Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tantangan Nyata dalam Debut Diogo Moreria di MotoGP 2026
ilustrasi balap motor (unsplash.com/shaun Bexley)
  • Diogo Moreira menjalani debut di MotoGP 2026 bersama LCR Honda setelah menjuarai Moto2 2025, menghadapi tantangan besar dalam adaptasi motor RC213V bermesin 1000cc yang menuntut fisik dan mental ekstra.
  • Pada tiga seri awal, Moreira belum mampu menembus Q2 namun konsisten finis ke-13 di balapan utama, mengoleksi poin beruntun dan memimpin klasemen pembalap debutan dengan selisih delapan poin dari pesaing terdekat.
  • Moreira mengakui masih ada kekurangan terutama saat GP Amerika Serikat akibat kendala motor, namun tetap optimistis menjaga konsistensi menjelang rangkaian balapan Eropa di Sirkuit Jerez.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

MotoGP 2026 menjadi lembaran baru bagi Diogo Moreira. Pembalap LCR Honda itu untuk pertama kalinya berkompetisi di kelas utama. Ia datang dengan status sebagai juara Moto2 2025.

Menjalani balapan di kelas utama bagi seorang pembalap debutan bukanlah perkara mudah. Moreira mengakui realitas tersebut setelah menjalani tiga seri balap. Ia merasakan tantangan yang berbeda ketimbang saat masih aktif di kelas Moto2. Itu berkaitan dengan motor serta persaingan sengit antarpembalap yang terjadi pada tiap pekan balap.

1. Diogo Moreira menghadapi ujian fisik dan mental karena memakai motor dengan spesifikasi berbeda ketimbang motor Moto2 dan Moto3

Diogo Moreira menghabiskan waktu selama 2 musim berkiprah di kelas Moto2 dengan memperkuat Italtrans Racing Team. Pada periode tersebut, ia memacu motor bermesin tiga silinder berkapasitas 765cc. Sebanyak 10 podium dan 4 kemenangan berhasil Moreira raih dengan pencapaian tertinggi adalah menjadi juara pada 2025.

Setelah itu, Moreira mengalami pengalaman baru saat memacu motor RC213V. Motor tersebut berbeda dari yang dia tunggangi musim sebelumnya. Sebab, RC213V dibekali mesin berkapasitas 1000cc. Selain itu, motor tersebut juga memiliki holeshot device, rear ride-height device, dan sejumlah aspek aerodinamika. Beberapa elemen tersebut tidak tersemat pada motor Moto2 dan juga Moto3. Hal ini tentu menguji fisik dan mental Moreira yang baru terjun di kelas utama.

"Saat pertama kali berada di lintasan dengan motor MotoGP, sangat sulit mengendalikan perasaan dan emosi yang muncul. Pikiran dan fisik belum sepenuhnya siap menghadapi kecepatan tersebut. Kami harus sedikit gila. Jika tidak, maka kami tidak akan bisa melakukan apa yang kami lakukan, yaitu melaju 340 km/jam di trek lurus pada tiap lap," kata Diogo Moreira dalam wawancara dengan MotoGP dilansir Crash.

2. Diogo Moreira harus tampil maksimal sejak sesi Jumat guna menghadapi ketatnya persaingan di kelas utama

Selain aspek motor, Diogo Moreira juga menghadapi ketatnya persaingan antarpembalap di MotoGP 2026. Ia harus tampil maksimal sejak sesi Jumat pada tiap pekan balap. Namun, Moreira masih belum mampu langsung lolos kepada Q2. Adapun hasil kualifikasi Moreira pada tiga seri perdana musim ini adalah sebagai berikut:

  • GP Thailand: Posisi ke-15;

  • GP Brasil: Posisi ke-14;

  • GP Amerika Serikat: Posisi ke-14.

Tantangan Moreira tak berhenti sampai di situ. Pembalap bernomor motor 11 itu juga bertarung memperebutkan poin pada balapan sprint dan utama. Moreira memang tidak berhasil mencetak poin pada balapan sprint. Namun, ia mampu meraup poin pada tiga balapan utama secara beruntun. Hasil lengkap yang Moreira torehkan pada tiga seri perdana MotoGP 2026 dapat dilihat dalam daftar di bawah ini:

  • GP Thailand:

- Balapan sprint: Posisi ke-13;

- Balapan utama: Posisi ke-13;

  • GP Brasil:

- Balapan sprint: Posisi kesepuluh;

- Balapan utama: Posisi ke-13;

  • GP Amerika Serikat:

- Balapan sprint: Gagal finis;

- Balapan utama: Finis ke-13.

Capaian tersebut menempatkan Moreira di peringkat ke-16 dalam klasemen pembalap. Ia terpaut 4 poin dari rekan setimnya, Johann Zarco, yang bercokol di peringkat ke-15. Moreira memuncaki klasemen pembalap debutan berbekal keunggulan 8 poin atas Toprak Razgatlioglu.

3. Diogo Moreira menyadari adanya kekurangan selama menjalani tiga seri pembuka MotoGP 2026

Diogo Moreira cukup puas terhadap pencapaiannya pada tiga balapan perdana MotoGP 2025. Walau begitu, Moreira masih menyoroti kekurangan yang harus diperbaiki pada seri berikutnya. Salah satunya yang terjadi pada pekan balap GP Amerika Serikat 2026.

Moreira gagal finis pada balapan sprint di Circuit of The Americas (COTA) karena mengalami kendala pada motornya. Beruntung, kejadian tersebut tidak terulang pada balapan utama sehingga pembalap berusia 21 itu finis di posisi ke-13. Meski demikian, Moreira mengakui kesulitan menjaga motor tetap berada dalam kecepatan tinggi. Apalagi, COTA merupakan salah satu sirkuit yang sangat menuntut pembalap mengingat konfigurasi sirkuit yang memiliki sejumlah tikungan cepat dan trek lurus.

"Kami kurang pengalaman dari balapan sprint di COTA. Namun, ini merupakan hal baik karena kami bisa menyelesaikan balapan utama. Aku kesulitan mempertahankan kecepatan tinggi karena trek ini sangat menuntut. Secara keseluruhan, aku senang karena kami bisa bersaing. Masih ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. Kami harus terus konsisten seperti ini dan menjaga momentum yang ada," ujar Diogo Moreira dikutip Speedweek.

MotoGP akan memulai rangkaian balapan Eropa di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 24--26 April 2026. Moreira sudah tak asing dengan deretan sirkuit di kawasan tersebut mengingat dirinya pernah balapan di sana saat berkiprah di Moto2 dan Moto3. Akan tetapi, tantangan akan berbeda karena Moreira kini memacu motor MotoGP. Mampukah Moreira meraup lebih banyak poin saat berjibaku pada rentetan balapan di Benua Biru?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team