Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Telepon Trump Berujung Keputusan Kontroversial Balogun di Piala Dunia 2026
Penyerang AS, Folarin Balogun (nomor 20), merayakan gol ketiga timnya bersama rekan-rekan setim selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia 2026 antara AS dan Paraguay di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 13 Juni 2026. (AFP/Patrick T. Fallon)
  • Donald Trump melakukan tiga kali panggilan langsung ke Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk menekan perubahan status kartu merah Folarin Balogun menjelang laga Piala Dunia 2026.
  • Kepala Taskforce Piala Dunia AS, Andrew Giuliani, melancarkan langkah hukum berisiko menggunakan tayangan ulang VAR demi memastikan Balogun bisa tampil melawan Belgia.
  • Asosiasi Sepak Bola Belgia mengecam keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman Balogun dan menyebutnya bertentangan dengan aturan resmi kompetisi Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memiliki peran yang kental dalam keputusan kontroversial FIFA dalam penangguhan kartu merah Folarin Balogun. Trump ternyata menghubungi FIFA secara aktif untuk bernegosiasi terkait kartu merah Balogun.

Dilansir The Guardian, Trump menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara langsung. Ada tiga telepon yang dilakukan oleh Trump sejak tengah pekan lalu, demi memastikan FIFA mengubah status Balogun. Hingga akhirnya, keputusan kontroversial tersebut muncul sejak Senin dini hari WIB (6/7/2026).

1. Gedung Putih juga lancarkan aksi legal berisiko

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Selain itu, Kepala Taskforce Piala Dunia, Andrew Giuliani, juga ikut campur tangan. Dia melancarkan aksi legal demi membantu Balogun bermain dalam laga kontra Belgia, Selasa pagi (7/7/2026).

Bahan yang dipakai Giuliani adalah tayangan ulang bermosi rendah ketika video assistant referee (VAR) menganalisis aksi Balogun terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic.

Tindakan Giuliani sebenarnya berisiko besar. Sebab, andai keputusan memihak AS, bukan gak mungkin rentetan aksi legal lainnya bakal muncul di kemudian hari.

2. FIFA pakai Pasal 27 Kode Disiplin

FIFA menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin dalam kartu merah Balogun. Mereka menuturkan hukuman Balogun akan bersifat percobaan. Hukuman terhadap Balogun baru akan aktif jika perbuatan serupa diulangi di kemudian hari dalam kurun waktu satu tahun.

"Berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, implementasi atas hukuman berlandaskan pada masa percobaan selama setahun. Jika Folarin Balogun mengulangi tindakan serupa selama masa percobaan, hukumannya bisa diangkat dan berpotensi adanya tambahan atas pelanggaran baru," begitu pernyataan resmi mereka.

3. Belgia gak tinggal diam

Keputusan FIFA langsung dikecam oleh Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA), yang mengaku terkejut dengan langkah FIFA. Mereka menegaskan keputusan FIFA telah bertentangan langsung dengan aturannya sendiri.

Dalam pernyataan resminya, RBFA sedang menyelidiki semua opsi potensial untuk menjaga hak-hak sah semua tim yang berpartisipasi dan untuk melindungi prinsip-prinsip dasar permainan adil.

"Kami kaget dengan keputusan ini, yang merupakan kontradiksi secara langsung terhadap aturan kompetisi Piala Dunia 2026. Hukuman secara otomatis tertuang dalam aturan Piala Dunia 2026 Pasal 16, yang sudah didistribusikan pada 12 Mei 2026. Aturan yang sama sudah ditegaskan pula di setiap pertemuan sebelum laga dan semua presentasi dalam pelatihan. Demi menjaga legitimasi semua partisipan dan melindungi hal fundamental prinsip keadilan di dalam olahraga kami, sepanjang Piala Dunia dan turnamen berikutnya, RBFA sedang menginvestigasi berbagai opsi potensial untuk bisa diambil," begitu pernyataan RBFA.

Editorial Team

Related Article