Di Moto3, Maximo Quiles bikin geger. Bagaimana tidak, pembalap debutan CFMOTO Valresa Aspar Team itu mencatatkan sederet prestasi mentereng. Meski cuman mengikuti 18 dari 22 balapan, Quiles bisa raih 2 pole position, bisa 9 kali naik podium, termasuk 3 kali jadi pemenang, dan bisa menempati peringkat ketiga kejuaraan dengan raihan 274 poin.
Kisah awal karier Quiles di ajang Grand Prix memang unik. Ia baru memulai balapan di seri ketiga. Pada dua seri sebelumnya, Quiles masih belum bisa balapan karena berusia di bawah 17 tahun.
Kala pertama kali tampil pada seri Amerika, ia langsung bisa start dari baris terdepan, tepatnya urutan kedua di grid. Hasil balapnya patut diacungi jempol. Ia bisa langsung bersaing di deretan depan dan finis lima besar.
Namun, Quiles malah cedera sehingga harus absen di dua seri. Menariknya, saat kembali di seri Prancis, ia langsung meraih pole position pertamanya di ajang Grand Prix. Dari sini, deretan prestasinya meningkat pesat.
Di seri Italia, Quiles merebut kemenangan pertamanya di Moto3. Pembalap bernomor 28 itu sangat kompetitif. Ia unggul dari Alvaro Carpe dengan gap ekstra tipis, yaitu 0,006 detik. Di Hungaria, di Sirkuit Balaton Park yang baru pertama kali ia kunjungi, Quiles tampil sempurna dengan merebut pole position. Ia lalu mencuri kemenangan di lap terakhir dari Valentin Perrone dengan gap 0,018 detik.
Fermin Aldeguer, Daniel Holgado, dan Maximo Quiles menjadi buah bibir di paddock Grand Prix. Di masa depan, MotoGP, Moto2, dan Moto3 punya pembalap yang bakal jadi bintang yang bersinar terang. Bisakah mereka tampil makin garang saat berstatus sophomore rider?