta performa atlet yang belum maksimal saat turnamen berlangsung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rizna Hidayah
EditorRizna Hidayah
Follow Us

Latest in Sport

See More

Jadwal Proliga 2026 Lengkap Putaran 1 hingga Grand Final

09 Jan 2026, 12:34 WIBSport