Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Adu Argumen Tuchel vs Bellingham Warnai Semifinal Inggris vs Argentina
Selebrasi Jude Bellingham setelah cetak gol penyama kedudukan kontra Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026). (Photo by PATRICIA DE MELO MOREIRA / AFP))

Jakarta, IDN Times - Situasi internal Inggris memanas jelang semifinal kontra Argentina di Atlanta Stadium, Kamis dini hari WIB (16/7/2026). Penyebabnya, manajer Inggris, Thomas Tuchel, dan Jude Bellingham adu argumen usai kemenangan atas Norwegia.

Tuchel menyatakan Inggris begitu ceroboh, gak teratur, dan kurang cepat saat melawan Norwegia. Hal itulah yang membuat The Three Lions kewalahan. Selain itu, Tuchel mengklaim Inggris menang karena beruntung.

"Kami membuat hidup sendiri sangat, sangat sulit. Kami sudah masuk semifinal, luar biasa. Tapi, gak senang dengan berbagai kondisinya. Komitmennya ada, tapi kami bikin susah sendiri. Ceroboh, kesalahan, gak cepat, tak bisa mengulangi momentum yang bagus. Kami beruntung," kata Tuchel, dilansir Daily Mirror.

1. Masalahnya teknis, bukan mental

Tuchel menegaskan, masalah Inggris bukan mentalitas. Tapi, segalanya merupakan urusan teknis yang membuat Inggris kewalahan. Bagi pria Jerman itu, Inggris cuma kurang mengeksplorasi kemampuan individu dan tim.

"Reece James luar biasa, Morgan Rogers fantastis. Lalu, Eberechi Eze bisa berkembang, begitu pula dengan Djed Spence. Kredit buat mereka, tapi kami memang beruntung," ujar Tuchel.

2. Dibalas langsung oleh Bellingham

Komentar Tuchel kemudian dibalas oleh Bellingham. Dia gak peduli dengan apa yang diucapkan Tuchel di depan media.

Dijelaskan Bellingham, kondisi di lapangan berbeda dengan yang sering dikomentari para pengamat, bahkan pelatih. Menurutnya, semua pemain bekerja dengan keras agar bisa membalikkan keadaan.

"Ya, masa bodoh. Susah di dalam lapangan. Situasinya begitu rumit. Semua pemain terlibat dalam kondisi tersebut. Jadi, apresiasi dan penghargaan saya didedikasikan buat para pemain yang bisa membalikkan keadaan," ujar Bellingham.

3. Gak mudah lawan Haaland dan kawan-kawan

Menurut Bellingham, laga melawan Norwegia begitu berbeda. Pemain-pemain seperti Erling Haaland, Martin Odegaard, Antonio Nusa, dan Alexander Sorloth, membuat Inggris keteteran. Mereka mampu merepotkan barisan pertahanan Inggris dengan kemampuan-kemampuannya yang unik.

"Anda tak akan menang di setiap laga, lalu bisa dengan bebas mengoper di lapangan. Terkadang, harus menang kotor. Kami akhirnya melakukan lagi di laga tersebut," kata Bellingham.

Curated For You

Editorial Team

Related Article