Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Performa 5 Pebulu Tangkis Unggulan Pertama di Asian Games 2026
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/Dongjie Chen)
  • Asian Games 2026 nomor individu berakhir 29 September; hanya satu dari lima unggulan pertama yang meraih emas.

  • Jonatan Christie tersingkir di perempat final tanpa medali, sementara Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping serta Kim Won Ho/Seo Seung Jae meraih perunggu usai kalah semifinal.

  • Liu Sheng Shu/Tan Ning membawa perak setelah kalah final, sedangkan An Se Young menjadi satu-satunya unggulan pertama peraih emas usai menundukkan Akane Yamaguchi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Persaingan bulu tangkis Asian Games 2026 untuk nomor individu resmi berakhir pada Selasa (29/9/2026). Salah satu yang menarik dari hasil akhir nomor individu ini adalah hanya satu dari lima pebulu tangkis berstatus unggulan pertama yang berhasil meraih medali emas.

Lantas, bagaimana performa lima unggulan pertama tersebut sepanjang persaingan bulu tangkis Asian Games 2026? Berikut catatan perjalanan mereka hingga akhir turnamen.

1. Unggulan pertama tunggal putra tumbang pada perempat final

Unggulan pertama sektor tunggal putra, Jonatan Christie, menjadi yang pertama tersingkir di Asian Games 2026. Pebulu tangkis Indonesia itu tumbang pada perempat final di tangan andalan Singapura, Loh Kean Yew, yang akhirnya menyabet perak. Ia kalah 2 game langsung dari tunggal putra peringkat 13 dunia itu dengan skor 14-21 dan 19-21 dalam waktu 43 menit. Kekalahan itu menjadikan Jonatan sebagai unggulan pertama dengan hasil terburuk sekaligus satu-satunya unggulan pertama yang gagal meraih medali.

2. Unggulan pertama ganda campuran kalah pada semifinal

Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping adalah unggulan pertama di sektor ganda campuran Asian Games 2026. Sayangnya, status itu tidak menjamin langkah mereka mulus. Pada semifinal, mereka secara mengejutkan dijegal ganda campuran nonunggulan asal Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Mereka kalah 2 game langsung dengan skor 12-21 dan 14-21 dalam waktu 35 menit. Kekalahan itu memastikan Feng/Huang harus puas dengan perunggu.

3. Unggulan pertama ganda putra juga gugur pada semifinal

Titel unggulan pertama sektor ganda putra dipegang oleh Kim Won Ho/Seo Seung Jae asal Korea Selatan. Senasib dengan unggulan pertama ganda campuran, pasangan peringkat satu dunia itu juga harus mengakhiri perjalanannya di Asian Games 2026 pada semifinal. Mereka takluk di hadapan pasangan nonunggulan asal Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, yang akhirnya keluar sebagai peraih emas. Dalam duel singkat 2 game yang berdurasi 35 menit, mereka kalah dengan skor 11-21 dan 14-21. Mereka dipastikan meraih perunggu setelah kekalahan itu.

4. Unggulan pertama ganda putri harus puas dengan perak

Liu Sheng Shu/Tan Ning, unggulan pertama sektor ganda putri, sukses mencapai final Asian Games 2026. Sayangnya, emas yang sudah di depan mata harus sirna. Mereka harus puas dengan perak setelah kalah dari unggulan kedua asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee, dalam duel alot yang berlangsung selama hampir 2 jam, tepatnya 111 menit. Dalam pertandingan 3 game, pasangan peringkat 1 dunia itu kalah dengan skor tipis 28-26, 18-21, dan 18-21.

5. Unggulan pertama tunggal putri menyabet emas

Unggulan pertama tunggal putri, An Se Young, menjadi satu-satunya unggulan pertama yang mengamankan emas di Asian Games 2026. Pebulu tangkis andalan Korea Selatan itu memastikan diri menaiki podium tertinggi setelah menyingkirkan andalan tuan rumah pada partai final. Ia menang 2 game langsung atas Akane Yamaguchi dengan skor 21-17 dan 21-9 dalam waktu 59 menit. Dengan hasil itu, ia menjadi unggulan pertama dengan performa terbaik di Asian Games 2026.

Dari lima unggulan pertama, hanya sektor tunggal putri yang berhasil mengonversi status tersebut menjadi medali emas. Ini menunjukkan bahwa persaingan di sektor lainnya berlangsung lebih terbuka hingga unggulan pertama tidak seluruhnya mampu mempertahankan posisinya sampai perebutan gelar juara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article