potret Erick Thohir (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Selain dikenal sebagai tokoh bisnis dan pemerintahan, Erick Thohir juga memiliki perjalanan panjang di dunia olahraga. Keterlibatannya mencakup berbagai bidang, mulai dari kepemilikan klub olahraga hingga perannya dalam pengembangan sepak bola Indonesia. Berikut rangkuman kiprah Erick Thohir di dunia olahraga yang menarik untuk diketahui.
Jadi pemilik sejumlah klub bola
Selain menjadi pengusaha lewat Mahaka Group, Erick Thohir juga dikenal dari aktivitasnya di dunia olahraga. Dia mencatat sejarah sebagai orang Indonesia pertama yang membeli klub sepak bola Eropa, Inter Milan, dengan menguasai 70 persen saham melalui International Sport Capital pada Oktober 2013.
Waktu itu, Erick juga sempat menjabat sebagai presiden klub hingga 2016 sebelum melepaskan saham mayoritasnya kepada Suning Holdings Group Co. Selain Inter Milan, Erick Thohir juga sempat menjadi pemilik klub Major League Soccer (MLS), DC United. Setelahnya, dia juga mengelola klub asal Inggris, Oxford United bersama Anindya Bakrie.
Lebih jauh, Erick juga lekat dengan sepak bola nasional. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama Persib Bandung dan menjadi pemegang saham klub Persis Solo.
Terpilih sebagai Ketua Umum PSSI
Puncaknya, Erick Thohir terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar pada 16 Februari 2023 silam. Pada kepemimpinannya, PSSI melakukan reformasi demi kemajuan sepak bola Indonesia, termasuk salah satunya dengan mendatangkan pemain diaspora untuk membela Timnas Indonesia.
Tak cuma sepak bola
Selain sepak bola, Erick Thohir punya rekam jejak panjang di cabang olahraga lain, termasuk basket. Dia merupakan pendiri dan pemilik klub legendaris, Satria Muda, yang sukses di kompetisi basket nasional. Kemudian, dia juga pernah memiliki saham di klub NBA, Philadelphia 76ers, dan mencatatkan diri sebagai orang Asia pertama yang melakukannya.
Erick sebelumnya juga pernah mengemban sejumlah jabatan penting. Sebut saja sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dari 2006 hingga 2010, dan Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara (SEABA) dari 2006 hingga 2019.
Peran Erick di dunia basket semakin besar dengan keterlibatannya sebagai anggota Central Board Federasi Bola Basket Dunia (FIBA) untuk dua periode, dari 2015 hingga 2019 dan dari 2019 hingga 2023. Dia juga berperan penting dalam menjadikan Indonesia salah satu tuan rumah Piala Dunia Bola Basket 2023, bersama Jepang dan Filipina.
Tak berhenti dalam sepak bola dan basket, Erick Thohir sebenarnya sempat pula mengisi sejumlah posisi penting lain. Sebut saja dari Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sejak 31 Oktober 2015 hingga 9 Oktober 2019, dan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta-Palembang. Ketika Olimpiade London 2012 berlangsung, dia juga menjadi Chief de Mission Tim Indonesia.