Houston Rockets tiba di ujung jalan NBA 2025/2026. Langkah mereka terhenti di NBA Playoff musim ini. Rockets tumbang dari Los Angeles Lakers dalam enam pertandingan di Wilayah Barat. Mereka menyerah dengan kedudukan 2-4 di hadapan penggemar sendiri di Toyota Center, Houston, Texas, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026).
Ujung Jalan Houston Rockets di NBA Playoff 2026

1. Kehilangan Kevin Durant, top scorer, pada masa krusial
Houston Rockets lolos ke NBA Playoff 2026 setelah finis kelima di Wilayah Barat. Mereka mengantongi 52 kemenangan dan 30 kekalahan. Di wilayah dengan persaingan ketat itu, Rockets mampu melaju ke babak pascamusim reguler secara otomatis berkat kehadiran Kevin Durant.
Durant, yang baru pindah ke Houston pada pertengahan 2025, langsung menjadi mesin poin. Dia keluar sebagai top scorer Rockets dengan rata-rata 26 poin pada musim reguler. Sayangnya, taji Sang Slim Reaper tidak hadir di playoff. Durant hanya sempat bermain 1 kali dari 6 pertandingan yang dilewati Rockets versus Los Angeles Lakers.
Durant kabarnya mengalami cedera pada kakinya. Lututnya sempat bengkak. Pergelangan kakinya juga terkilir. Tanpa kehadirannya, daya serang Rockets tidak sebaik itu.
Di pertandingan terakhir, misalnya, Rockets kolaps secara ofensif. Mereka mencetak poin terendah musim ini dengan hanya memproduksi 78 poin. Persentase tembakan Rockets sangat buruk. Hanya 35 persen dari field goal dan hanya 18 persen (5 dari 28) dari tripoin.
2. Mengalami masalah kedalaman melawan skuad berpengalaman
Kehilangan Kevin Durant saja sudah kehilangan besar. Ini ditambah absennya pemain senior sekelas Fred VanVleet sejak awal musim. VanVleet merupakan starting point guard mereka, tetapi berhalangan tampil karena cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada September 2025. Beruntung, ketidakhadirannya mampu ditambal pemain lain yang lebih muda.
Petaka bertambah saat Steven Adams, pemain senior lainnya, harus menepi setelah operasi pergelangan kaki. Pemain Selandia Baru itu sudah absen sejak Januari 2026. Dia hanya sempat bermain 42 kali di NBA 2025/2026 dan melewatkan semua pertandingan di NBA Playoff.
Menepinya para senior otomatis membuat para pemain muda mesti menanggung beban. Alperen Sengun dan Amen Thompson mengambil alih permainan. Namun, mereka belum cukup matang menghadapi Los Angeles Lakers yang dipimpin pemain berusia 41 tahun dengan empat cincin juara, LeBron James.
3. LeBron James menjadi momok bagi Houston Rockets
Pengalaman berbicara. Meski tampil tanpa Luka Doncic sama sekali dan Austin Reaves yang hanya bermain dua kali, Los Angeles Lakers masih bisa bertumpu kepada LeBron James. Sang Raja memimpin timnya dengan apik untuk mengalahkan Houston Rockets dalam enam seri.
James bahkan menutup seri dengan gemilang. Di pertandingan keenam, dia mencetak 28 poin, 8 assist, dan 7 rebound. James juga berjasa mencetak tripoin krusial yang menyamakan kedudukan di pertandingan ketiga untuk membantu Lakers unggul telak 3-0. Skuad muda Rockets tidak berkutik di hadapannya.
4. Houston Rockets mesti bergumul dengan rebound pada pertandingan terakhir
Masalah Houston Rockets bukan hanya LeBron James, melainkan juga kemampuan mereka dalam mengamankan bola pantul. Meski menjadi tim pengumpul rebound terbaik pada musim reguler, mereka melempem di playoff. Rockets, misalnya, keok dalam perolehan bola pantul pada pertandingan terakhir dengan perbandingan 45-54, termasuk merelakan 15 offensive rebound untuk Los Angeles Lakers.
Alperen Sengun, rebounder terbaik Rockets kehilangan dukungan, sebab Steven Adams yang berstatus rebounder terbaik kedua mesti absen sejak awal 2026. Amen Thompson dan Jabari Smith Jr sedikit membantu, tetapi Clint Capela yang seharusnya menambal Adams tidak begitu oke. Offensive rebound Lakers memberi mereka kesempatan kedua. Padahal, Rockets cukup baik dalam bertahan secara keseluruhan, terutama di area perimeter.
Pertahanan Rockets sendiri berbanding terbalik dengan penyerangan mereka di pertandingan keenam. Tembok itu tidak bisa membayar mandulnya serangan mereka. Saat Rockets kesulitan mencetak poin, Lakers mengandalkan LeBron James yang berpengalaman untuk meretas pertahanan mereka pelan-pelan.
5. Memprioritaskan kesehatan para pemain untuk bangkit musim depan
Ime Udoka telah meracik tim terbaik untuk NBA 2025/2026. Dengan segala keterbatasan, mereka bisa sampai ke NBA Playoff. Namun, ujian lain menanti pada masa depan. Mereka mesti memprioritaskan kesehatan para pemain untuk bangkit.
Kevin Durant, Fred VanVleet, dan Steven Adams tengah dalam pemulihan. Mereka mungkin sudah bisa bermain pada opening night. Pada saat yang sama, pemain lain yang lebih muda mesti menjaga kebugaran.
Sementara itu, manajemen mungkin perlu agak merombak skuad. Udoka telah menyampaikan, timnya kekurangan dukungan dari segi tembakan. Mereka memang memiliki Kevin Durant, tetapi masih ingin tambahan. Mencari penembak elite akan membantu Rockets mengatasi masalah itu.
Houston Rockets akan memasuki jeda musim panas 2026 dengan anggaran sekitar 15 juta dolar AS (setara 260 miliar rupiah) di bawah batas luxury tax dan 24 juta dolar AS (setara 416 miliar rupiah) di bawah batas gaji tertinggi. Ini memberikan mereka fleksibilitas yang cukup untuk mengeksplorasi pasar. Mungkinkah manajemen berhasil menemukan kepingan yang kurang?