Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Profil Kipchoge, Pelari Maraton Legendaris Dunia
ilustrasi pelari (pexels.com/Caique Araujo)

  • Eliud Kipchoge adalah pelari jarak jauh kenamaan asal Kenya kelahiran 5 November 1984.

  • Kipchoge berhasil meraih banyak rekor selama menjadi atlet. Di antaranya termasuk meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 dan Tokyo 2020.

  • Kipchoge juga banyak menerima penghargaan internasional, termasuk Atlet Terbaik Dunia versi IAAF dan masuk daftar Top 100 Most Influential Africans.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendengar nama Eliud Kipchoge, sebagian orang mungkin sudah tak asing lagi. Sosok atlet asal Kenya itu identik dengan prestasi luar biasa di dunia maraton.

Pada sepak terjangnya di maraton, Kipchoge kerap menjadi sorotan global karena berhasil mencatat berbagai rekor mengesankan. Nah, bagi kamu yang mungkin penasaran dengannya, berikut ulasan profil Kipchoge yang bisa diketahui. Simak sampai akhir, ya!

1. Profil Eliud Kipchoge

Eliud Kipchoge adalah seorang pelari jarak jauh kenamaan asal Kenya. Berbekal reputasi dan pencapaian yang dimiliki, ia dikenal sebagai salah satu pelari maraton terhebat sepanjang masa.

Kipchoge lahir pada 5 November 1984 di Kapsisiywa, Nandi County, Kenya. Per Januari 2026, usianya sudah menyentuh 41 tahun.

Melihat latar belakangnya, Kipchoge tumbuh di lingkungan sederhana bersama sang ibunda. Sedangkan ayahnya diketahui telah meninggal saat ia masih kecil. Kesukaannya terhadap dunia lari sudah mulai muncul sejak usia remaja. Saat berada di bangku sekolah, ia sudah sering jogging ketika pulang dan pergi.

Pada 2001, Kipchoge bertemu Patrick Sang yang kelak menjadi pelatihnya selama bertahun-tahun. Pertemuannya dengan Patrick menjadi awal mula terbentuknya karier Kipchoge sebagai atlet lari jarak jauh.

Profil dan biodata Eliud Kipchoge

  • Nama: Eliud Kipchoge

  • Tempat lahir: Kapsisiywa, Nandi County, Kenya

  • Tanggal lahir: 5 November 1984

  • Usia: 41 tahun (per Januari 2026)

  • Kewarganegaraan: Kenya

  • Profesi: Atlet lari

  • Instagram: @kipchogeeliud

2. Perjalanan karier Kipchoge

Awal karier sebagai atlet lari

Awal karier Kipchoge sebagai atlet lari bisa ditelusuri sejak 2002 saat mengikuti Kejuaraan Lintas Negara Dunia IAAF kategori junior. Pada nomor individu, ia menempati posisi kelima. Sedangkan dalam tim junior Kenya, ia turut berkontribusi memenangkan medali emas.

Pada 2003, Kipchoge berhasil memenangi ajang Kejuaraan Lintas Dunia di Lausanne, Swiss. Beberapa waktu berselang, ia juga sukses menjuarai Kejuaraan Dunia Atletik di Paris, Prancis. Meski masih muda, ia waktu itu mampu mengalahkan pelari kenamaan seperti Hicham El Guerrouj dan Kenenisa Bekele.

Beralih ke 2004, Kipchoge menjadi bagian tim Kenya di ajang Olimpiade Athena. Hasilnya tak begitu buruk dengan berhasil meraih medali perunggu.

Mulai beralih ke maraton

Setelah sukses di nomor lintasan, Kipchoge perlahan beralih ke maraton pada 2012. Debutnya sempat mencengangkan dunia karena bisa menjuarai Hamburg Marathon dengan catatan waktu impresif.

