Loh Kean Yew menjadi satu-satunya pebulu tangkis nonunggulan dari sektor tunggal putra yang berhasil melaju hingga final. Dalam perjalanannya, Loh membuat kejutan di perempat final dengan menumbangkan unggulan pertama asal Indonesia, Jonatan Christie, dalam dua game langsung. Hasil tersebut mengantarkannya ke semifinal hingga akhirnya mendapatkan tiket ke partai puncak.
Namun, Loh harus puas finis sebagai runner-up setelah kalah dari unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Loh takluk dalam dua game langsung dengan skor 13-21 dan 16-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 48 menit. Kekalahan ini membuat rekor pertemuan keduanya menjadi 9-2 untuk keunggulan Kunlavut.
Tiga pebulu tangkis nonunggulan tersebut mampu menunjukkan performa berbeda hingga mencapai partai final Asian Games 2026. Dua di antaranya harus puas dengan medali perak, sedangkan satu lainnya berhasil membawa pulang medali emas untuk Indonesia. Hasil ini menunjukkan persaingan di babak final tetap berlangsung ketat meski para finalis datang dengan status unggulan yang berbeda.
Perjalanan hingga partai puncak juga menjadi catatan tersendiri bagi para pemain nonunggulan. Mereka mampu melewati sejumlah lawan unggulan sebelum akhirnya tampil di pertandingan penentuan. Hasil di Asian Games 2026 pun menjadi bagian penting dari perjalanan mereka pada turnamen-turnamen selanjutnya.