Infantino: FIFA Independen Terkait Kasus Balogun di Piala Dunia 2026

- Gianni Infantino menegaskan Komite Disiplin FIFA bersifat independen setelah keputusan kontroversial menangguhkan kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.
- Penangguhan hukuman Balogun memicu kritik publik dan pengamat yang menyoroti konsistensi aturan disiplin FIFA dalam turnamen terbesar dunia.
- Infantino menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa independensi komite disiplin adalah fondasi kredibilitas dan kepercayaan terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Infantino Tegaskan Independensi Komite Disiplin FIFA di Tengah Polemik Kartu Merah Balogun dan Sorotan Donald Trump di Piala Dunia 2026
Jakarta, IDN Times - Presiden FIFA Gianni Infantino merespons langsung polemik panas terkait keputusan Komite Disiplin FIFA yang menangguhkan kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun di Piala Dunia 2026. Isu ini melebar hingga menyeret spekulasi tekanan eksternal termasuk nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Drama bermula saat Balogun mendapat kartu merah dalam laga Amerika Serikat kontra Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Hukuman satu pertandingan awalnya membuat sang pemain dipastikan absen pada duel krusial 16 besar melawan Belgia.
FIFA kemudian menangguhkan sanksi tersebut. Hal itu kemudian langsung memicu gelombang kritik tajam dari publik dan pengamat sepak bola.
Langkah itu dianggap membuka perdebatan baru soal konsistensi aturan disiplin di turnamen terbesar dunia.
"Saya telah melihat komentar publik mengenai keputusan Komite Disiplin FIFA yang independen terkait penangguhan hukuman Folarin Balogun, dan saya ingin menegaskan kembali prinsip mendasar tata kelola FIFA," kata Infantino dikutip Evening Standard.
Infantino menegaskan, sistem peradilan FIFA dirancang sepenuhnya independen dan tidak dapat dipengaruhi pihak mana pun. Setiap keputusan diambil berdasarkan regulasi resmi serta fakta pertandingan yang terjadi di lapangan.
"Badan peradilan FIFA bersifat independen. Mereka bekerja secara otonom, menerapkan Kode Disiplin FIFA, dan memutuskan perkara berdasarkan regulasi yang berlaku serta fakta yang ada," ujar Infantino.
Di tengah derasnya opini publik, isu keterlibatan tokoh politik seperti Donald Trump ikut memperkeruh persepsi terhadap keputusan tersebut. Namun FIFA menegaskan seluruh proses tetap berada dalam koridor hukum organisasi tanpa intervensi eksternal.
Infantino menutup penjelasannya dengan menegaskan independensi komite disiplin merrupakan fondasi utama kredibilitas sepak bola dunia. Prinsip tersebut disebut menjadi kunci menjaga kepercayaan terhadap Piala Dunia 2026 di tengah sorotan global yang terus meningkat.

