Sejak itu, Kipchoge mulai mendominasi berbagai ajang maraton dunia, termasuk di Berlin, London, dan Chicago Marathon. Kemenangannya di Berlin pada 2018 mencetak rekor dunia yang kemudian dilampaui sendiri di ajang Maraton Berlin 2022 dengan catatan 2 jam 1 menit 9 detik.

Pada 2019, Kipchoge mencatat rekor baru saat menyelesaikan lari maraton di bawah 2 jam pada ajang INEOS 1:59 Challenge. Meski tidak tercatat sebagai rekor dunia resmi karena dilakukan dalam kondisi tertentu, pencapaian tersebut tetap dianggap sebagai tonggak sejarah olahraga dunia.

Selain itu, Kipchoge juga meraih medali emas Olimpiade Rio 2016 dan Tokyo 2020. Torehan ini semakin mengukuhkannya sebagai salah satu pelari maraton tersukses sepanjang sejarah.

Pada 2023, Kipchoge kembali mencetak rekor menjadi pelari pertama yang memenangkan lima Maraton Berlin. Setelah gagal di Olimpiade Paris 2024 akibat sakit punggung, ia sempat mengisyaratkan pertimbangkan untuk pensiun.

Misi baru Kipchoge

Namanya kembali muncul sekitar akhir 2025 lalu. Waktu itu, Kipchoge berkompetisi di New York City Marathon dan finis di urutan ke-17. Setelahnya, ia mengumumkan misi baru yang dikenal sebagai ‘Eliud's Running World’, yakni challenge berlari tujuh maraton di tujuh benua selama periode dua tahun untuk tujuan amal.

3. Penghargaan yang pernah diraih Kipchoge

Sepanjang kariernya, Eliud Kipchoge telah menerima berbagai penghargaan dan pengakuan internasional. Berikut di antaranya:

Medali Emas Olimpiade

  • Rio de Janeiro 2016 (Maraton)

  • Tokyo 2020 (Maraton)

World Marathon Majors

Kipchoge menjuarai berbagai seri maraton prestisius dunia dalam World Marathon Majors. Tercatat, ia mengoleksi sebelas medali emas dan satu perak. Terakhir kali, ia juara di Berlin Marathon pada 2023.

Atlet Terbaik Dunia versi IAAF

Kipchoge terpilih sebagai Male Athlete of the Year 2018 dan 2019 versi IAAF, sebuah penghargaan prestisius bagi atlet dunia.

Masuk Daftar Top 100 Most Influential Africans

Kipchoge diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia karena dampaknya terhadap olahraga dan inspirasi global. Ia masuk Top 100 Most Influential Africans versi majalah New African pada 2019.

Penghargaan lainnya

  • AIMS Best Marathon Runner Award Men (2015-2017)

  • United Nations Kenya Person for the Year (2018)

  • BBC World Sport Star of the Year (2019)

  • Best Male Athlete Tokyo 2020 Olympics

  • Abebe Bikila Award (2021)

Demikianlah ulasan mengenai profil Kipchoge, pelari maraton legendaris dunia dengan segudang rekor.

FAQ seputar Kipchoge

Siapakah Kipchoge?

Kipchoge adalah atlet lari jarak jauh legendaris. Sepanjang kariernya, ia banyak meraih rekor mengesankan, termasuk dua medali emas maraton Olimpiade.

Kenapa Kipchoge mundur dari Olimpiade Paris 2024?

Menurut kabar yang diketahui, waktu itu Kipchoge mundur karena mengalami masalah sakit di bagian pinggang. Hal tersebut memupuskan harapan untuk meraih medali emas ketiga dari Olimpiade.

Apa rekor terbaik Kipchoge?

Kipchoge memiliki banyak rekor selama aktif menjadi atlet lari. Selain dua medali emas olimpiade, ia pernah menyelesaikan lari maraton di bawah 2 jam pada ajang INEOS 1:59 Challenge 2019.

Editorial Team