Dunia gulat profesional kembali diselimuti duka. Salah satu pegulat milik promosi All Elite Wrestling (AEW) asal Newcastle, Inggris, Benjamin Satterley, yang dikenal luas lewat nama ring Pac (serta Neville saat berkarier di WWE), dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (27/9/2026) lalu di usia 40 tahun. Kepergiannya yang mendadak hanya sehari setelah berlaga di ajang All Out 2026 mengejutkan penggemar dan pelaku kancah gulat profesional. Berikut ini profil Pac seperti dirangkum dari berbagai sumber.
Profil Pac, Bintang Gulat AEW yang Meninggal Dunia di Usia 40 Tahun

1. Memulai karier sebagai pegulat profesional di Inggris, melebarkan sayap ke Eropa dan Jepang
Satterley mengawali kariernya pada 2002 di ring gulat lokal pada usia 16 tahun sebelum berlatih secara profesional di FWA Academy. Menggunakan nama ring Pac sejak Maret 2004, ia dengan cepat mencuri perhatian lewat teknik akrobatiknya. Dilansir NBC News, gaya bertarung high-flying membuatnya dijuluki "The Man That Gravity Forgot" (Pria yang Dilupakan Gravitasi). Pac kemudian menguasai berbagai gelar di panggung independen Inggris dan Eropa.
Ekspansi internasionalnya berlanjut ke Amerika Serikat saat ia berhasil menjuarai gelar Tag Team di Pro Wrestling Guerrilla. Pac kemudian memperkokoh reputasinya sebagai bintang papan atas di salah satu promosi gulat profesional terkemuka Jepang, Dragon Gate. Pengalaman di berbagai negara berhasil membentuknya menjadi seorang pegulat matang sebelum akhirnya direkrut oleh promosi terkemuka asal Amerika Serikat, World Wrestling Entertainment (WWE), pada 2012.
2. Menjadi NXT Champion dan Cruiserweight Champion ketika bergabung dengan WWE
Saat bergabung dengan WWE pada Juli 2012, Satterley berkompetisi menggunakan nama panggung Adrian Neville (kemudian disingkat menjadi Neville). Dilansir The SmackDown Hotel, ia mengukir sejarah sebagai salah satu pemegang gelar NXT Champion paling lama yakni selama 286 hari. Gaya bertarung yang agresif dipadu teknik udara tinggi membuatnya mendapat penggemar.
Ketika dipromosikan ke roster utama pada awal 2015, Satterley kemudian menjadi salah satu pegulat dominan di divisi menengah. Ia sempat memegang gelar juara WWE Cruiserweight Champion sebanyak 2 kali, dengan durasi mencapai 231 hari. Kemampuannya mengeksekusi manuver sulit selalu menghadirkan hiburan berkualitas bagi penonton. Saat bersama WWE, Satterley juga sempat menjadi juara NXT Tag Team Champion sebanyak dua kali, masing-masing bersama Oliver Grey dan Corey Graves.
3. Bergabung dengan AEW pada awal 2019, dan bergabung dengan faksi Death Triangle bersama Penta dan Rey Fenix
Dilepas WWE pada Agustus 2018, ia kemudian bergabung dengan AEW pada Januari 2019, Kembali memakai nama ring Pac, ia langsung masuk dalam alur cerita (storyline) utama. Rekam jejak prestasinya di AEW terbilang gemilang lewat sejumlah sabuk kejuaraan. Dilansir Bleacher Report, Satterley menjadi pemenang perdana gelar juara AEW All-Atlantic Champion (sekarang disebut AEW International Champion) pada Juni 2022.
Selain menjadi anggota faksi Death Triangle bersama Penta dan Rey Fenix, persona karakter Pac yang dingin selalu berhasil membuat penonton terkesima. Tak cuma lihai saat melakukan promo, ia sanggup menyajikan laga seru melawan para bintang papan atas dunia. Kehadirannya senantiasa memberi warna intens pada setiap siaran mingguan utama AEW yakni AEW Dynamite.
4. Mengadopsi persona yang lebih brutal ketika menjadi anggota faksi Death Riders pimpinan Jon Moxley
Karakter Pac kian kuat saat bergabung dengan faksi Death Riders di bawah pimpinan Jon Moxley. Bersama faksi ini, ia menampilkan intensitas bertarung yang beringas tanpa kompromi sebab mengadopsi persona "The Bastard." Ini sesuai dengan gimmick Death Riders yang selalu menggunakan kekerasan ketika bertemu pegulat lain di luar ring. Kehadirannya memperkokoh citra mereka sebagai salah satu faksi paling ditakuti di AEW.
Sepanjang kariernya di AEW, Pac mengoleksi sejumlah sabuk kejuaraan bergengsi. Ia mencatatkan sejarah sebagai pemegang pertama gelar juara AEW All-Atlantic Champion. Selain itu, ia mengamankan gelar AEW World Trios Champion sebanyak dua kali, masing-masing bersama Death Triangle (Penta & Rey Fenix) serta Death Riders (Claudio Castagnoli & Wheeler Yuta).
5. Mendapat penghormatan khusus dari AEW dalam program Dynamite pada 1 Oktober 2026 lalu
Dilansir situs resmi AEW, program mingguan Dynamite episode khusus A Tribute to Pac berlangsung di Petersen Events Center, Pittsburgh, Pennsylvania, pada Kamis (1/10/2026) pekan lalu untuk menghormati perjalanan kariernya. Deretan laga emosional tersaji, termasuk aksi Will Ospreay menundukkan Ricochet lewat gerakan ikonik milik Pac, Black Arrow. Marina Shafir, anggota faksi Death Riders, juga meraih kemenangan usai mengunci lawan menggunakan teknik kuncian Pac, Brutalizer.
Laga utama menyajikan kembalinya Bryan Danielson ke atas ring untuk membantu faksi Death Riders meraih kemenangan. Seluruh jajaran pegulat serta staf memberikan ucapan perpisahan emosional sepanjang tayangan siaran langsung. Momen duka tersebut ditutup dengan penayangan video kenangan serta sorotan lampu utama ke arah kursi kosong milik Pac.
Kepergian Benjamin Satterley meninggalkan duka di kancah gulat profesional. Dedikasi tanpa kompromi, gaya bertarung high-flying, serta intensitasnya di atas ring akan terus menginspirasi. Selamat jalan, Pac, aksi luar biasamu akan abadi dalam ingatan para penggemar.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Preview WWE Money in the Bank 2026: 5 Laga Sengit di New Orleans!05 Oct 2026, 09:48 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
- 5 Laga Menarik di Worlds Collide 2026, Ajang Bentrok WWE vs AAA!29 Sep 2026, 12:34 WIB
- 5 Pemegang Gelar WWE Champion Terlama dalam Sejarah, Ada John Cena21 Sep 2026, 07:34 WIB