Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjalanan Amri/Nita Menyabet Perak di Asian Games 2026
ilustrasi bulu tangkis (pexels.com/SHVETS production)
  • Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah meraih perak ganda campuran Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari unggulan kedua China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, di final.
  • Pasangan nonunggulan Indonesia membuka turnamen dengan mengalahkan Kazakhstan, lalu menyingkirkan wakil Jepang dan Korea Selatan melalui pertandingan tiga gim.
  • Di semifinal, Amri/Nita mengejutkan unggulan pertama sekaligus nomor satu dunia asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dengan kemenangan 21-12, 21-14 dalam 35 menit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah berhasil membawa pulang medali perak untuk Indonesia dari nomor ganda campuran Asian Games 2026. Kepastian itu didapat setelah mereka kalah dari ganda campuran China pada partai final yang berlangsung di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, pada Selasa (29/9/2026).

Bagi Amri/Nita, perak ini termasuk hasil yang memuaskan mengingat mereka berangkat dengan status tidak diunggulkan. Lalu, seperti apa perjalanan mereka meraih perak di Asian Games pertamanya ini? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Membantai wakil Kazakhstan pada laga pembuka

Ganda campuran Kazakhstan peringkat 537 dunia menjadi rintangan pertama Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di Asian Games 2026. Mereka melawan Makhsut Tajibullayev/Nargiza Rakhmetullayeva pada babak pertama. Perbedaan peringkat dan jam terbang yang jauh membuat Amri/Nita mudah memenangkan pertandingan ini. Mereka mengantongi kemenangan 2 game langsung dengan skor telak 21-7 dan 21-11 hanya dalam waktu 23 menit. Itu merupakan pertandingan mereka dengan durasi tercepat di kejuaraan ini.

2. Menang atas wakil tuan rumah pada babak kedua

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menjalani babak kedua Asian Games 2026 dengan melawan ganda campuran tuan rumah, Yuta Watanabe/Maya Taguchi. Ini menjadi salah satu laga berat bagi Amri/Nita karena sang lawan pada babak sebelumnya tampil menawan dengan memulangkan unggulan ketiga asal Thailand. Meski begitu, mereka tetap berhasil memenangkan laga ini. Amri/Nita menang atas penghuni peringkat 13 dunia itu lewat drama 3 game yang berjalan selama 59 menit dengan skor 9-21, 21-18, dan 21-15.

3. Membekuk wakil Korea Selatan pada perempat final

Laju Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah di Asian Games 2026 berlanjut ke perempat final dengan menghadapi ganda campuran Korea Selatan. Mereka melawan Jo Song Hyun/Jeong Na Eun yang sama-sama berstatus pemain nonunggulan. Sama seperti laga sebelumnya, laga kali ini juga diwarnai drama 3 game yang berlangsung selama 57 menit. Amri/Nita sempat kewalahan menghadapi pasangan yang baru menduduki peringkat 80 dunia tersebut. Mereka akhirnya menang lewat comeback yang menawan dengan skor 21-9, 12-21, dan 21-19.

4. Memaksa unggulan pertama angkat koper pada semifinal

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mendapat lawan tangguh pada semifinal Asian Games 2026. Mereka dihadapkan dengan favorit juara, unggulan pertama, sekaligus ganda campuran nomor satu dunia asal China, yakni Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Meskipun tertinggal dari segi peringkat maupun rekor pertemuan, Amri/Nita secara mengejutkan mampu memenangkan pertandingan ini. Tak tanggung-tanggung, mereka memenangkan laga ini 2 game langsung dengan skor telak 21-12 dan 21-14 hanya dalam waktu 35 menit.

5. Kalah dari wakil unggulan China pada partai final

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah tinggal satu langkah lagi untuk meraih emas Asian Games 2026. Sayangnya, upaya mereka digagalkan oleh ganda campuran China lainnya yang diunggulkan di urutan kedua. Mereka kalah dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin pada laga final. Amri/Nita kalah dari duet peringkat 2 dunia itu dalam duel 2 game langsung yang berjalan selama 43 menit dengan skor 19-21 dan 8-21. Kekalahan itu memastikan mereka pulang dengan perak.

Hasil Amri/Nita ini menjadi perak pertama sekaligus medali kelima Indonesia dari cabor bulu tangkis di Asian Games 2026. Sebelumnya, Indonesia sudah memastikan 1 emas dari beregu putra serta 3 perunggu dari beregu putri, tunggal putra lewat Alwi Farhan, dan ganda putra lewat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article