3 Alasan Kenapa Pogba Layak Pergi dari Manchester United

Jakarta, IDN Times - Perjalanan Paul Pogba bersama Manchester United akhirnya tuntas. Per akhir Juni 2022, gelandang Timnas Prancis itu tak akan lagi berseragam United. Kabar ini sudah dikonfirmasi pihak klub lewat pernyataan resminya.
""Manchester United mengumumkan bahwa Paul Pogba akan meninggalkan tim pada akhir Juni lantaran kontraknya yang telah usai," tulis United seperti dikutip dari laman resminya.
Pogba sejatinya datang dengan harapan. Pada 2016 silam, dana dengan nominal 89 juta pounds digelontorkan untuk mengangkut Pogba dari Juventus. Fans berharap, pemain yang pernah main di akademi United ini bisa memberikan sesuatu.
Akan tetapi, pada akhirnya hubungan Pogba dengan United memang harus berakhir. Ada tiga alasan yang menjadi dasar kenapa Pogba dan United tepat untuk berpisah sesegera mungkin.
1. Paul Pogba rentan terkena cedera selama di Manchester United

Di United, cedera seolah jadi karib bagi Pogba. Dilansir Transfermarkt, selama main untuk 'Iblis Merah', Pogba tercatat absen dalam 90 laga. Untuk ukuran pemain dengan harga mahal, hal ini tentu jadi sebuah kerugian tersendiri.
Ada banyak cedera yang diderita Pogba di United. Namun, ada dua cedera yang rutin dia alami, yakni cedera engkel dan hamstring. Dia juga pernah terpapar COVID-19 pada 2020 silam, serta terkena cedera paha.
Cedera-cedera inilah yang pada akhirnya memengaruhi penampilan Pogba. Dia kerap inkonsisten. Kadang Pogba tampil ciamik, tetapi tak jarang dia tampil buruk, terutama selepas dipastikan sembuh dari cedera.
2. Hubungan yang buruk dengan fans Manchester United

Ketika pertama kali datang ke Manchester United, sambutan fans untuk Pogba benar-benar meriah. Hubungan antara Pogba dan fans sempat berjalan manis, terutama ketika United memenangi gelar Piala Liga Inggris dan Liga Europa pada musim 2016/17 silam.
Namun, selepas itu, hubungan Pogba dengan fans justru memburuk. Puncaknya, pada 2020, fans marah ketika mendengar kabar bahwa Pogba ingin pindah. Dari sinilah, hubungan eks pemain Juventus dengan fans tidak pernah mesra lagi.
3. Manchester United tak bisa maksimalkan Paul Pogba

Alasan lain yang juga jadi faktor penting kenapa Pogba mesti hengkang adalah, United tak bisa memaksimalkan potensinya. Berbeda dengan ketika di Juventus dan Timnas Prancis, Pogba di United seakan begitu terkekang.
Di era Jose Mourinho, Pogba dipaksa berpartisipasi dalam pertahanan. Hal tersebut membuat lini tengah United kerap penuh lubang, dan mudah dieksploitasi lawan. Pogba pun mulai tak dapat tempat di skuad United era Mourinho.
Berlanjut ke era Ole Gunnar Solskjaer, Pogba sempat cemerlang. Kebebasan yang diberikan Solskjaer membuat kemampuan Pogba keluar. Dia tidak perlu banyak terlibat lagi dalam bertahan, dan diberikan kebebasan merangsek ke kotak penalti.
Sialnya, United justru merekrut Bruno Fernandes dan Pogba mulai kehilangan lagi kebebasannya. Pogba, yang dipaksa mundur satu setrip karena kehadiran Fernandes, kembali diharuskan terlibat dalam pertahanan. Lini tengah United lagi-lagi berlubang.
Pogba pun pada akhirnya terlempar lagi dari skuad inti United, bahkan hingga Solskjaer pergi. Ralf Rangnick, manajer interim United, juga jarang memakai Pogba lantaran dia banyak terkena cedera. Dia lebih banyak menghuni bangku cadangan.
Alhasil, berdasarkan tiga alasan ini, sudah tepat kiranya Paul Pogba hijrah dari Manchester United. Sudah ada beberapa klub besar Eropa yang menantinya, seperti Juventus dan Paris Saint-Germain (PSG).


















